
Fathia mengantar kepergian Beno sampai pintu utama rumah sakit. Tak enak rasanya jika di lepas begitu saja apalagi Beno membawakan makanan kesukaan Fathia.Setelah itu ia pun balik ke kamar rawat suaminya.
"Kenapa di antar segala sih sayang?" tanya Aka mencoba merayu istrinya.
"Nggak enak Mas, Mas Ben bawain aku makanan banyak juga sudah bantu membereskan pekerjaan kamu."
"Sayang!"
"Hhmm" jawab Fathia cuek merebahkan diri di sofa karena ia hendak tidur. Tubuhnya sudah terasa capek.
"Tidur di sini aja," ajak Aka menepuk kasur brankar.
"Nggak usah! aku di sini aja."
Aka tau istrinya pasti masih merasa kesal karena ia sempat bohong.Ia turun dan mengangkat Fathia untuk berbaring bersamanya di atas brankar.
"Mas, ih kamu ngeselin," ujar Fathia yang sudah di peluk Aka.
"Kangen tau!"
"Cih, sibuk aja terus," cibir Fathia.
"Maaf" π₯Ί
"Ia.udah tidur, istirahat."
"Aku boleh ya?" tanya Aka membuka kancing baju istrinya.
"Ngapain?" kaget Fathia menyilang kan tangan di dada.
"Cuma mau ***** cucu aja."
"Nggak!"
"Yah, sayang udah lama libur nih," rengek Aka.
"Salah sendiri pulangnya malam.Padahal aku kan juga kangen," kata Fathia kesal.
"Kok nggak minta?"
__ADS_1
"Mana tega aku kamu nya capek gitu habis lembur! udah sekarang kita tidur yuk aku udah ngantuk ini.Besok aja kalau udah pulang kerumah," kata Fathia mulai memejamkan mata.
"Tapi pakai lingerie yang kita beli waktu itu ya, kan belum di coba," tawar Aka.
"Hhmm"
"Al!"
"Apa lagi Mmmaasss?" kesal Fathia yang tak kunjung dapat memejamkan mata.
"Jangan panggil Beno Mas ya!?"
"Kenapa? kamu cemburu!?"
"Khusus aja panggilan Mas buat Aku!"
"Ya udah aku buat panggilan khusus untuk kamu!"
"Apa?"
"Masaka!"
"Itu Masako."
"Hahahahaha... " Aka tertawa lepas.Baru kali ini ia merasakan hidupnya penuh warna. Sikap Alodie palsu mampu membuat harinya tak membosankan.Kadang sikap dewasa Alodie membuatnya kagum tapi ada kalanya wanita ini bersikap manja menandakan ia sebagai suami sangat di butuhkan. Dan kalanya juga Fathia mulai cemberut seperti sekarang dan itu sangat mengemaskan bagi Aka.
"Tidur Masaka!" titah Fathia membawa suaminya kedalam dekapan.Ia mulai mengelus kepala bayi besar itu sampai membuat Aka tertidur pulas begitu pula dengan Fathia elusannya mulai melemah dan berhenti menandakan ia juga sudah terlelap.
ππππ
Selesai sarapan pagi Fathia dan mertuanya mengajak Aka jalan-jalan pagi di halaman rumah sakit. Pandangannya sedikit teralihkan saat melihat ambulan datang membawa pasien ke UGD. Ia menangkap sosok orang yang di kenalnya tapi siapa? pikir Fathia mencoba mengigat.
"Kenapa Han?" tanya Aka meneliti wajah istrinya.
"Han?"
"Aku mau panggil kamu Honey. Kalau panggil Al terus kayak pemeran pria di sinetron favoritnya Mama," jelas Aka.
Fathia tergelak begitu pula dengan Alia."Mas, aku boleh lihat-lihat nggak ke sana?" tanya Fathia menunjuk UGD.
__ADS_1
"Ngapain?"
"Penasaran aja!"
"Jangan Han, di sana dokter sama suster sibuk menangani pasien. Lagian kamu mau ngapain di sana?"
Fathia menggeleng.Meski masih penasaran ia akan mencari cara nanti untuk kesana.Ide bagus langsung melintas di otaknya.
"Aku kedepan rumah sakit boleh?mau beli cemilan di mini market."
"Pergi aja Al, kan ada Mama di sini," timpal Alia memberi izin.
Kesempatan ini ia manfaatkan untuk masuk ke UGD. Terdengar hiruk pikuk suara dokter juga suster. Lalu tangisan dan histeris dari keluarga pasien dan lagi suara mesin juga alat yang di gunakan.
Tapi hanya satu fokus mata Fathia menatap. Ciara ya ngapain Ciara di sini dan ia sedang tertunduk menangis.Fathia mencoba mendekat duduk tak jauh dari tempat Ciara yang sepertinya sedang menunggu dokter.
"Bagaimana kondisi ibu saya dok?" tanya Ciara sayup-sayup terdengar Fathia.
"Ibu" gumamnya sendiri.
Entah apa yang di bilang dokter Fathia melihat Ciara bergegas masuk ke dalam ruangan tempat dokter tadi keluar.Bigung Fathia menghampiri dokter yang tadi bicara dengan Ciara.
"Dok, eemm.. itu kondisi ibunya gimana ya?"
"Anda siapanya?"
"Saya temannya!"
"Ibunya mengalami gagal jantung. Kami sudah berusaha untuk menyelamatkannya tapi terlambat karena ring jantung yang terpasang tidak dapat bekerja dengan baik sebab kondisi pasien memburuk akibat stres," jelas dokter.
...-------------...
likeππππ tiap bab ok...
jangan lupa komenπππ insyaallah nanti aku balas...π
Favorit β€β€β€juga biar nanti dapat notif kalau up date.
Jangan pelit ya... π tinggalkan jejak ok... ππ₯Ί
__ADS_1
Luv luv luv buat kalian semua yang sudah baca novel aku... πππ₯°π₯°ππ