ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Tujuh Lima


__ADS_3

"Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif"


Hanya jawaban operator yang terdengar dari balik ponselnya saat Julanar mencoba menghubungi nomor yang di berikan Galen berkali-kali.Frustasi Julanar kembali menangis diam-diam. Ia takut jika Ciara mendengarnya nanti. Khawatir menganggu waktu istirahat anak angkatnya yang baru saja pulang syuting.


Malam di lalui Julanar dengan hati yang tak sabar menunggu pagi datang menjelang. Semoga jika pagi nanti nomor Galen bisa di hubungi. Julanar merebahkan diri di atas kasur berharap matanya dapat terpejam untuk mengistirahatkan jiwa dan raganya yang lelah akibat memikirkan tawaran Galen belakangan ini.


Jam tujuh pagi Julanar terbangun dari tidur singkatnya.Ternyata semalam matanya tak mau terpejam barang sejam. Baru tadi habis solat subuh ia merasa mulai tenang dan tertidur di atas sajadah. Kembali Julanar menghubungi nomor Galen tapi kali ini nomor yang di tuju sudah tak bisa di hubungi.


Julanar kembali menangis, di saat ia sudah memantapkan hati kenapa sekarang Galen tiba-tiba menghilang begitu saja. Kecewa Julanar merasa Galen memberikan harapan palsu padanya.Atau jangan-jangan yang di bilang Ciara itu benar?


Harapan nya hancur dan kini dugaan buruk tentang Galen yang di bilang Ciara mulai bermunculan di benak Julanar. Tak sanggup lagi menahan beban ia mulai merasakan sakit di jantungnya.


Berusaha untuk memanggil Ciara, suaranya seakan hilang karena tak sanggup lagi menahan sakit. Bersusah payah meraih obatnya di atas meja Julanar sudah tak sanggup lagi. Tangannya yang sempat menggapai botol obat menyinggung gelas sebelum ia tergelatak karena tak sadarkan diri.


Ppppprrrraannnnggg....


Ciara di kagetkan dengan suara gelas pecah. Bergegas bangkit dari tempat tidur ia berlari menuju kamar Julanar


"IBUK" pekik Ciara menghampiri.

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


UGD Rumah Sakit πŸ₯


Ciara keluar dari ambulan mengiri Julanar memasuki UGD. Dokter yang sempat menangani ibu angkatnya sudah berada di sana saat tadi Ciara menghubunginya. Ciara duduk di kursi tunggu menangis tersedu-sedu. Tak ada sebab akibat kenapa ibu angkatnya bisa tak sadarkan diri? bingungnya memikirkan apa yang membuat Julanar kembali drop.


"Bagaimana kondisi ibu saya dok?" tanya Ciara pada dokter.


Entah apa yang di bilang dokter Fathia yang ternyata duduk tak jauh dari sana melihat Ciara bergegas masuk ke dalam ruangan tempat dokter tadi keluar.Bigung Fathia menghampiri dokter yang tadi bicara dengan Ciara.


"Dok, eemm.. itu kondisi ibunya gimana ya?"


"Saya temannya!"


"Ibunya mengalami gagal jantung. Kami sudah berusaha untuk menyelamatkannya tapi terlambat karena ring jantung yang terpasang tidak dapat bekerja dengan baik sebab kondisi pasien memburuk akibat stres," jelas dokter.


Dddduuuuaaarrr....


Seperti petir menyambar di sing bolong yang teriknya sinar mata hari. Fathia syok, kakinya serasa tak berpijak di bumi. Hatinya hancur, sakit, kecewa. Pikirannya sudah tak dapat berfikir jernih.

__ADS_1


Ingin berlari kesana masuk dan memastikan sendiri tapi entah kenapa keberaniannya hilang. Ia hanya mampu melihat dari balik kaca bundar yang ada di pintu ruangan itu. Sesaat Fathia memandangi Ciara yang menangis sambil memeluk Julanar yang sudah tak bernyawa. Otaknya masih mencerna apa yang sedang terjadi?


Apakah ini hanya mimpi atau nyata?


Dari pintu utama UGD Fathia melihat kedatangan Widia. Entah kenapa ia lari menjauh untuk sembunyi.Kakinya melangkah menuju taman rumah sakit.Disana ia baru bisa menumpahkan air mata yang sedari tadi masih menggenang di pelupuk mata


......................


Berikan dukungan nya ya... dan buat yang sudah baca please tinggalkan jejak ok. πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί


Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Komen πŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š


Favorit ❀❀❀


Hadiah 🎁🎁🎁


Terimakasih πŸ™

__ADS_1


__ADS_2