
"Mas, ih lepas dong," rengek Fathia. Aka memeluknya dari belakang saat baru saja sampai di rumah.
"Kangen tau peluk istri, di rumah mama kamu asik ngobrol sama mbak Kila juga Biya akunya di cuekin."
"Sini aku peluk," ajak Fathia membalas pelukan suaminya."Udah, aku mau ke kamar dulu mau mandi gerah soalnya."
"Pakai lingerie nya lagi ya," pinta Aka menaik turunkan alisnya.
"Nggak!"
"Ayolah sayang, bayar libur aku kemaren ya ya ya."
Fathia memutar bola mata malas. Kalau Aka sudah merajuk seperti anak kecil maka akan susah untuk berkata tidak. Suaminya itu akan merengek sampai kemauannya di penuhi.
"Ia, ia ok."
Aka tersenyum penuh kemenangan. "Aku tunggu di ruang kerja, Muach." Mengecup sekilas bibir istrinya lalu pergi menuju ruang kerja.
Menunggu istrinya bersiap Aka bergegas menyelesaikan laporan yang tadi siang sempat tertinggal.
"Mas" panggilan Fathia masuk.
__ADS_1
"Kenapa di tutup segala sih?" tanya Aka membuka selimut yang membungkus tubuh Alodie palsu.
"Dingin tau, di luar hujan deras tuh," tunjuknya ke arah jendela.
"Bagus dong, artinya cuaca mendukung."
Fathia hanya mencibir. "Ini apa?"
"Kita minum wine dikit ya!?"
"Kamu masih suka minum Mas, sampe ada stok begini?" tanya Fathia melihat jejeran botol anggur di sebuah lemari.
"Nggak mau lagi aku Mas!"
"Lagi?"
Ups, Fathia keceplosan. Kenapa sampai ingat malam saat akan tidur dengan Aka sih Thia.Harus cepat-cepat putar otak nih cari alasan agar Aka nggak curiga.
"Maksudnya, satu gelas ini aja, habis itu aku nggak mau lagi," jawab Fathia khawatir mengambil gelas yang berisi wine.
"Oh, aku pikir kamu ingat kalau pernah minum wine."
__ADS_1
"Mmmm... nggak, aku nggak ingat apa-apa," ujarnya menghela nafas lega sebab Aka percaya.
Mereka berdiri berpelukan di dekat jendela sambil menikmati hujan deras yang membasahi tanah malam ini di temani segelas anggur. Sesekali Aka mencium bibir istrinya merasakan manisnya anggur melekat di sana. Lalu menyesap leher jenjang istrinya untuk membangkitkan gairah.
Malam semakin larut hujan turun semakin derasnya membuat cuaca semakin dingin membuat Aka sudah tak tahan untuk menghangatkan diri bersama sang istri. Aka menghujani seluruh tubuh istrinya dengan sentuhan cinta yang begitu nikmat begitu pula dengan Fathia membalas semua perlakuan suaminya memberikan kepuasan yang tak pernah di dapat Aka saat ia bersama Alodie dulu.
"Hhhmm.... hhhhaaa" ******* mereka.
"Aaaww" erangan mereka.
Suasana dan sensasi baru rasanya saat mereka melakukan penyatuan cinta di ruang kerja. Bahkan meja kerja Aka yang awalnya rapi kini sudah berantakan semua file dan dokumen jatuh berserakan kelantai. Aka benar-benar membayar lunas liburnya selama dua minggu kemaren.
"I love you Masaka," racau Fathia saat mereka melepaskan ****** *****.
"Love you to my wife," balas Aka memeluk erat tubuh polos istrinya.
Dengan nafas yang terengah-engah Aka melepaskan diri dari sang istri. Lalu ia menutup tubuh polos istrinya dengan selimut yang sempat di bawa Fathia tadi. Istrinya sudah terkulai lemas di atas sofa. Aka memakai kembali celananya lalu merapikan meja dan ruang kerjanya terlebih dahulu. Setelah itu ia mengendong sang istri menuju kamar mereka.
...----------------...
Like ππππ Komen ππππ Favorit π€β€ππ Hadiah ππππ
__ADS_1