
"Assalamualaikum" Terdengar ucapan salam dari arah pintu depan. Ternyata Mita, Ciara dan Joe datang berkunjung kerumah Aka dan Alodie palsu.
"Eehh... sama Mita kesininya? aku pikir tadi Mita sendirian," kata Fathia cipika cipiki dengan Ciara.
"Kangen tau, jadinya ikut sama dia kesini," jawab Ciara duduk di sofa ruang tengah bergabung bersama Adnan dan Kila.
"Giman kabarnya Bro? habis nikah sibuk amat!" tanya Aka salaman sama Jonas.
"Baik, baik. Emang lagi sibuk-sibuk nya nih. Gue lagi ngurus usahanya papa."
"Tante, kita ketaman yuk," ajak Kinan menghampiri Mita.
"Mau ngapain sih ganteng?" gemas Mita mencubit hidung batita itu.
"Mau metik stobeli."
"Oh, emang boleh sama papa mamanya? udah gelap loh ini."
"Boleh ya Pa Ma, Kinan metik stobeli sama tante Mita."
"Boleh sayang, tapi jangan lama-lama ya," jawab Kila.
"Di taman ada lampunya kok Mit, jadi nggak perlu takut kalau hari makin malam," ujar Fathia.
"Ok.lets go kalau gitu," ajaknya membawa Kinan berlari kecil menuju halaman belakang.
"Habis nikah jarang kesini ya,Ciara," Killa.
"Ia nih Mbak, orang sibuk nih. Apalagi sejak aku nggak syuting lagi udah nggak ketemuan kita," timpal Fathia.
"Maaf, bukan apa-apa. Rencananya gue mau selesaikan kontrak. Sama kayak Lo, cuma terlanjur kemarin udah tanda tangan kontrak syuting web series jadinya ya udah deh lanjut kerja," jelas Ciara.
"Mas Joe nya gimana? nggak marah kamu sibuk kerja?" Fathia.
"Nggak, pokoknya gue bisa bagi waktu. Yyaah.. gue belajar banyak dari lo lah, kan istri teladan bisa urus Mas Aka sekaligus karir lancar."
"Bisa aja," Fathia mendorong bahu Ciara.
"Gimana? udah selesai inseminasi nya?" tanya Joe.
"Prosesnya sih udah, tinggal nunggu hasilnya 2 minggu lagi." Aka.
"Mudah-mudahan sukses!"
"AMIN" jawab semuanya.
"Tapi Ka, biasanya yang pertama emang sering gagal," timpal Adnan. "Hampir semua pasien yang jalani program hamil mengalami ke gagalan di awal. Tapi santai aja Al, bisa di coba lagi kok, jadi jangan stres atau terlalu di fikirkan," jelas Adnan.
"Ia pokoknya santai aja lagi Al," tambah Kila.
"Kalau gagal coba lagi," sambung Ciara.
"Yang penting semangat dan yakin," Joe.
"Ia.Makasih banyak loh nasehat sama semangatnya," balas Fathia.
__ADS_1
"Yang gue takutin nih Mas, nanti dia terpuruk lagi kayak keguguran kemaren. Itu yang bikin gue was-was," jelas Aka.
"Nggak boleh gitu Al! gagal di awal bukan berarti gagal seterusnya. Pokoknya kalau besok gagal kamu nggak boleh stres atau terlalu sedih. Santai aja dan coba lagi!" Adnan.
"Siap Mas!"
"Permisi Mas, Mbak. Makan malamnya siap," kata Bi Runi dari dapur.
"Ayok kalau gitu kita kemeja makan," ajak Aka.
Semuanya beralih menuju meja makan. Banyak hidangan sudah tertata di atas meja makan. Hari ini hanya bi Runi sendiri yang memasak sebab Fathia tak dapat membantu karena belum boleh banyak aktifitas.
"Eh, lupa tadi aku bawain pisang molen kesukaan Alodie tolong ambilin di ruang tengah ya Bi," pinta Ciara.
"Baik Mbak."
"Mama, lihat Kinan dapat banyak strobeli," ujarnya kembali dari taman.
"Wwaah.. coba Amy lihat. Ia loh banyak banget gede-gede lagi. Kita bikin smoothies yuk," ajak Fathia.
Kinan mengangguk cepat tanda ia setuju.
"Duduk dulu sini," ajak Kila pada anaknya.
"Makan dulu Mit," kata Aka.
Tak seperti kebanyakan orang yang biasanya makan malam dalam suasana hening, di meja makan Alodie palsu dan Aka makan malam bisa di nikmati dalam santai, bercengkrama dan tetawa atau berbagi cerita. Bukan tak ada etika atau tata krama hanya saja bagi Aka dan Alodie karena semua keluarga mereka adalah orang-orang sibuk meja makan merupakan tempat yang tepat untuk melepas lelah dan penat serta tempat bersenda gurau bersama keluarga atau bisa di bilang 'Family Time.'
"Alhamdulillah kenyang," Joe mengusap-usap perutnya.
"Enak?" tanya Aka.
"Jadi Ci, mulai besok belajar masak ya," Fathia.
"Kalau kamu nggak mau nggak masalah kok sayang," ujar Joe.
Ciara mengangguk. "Ia deh, kayaknya emang harus bisa masak biar Mas Joe nggak suka makan di luar."
"Kalau di masakin istri itu jauh lebih nikmat Ci, apa lagi masaknya pakai cinta," tambah Aka.
"Belajar sama Mbak Kila aja Ci. Mbak Kila pintar masak tuh," usul Fathia.
"Boleh! ayok kalau kamu mau," ajak Kila.
"Serius? boleh deh, tiap libur aku kerumah nya mbak ya!?"
"Ia, datang aja. Mbak stay di rumah terus kok. Kalau main palingan kesini."
Ciara tersenyum girang. Tak perlu lagi repot-repot cari tempat les memasak.
"Udah malam. Kita balik sekarang Ma?" tanya Adnan pada istrinya.
"Bentar lagi aja, cepat amat sih," tahan Fathia.
"Kinan bentar lagi udah jadwal tidurnya Al." Kila.
__ADS_1
"Yyaahh... kamu nya harus pulang sayang," sedih Fathia memeluk Kinan.
"Besok Kinan main kesini lagi kok, Amy nya jangan sedih ya." Kinan mengusap pipi Fathia.
"Janji ya!" menautkan jari kelingking mereka.
"Ka, Joe kami pulang dulu," pamit Adnan.
"Mbak pulang ya Al," cipika cipiki. "Ciara, mbak duluan balik." Kila.
Aka membawa Kinan dalam gendongannya mengantar Kila dan Adnan kehalaman memasuki mobil mereka. "Kiss Aby dulu," pintanya memberikan pipi.
"Muach"
"Anak pintar," memberikan Kinan pada Killa."Hati-hati Mas, sampai rumah kabari." Kata Aka lalu melambaikan tangan saat mobil sedan mewah berwarna hitam itu meninggalkan halaman rumahnya.
"Jadi sekarang Mas Joe sibuk di perusahaan?" tanya Fathia.
"Ya gitu lah Al. Mau bilang gimana lagi aku nggak bisa nolak warisan papa."
"Udah lah, jalani aja. Gue yakin kok lo bisa," timpal Aka yang balik dari luar.
"Tapi sumpah bikin gue pusing Ka."
"Permulaan biasa kok, nanti lama-lama pasti biasa."
"Terus club nya gimana?" Fathia.
"Masih kok, anak buah aku yang ngurus. Tiap bulan tetap di kontrol."
"Dua bulan lagi Mas Joe juga mau balik ke Filipin," sambung Ciara.
"Kamu ikut?" Fathia.
"Belum tau, masih di pikirin!"
"Kenapa di pikirin Mbak?" tanya Mita.
"Aku banyak kerjaan Mit, jadi ragu kalau mau libur. Pengennya sih semua kerjaan bisa cepat beres supaya fokus ngurus Bang Joe."
"Ooh."
"Sayang, pulang yuk," ajak Joe.
"Buru-buru amat?" tanya Aka.
"Mau bikin laporan Ka, kayak nggak tau aja lo kerja kantoran kayak gimana."
"Hahahahaha... ia , ia paham gue. Semangat buat lo. Semoga sukses jadi orang kantoran." kelakar Aka.
Joe hanya geleng-geleng. "Butuh mental men."
"Lah ia, mental lo harus kuat. Apa lagi lihat grafik yang naik turun bikin pusing kepala cenat cenut. Tapi kalau grafiknya naik terus wwaahh.. senangnya juga nggak main-main." Aka penuh semangat.
"Udah ah, gue pulang dulu."
__ADS_1
"Gue pulang ya Al," pamit Ciara memeluk Alodie palsu.
"Aku juga ya Mbak, ada kuliah pagi besok." Mita ikut pulang.