ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Empat Dua


__ADS_3

Usahanya berhasil. Untuk mengalihkan perhatian Afkar dan orang seisi rumah Ulya sengaja membocorkan selang gas di dapur. Memastikan Fathia berhasil kabur lewat jendela Ulya bergegas memasuki kamarnya untuk mengobati luka bakar di tangannya yang sengaja ia siram dengan air panas agar Afkar tak menaruh curiga padanya.


🍁🍁🍁🍁


Alodie sampai di halaman rumah bi Inas tapi tampaknya rumah itu kosong sebab lampu halaman rumah tak menyala.


"Cari siapa mbak?" tanya seorang ibu-ibu yang melintas tepat di dekat Alodie.


"Hhmm... saya mau cari Fathia. Benarkan ini rumah keluarganya?"


"Oh, mbak Tia. Ia ini rumah bibinya tapi sepertinya mereka belum kembali."


"Memangnya mereka kemana?"


"Ibunya mbak Thia di rawat di RS. Mbak cari aja ke sana mungkin mereka masih di sana."


"Alamatnya?"


"Dekat kok Mbak, dari sini lurus nah nanti ada simpang empat Mbak belok kiri lurus lagi nanti ketemu rumah sakit."

__ADS_1


"Makasih buk," pinta Alodie segera masuk mobil dan kembali memutar stir mobil menuju RS.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Mbak turun di sini saja ya, soalnya tujuan kita beda jalur," kata sopir mobil pickup yang di tumpangi Fathia tadi saat berhasil kabur dari rumah Afkar.


"Makasih loh pak, nggak apa-apa saya turun di persimpangan ini aja," jawab Fathia turun.


Tak ada lagi mobil, motor atau angkot yang lewat di tengah malam sepeti ini. Ia ingin kembali kerumah sakit tapi ini masih di persimpangan. Terpaksa ia jalan kaki menuju rumah sakit. Meski jalanan sepi dan hanya sedikit lampu jalan yang menerangi Fathia memberanikan diri. Untung saja daerah ini aman dari tindakan kriminal jadi Fathia yakin untuk berjalan seorang diri di atas trotoar yang pada pagi hari di gunakan masyarakat untuk olah raga pagi.


Baru beberapa meter ia melangkah kakinya sudah terasa pegal Fathia memilih istirahat dulu. Ia duduk di pinggir trotoar sambil memijit kakinya. Kesal karena ponselnya mati dan tak bisa menghubungi Ciara.


Ia menepikan mobil dan turun menghampiri Fathia.


Fathia heran melihat mobil bagus berhenti di dekatnya. Memperhatikan wanita yang turun dari sana ia sepeti mengenalnya tapi siapa dan di mana? pikirnya lagi.


"Fathia?" tanya Alodie memastikan.


"I-ia."

__ADS_1


"Ikut! saya perlu bicara," ajaknya kembali ke mobil.


Kini mereka berdua sedang dalam satu mobil. Alodie kembali melajukan mobilnya sambil mengajak Fathia mengobrol.


"Kamu wanita yang tidur dengan suami saya?" tanya Alodie.


Fathia tampak mencerna omongan Alodie. "Maaf Mbak, saya tidak tau kalau Mas itu sudah punya istri," tunduk nya merasa bersalah.


"Sejauh mana hubungan kalian?"


"Jujur hanya malam itu.Saya minta maaf kalau mbak sakit hati dan marah pada saya. Tapi janji saya bukan pelakor, saya tidak akan menemui suami mbak lagi," jelasnya takut kalau Alodie akan melabraknya.


"Saya tidak percaya," bantah Alodie.


"Saya terpaksa Mbak menerima tawaran itu karena saya butuh uang untuk bayar operasi ibu saya dan bayar hutang pada rentenir. Sekarang masalah saya selesai jadi tidak ada alasan lagi buat saya menemui suami mbak," jelas Fathia meyakinkan.


"Saya dengar kamu artis pendatang baru!?"


Fathia mengangguk.

__ADS_1


"Saya akan berikan kamu uang tambahan, tapi pergi dari kota dan tinggalkan pekerjaan kamu," tawar Alodie ingin memastikan Fathia tidak muncul karena ia yakin Aka sudah menaruh hati pada wanita ini dan pasti Aka akan mencari Fathia,ia tau betul sifat suaminya itu.


__ADS_2