ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Empat sembilan


__ADS_3

Esok paginya Aka meminta Beno untuk membawa seorang penghulu dan juga ustad kerumah sakit. Menurutnya melakukan ijab kabul ulang bisa membuat Fathia atau Alodie palsu yakin kalau mereka memang suami istri. Toh tak masalahkan mengulang ijab kabul hanya untuk membuat istrinya merasa benar sudah di nikahi.


"Saya terima nikah dan kawinnya Alodie Camila Maria binti Syuki Ibrahim dengan mas kawin cincin berlian di bayar tunai," lantang Aka menghentakkan tangan seorang penghulu yang juga wali dari Fathia saat ini.


"Alhamdulillah sah," kata Beno dan juga dokter Labib sebagai saksi dari pihak wanita.


Fathia pun menitikkan air mata. Ia harus apa? berkali-kali Aka membuatnya merasa dilema dengan perasaannya sendiri. Tanpa percakapan tiba-tiba saja seorang penghulu hadir di kamar rawatnya. Bahkan ia juga di berikan pakaian bagus juga selendang untuk menutupi auratnya saat akan melakukan ijab kabul.


"Bisa tinggalkan aku berdua dengan ustad?" tanya Fathia setelah mencium tangan Aka yang baru saja menyematkan cincin berlian baru di jari manisnya.


Penghulu, Aka dan juga Beno serta Labib meninggalkan ruang rawat itu memberikan waktu untuk Fathia yang ingin membicarakan sesuatu dengan ustad.

__ADS_1


Fathia mulai mengutarakan pertanyaan yang mengganjal hatinya. Lalu ustad pun mulai menjelaskan dan menerangkan sambil membacakan sabda nabi juga dalil yang memperkuat pernyataannya agar Fathia paham dan percaya. Merasa cukup Fathia akhirnya bisa bernafas lega dan menerima pernikahannya dengan Aka. Meski harus bersembunyi di balik wajah Alodie tapi dirinyalah yang menghadap tuhan dan juga dirinyalah yang ada di sisi Aka.


🍁🍁🍁🍁


"Hahaha... " tawa Fathia terdengar di kamar rawatnya saat orang tua Aka datang menjenguknya yang pasti kini sudah menjadi mertua bagi Fathia.


"Wah, ada yang sudah mulai ceria ini," timpal Aka yang baru saja kembali dari bagian administrasi mengurus kepulangan sang istri.


"Mama cerita masa kecil kamu, jadinya Alodie terhibur," jawab Alia Hajar sang ibunda.


"Memangnya dulu Mama nggak akrab sama Alodie?" tanya Fathia.

__ADS_1


Bu Alia menghela nafas. "Sudah ya nak, Mama hanya ingin memulai hubungan baru antara menantu dan mertua. Karena kamu amnesia Mama juga ingin melupakan masa lalu dan memulai lembaran baru," jawabnya.


Aka juga mengangguk setuju. "Bagaimanapun sikap kamu dulu sebaiknya kita lupakan tak perlu di bahas. Sekarang kita mulai kembali semuanya dari awal," sambung Aka menggenggam tangan Fathia.


Fathia setuju membalas suaminya dengan senyuman hangat.Baiklah jika ia ikhlas sudah berubah menjadi Alodie maka ia juga ikhlas memulai hidup barunya menjadi isri Aka. Egois? Entah, tapi rasa cintanya untuk Aka mengalahkan dirinya yang lain untuk berkata jujur, keinginan untuk terus di dekat Aka membuat Fathia tak meluruskan kesalah pahaman ini.


Bisa di bilang 3 bulan lebih ia menghuni rumah sakit. Hari ini Fathia atau Alodie palsu akan menghirup udara bebas dan memulai hari-harinya hidup bersama Aka sampai...?


Entah sampai kapan?


Fathia kini hanya ingin menjalani hidupnya dulu nanti saja kita bahas kapan ia harus jujur pada Aka tentang dirinya.

__ADS_1


Dan masalah Alodie apakah dia masih hidup atau sudah meninggal?


Fathia juga tak mau ambil pusing, kalau memang Alodie masih hidup pasti ia akan muncul, jadi jika Alodie belum kembali berarti ada kemungkinan ia sudah meninggal.


__ADS_2