ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Enam Puluh


__ADS_3

"Iya deh" Aka mengalah. "Sudah bereskan?"


"Sudah Mas!"


Dengan gerakan cepat Aka mengendong istrinya ala bridal dan berlari kecil menuju kamarnya.


"Mmmaass" pekik Fathia kaget yang tiba-tiba saja melayang.


"Ssssuutt, nanti mama dengar," bisik Aka.


"Lagian kamu gendong akunya tiba-tiba," kesal Fathia.


"Aku mau nagih janji, takut nanti kamu lupa," kata Aka dan kini mereka sudah berada di atas kasur.


"Mesum ih,"


"Ia aku mesum, tapi mesum sama istri sendiri," kata Aka mulai menanggalkan pakaian istrinya.


Kini Aka begitu candu untuk menikmati tubuh istrinya. Tak seperti dulu entah kenapa setiap menyatu dengan Alodie semua terasa hambar. Tapi kini seharian saja ia tak berjumpa dengan sang istri relung hatinya sudah tak sabar untuk segera bertemu karena rindu sudah menyeruak masuk.


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Pukul setengah tujuh pagi Fathia baru saja terjaga dari tidurnya. Terlambat bangun pagi ini karena semalam ia harus melayani suaminya yang tak kunjung puas menghujam dirinya berkali-kali. Fathia bergegas membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Buru-buru ia menuju dapur dan ternyata mama mertuanya sudah di sana sedang menyiapkan sarapan pagi.

__ADS_1


"Maaf Mah, aku kesiangan," pintanya merasa tak enak.


Alia hanya tersenyum. Paham alasan menantunya itu bangun kesiangan pasti ulah Aka sebab putranya itu meninggalkan bekas di leher Fathia yang tak di sadarinya.


"Duduk Aja Al, ini juga sudah mau beres."


Fathia pun tak mau berdiam diri. Ia membantu Alia menata makanan di meja makan lalu membuat jus jeruk untuk suami dan mertuanya.


"Kok nggak bangunin aku sih sayang?" tanya Aka yang sudah duduk di meja makan.


"Buru-buru aku Mas, nggak enak sama mama," bisik Fathia menata jus jeruk yang dibikinnya tadi.


"Mama ngerti kok Al," timpal Alia.


Fathia hanya tersenyum malu.


"Maunya apa Mas?" tanya Fathia.


"Maunya susu kamu!"


Bbbyyyuurr... susu coklat yang baru saja di seruput Fathia menyembur keluar mendengar ucapan mesum suaminya. "Mas, kamu kalau mesum jangan di sini," kesal Fathia.


Alia yang melihat menantu dan anaknya hanya geleng-geleng kepala sambil menata buah.

__ADS_1


"Siapa yang mesum sih Al, aku maunya susu kamu itu!" tunjuk Aka pada segelas susu yang di hadapan Fathia.


Karena malu Fathia hanya cengengesan. Apalagi ada mertuanya dua kali lipat malunya.


"Kamu yang pikirannya mesum," cibir Aka menerima pemberian istrinya.


"Kamu juga mesum Aka, bikin merah-merah di leher istri. Nggak tau malu kamu," timpal Alia.


Giliran Aka yang menyemburkan susu yang baru ia minum. Ia juga tak sadar kalau begitu banyak bekas kiss mark di leher istrinya. Reflek Fathia menutupnya dengan kedua tangan dan berlari menuju kamar.


"Alodie kenapa Mah?" tanya Faris yang baru bergabung habis olah raga pagi di halaman rumah.


"Anak kamu Pah, mesum," jawab Alia ambigu.


"Mesum?"


"Sana, susul istri kamu. Dia pasti malu sama Mama."


Aka akhirnya ikut menyusul Fathia ke kamar. Tampak istrinya itu sedang berdiri di depan cermin mengalungkan syal di lehernya.


"Kamu Mas, bikin aku malu tau nggak," sungut Fathia.


"Maaf sayang, aku kebablasan. Jadinya lupa kalau kita lagi di rumah Mama."

__ADS_1


"Nggak mau aku ah kedepan, nggak enak!"


"Santai aja lagi Al, toh juga karyanya aku buat apa malu." Cuek Aka.


__ADS_2