ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Sembilan Tiga


__ADS_3

"Em... itu ta di," gugup Fathia memikirkan jawaban yang pas. "Tadi saya cium bau wangi nasi kuning, jadi saya pikir mungkin ibu lagi masak nasi kuning," jawabnya cepat.


"Ooohh... ia kebetulan tadi saya emang lagi masak, maaf loh tadi saya nggak tawarin," jawab Bu Dona.


Keberuntungan selalu memihak Fathia di saat ia dalam ke adaan terdesak seperti tadi, padahal jawaban yang di berikan nya cuma asal bahkan ia tak mencium bau masakan nasi kuning.Tapi lagi-lagi alasan yang di berikan nya untuk menutupi kecerobohan dirinya dalam berucap selalu tepat.


"Baiklah,kami permisi dulu ya Buk," izin Fathia.


"Silahkan, sekali lagi terimakasih. Hati-hati di jalan," balas Bu Dona mengantar kepergian mereka.


πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Sebelum berangkat ke showroom mobil Aka sempat menghubungi Beno agar datang kerumahnya sore hari. Tujuannya bisa bertemu dengan Mita lalu membuatkan kontrak kerja untuk gadis itu. Aka mengajukan beberapa poin pada Beno untuk di tulis di kontrak tersebut dan meminta Mita untuk mempelajarinya sebelum Aka sampai di rumah.


"Bagaimana? kamu sudah membaca kontraknya?" tanya Aka pada Mita.


Gadis itu masih merasa deg-degan berhadapan dengan Aka, apa lagi setelah membaca beberapa poin penting yang ada di sana Mita seperti ragu untuk bekerja. Tapi ia sangat membutuhkan uang yang di tawarkan Aka.


"Santai saja, nggak usah gugup begitu," kata Fathia memberikan secangkir teh.


"Terimakasih Mbak," tunduk Mita.


"Kalau kamu setuju dengan syarat yang saya berikan silahkan di tanda tangan kontraknya dan saya akan transfer setengah gaji kamu di awal," sambung Aka.


Meski Aka bicaranya biasa saja, tapi gadis yang baru terjun di dunia kerja merasakan hawa panas dan dingin di seluruh tubuhnya.Padahal AC di ruang tamu cukup dingin.


"Kalau kamu merasa ada poin yang memberatkan, silahkan di utarakan. Suami saya nggak akan marah kok," ucap Fathia lembut.


"Maaf sebelumnya Mbak, itu saya takut dengan poin terakhir yang mengatakan kalau saya melanggar satu poin saja saya bakalan masuk penjara," jelas Mita tertunduk.


"Kalau kamu nggak sanggup ya nggak masalah. Silahkan pulang saya akan cari orang lain," kata Aka.


"Tapi Pak, saya juga butuh pekerjaan ini dan juga gajinya sangat besar untuk saya yang pemula," sanggah Mita.

__ADS_1


"Mita, saya rasa semua poin yang ada di kontrak ini bisa kamu penuhi asalkan kamu memiliki niat yang baik. Tapi kalau kamu punya niat untuk mengkhianati saya maka wajar kamu takut untuk menandatangani kontrak," jelas Fathia.


Mita menggeleng cepat "Sumpah Mbak saya nggak ada niat untuk jahat sama Mbak. Niat saya cuma mau kerja udah itu aja," kata Mita meyakinkan. "Baik kalau begitu saya akan tanda tangan kontraknya."


Sebenarnya poin yang tertulis dalam kontrak mita hanya peringatan dari Aka untuk tak memata-matai istrinya lalu melaporkan semua pada management Alodie, sebab Aka curiga kalau Galen masih berusaha untuk mendekati istrinya lewat mereka. Kecurigaan Aka tak beralasan sebab saat Galen datang kerumahnya ternyata Rike lah yang memberikan alamat rumahnya pada Galen dan saat melewati pos jaga Rike juga yang membantu Galen untuk bisa lolos dan masuk.


Bisa saja Aka tak memberikan izin pada Alodie palsu untuk tak bekerja sama dengan mereka lagi, tapi Aka takut kalau perselingkuhan istrinya dulu tersebar ke media. Bukan Aka takut pada mereka hanya saja Aka ingin bermain aman, ia tak perlu mengancam Galen atau management Alodie yang perlu ia lakukan hanyalah melindungi istrinya dari orang-orang yang berniat jahat. Maka dari itu Mita di tugaskan untuk melaporkan semua kegiatan Alodie palsu saat di lokasi. Fathia tidak keberatan sama sekali, toh ia bukan Alodie asli yang akan mengkhianati suaminya jadi untuk apa ia merasa keberatan.


"Saya janji Pak akan memenuhi semua poin dan tidak akan melanggarnya," kata Mita yakin.


"Bagus! ini nomor kontak saya dan istri, cukup kamu yang tau. Kalau sampai ada orang lain yang menghubungi saya atau istri sudah pasti kamu yang menyebar dan kamu tau apa konsekuensinya," tambah Aka.


"Siap Pak!"


"Silahkan kamu pulang dan istirahat, besok pagi-pagi kamu sudah ada di sini."


"Terimakasih Pak, Mbak saya permisi," izin Mita.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Aka mengangguk.


"Mas, aku tinggal kebelakang mau bantu bibi masak makan malam," izin Fathia.


"Ben, gue mau besok pagi lo kirim satu supir kantor kesini untuk jadi supir pribadinya Alodie. Terus gue mau besok lo cari sekretaris dua orang untuk gue. Satunya mengurus jadwal gue di kantor sekalian bantu-bantu lo, yang satunya lagi mengurus keperluan gue di luar kantor kayak di rumah sakit sekalian jadi utusan gue untuk satu panti sosial," jelas Aka.


"Cewek apa cowok?"


"Terserah yang penting kinerjanya bagus."


"Ada lagi Bos?"


"Untuk sekarang cukup! besok kalau sekretarisnya udah ada tunggu perintah selanjutnya."

__ADS_1


Aka dan Beno masih mengobrol di ruang keluarga menunggu Fathia selesai memasak makan malam. Tak lama Fathia mengajak keduanya untuk berpindah ke meja makan. Beno akui masakan Alodoi palsu sangat enak, kadang ia masih bertanya-tanya kenapa perubahan sikap Alodie palsu begitu jauh. Tapi sudahlah yang penting sekarang saudaranya tampak bahagia dan rumah tangganya tak bermasalah lagi seperti dulu Beno tak ambil pusing lagi.


πŸ₯‘πŸ₯‘πŸ₯‘πŸ₯‘


Pagi pagi Fathia sudah bangun ia menyiapkan sarapan pagi untuk Aka juga membantu suaminya bersiap berangkat kerja. Meski ia juga harus kelokasi pemotretan pagi ini tapi ia tak mau melewatkan tugasnya sebagai istri.


"Berangkat jam berapa Al?" tanya Aka yang sedang menikmati sarapannya.


"Kamu berangkat kerja aku juga berangkat."


"Supir sudah sampai?"


"Udah Mas, tuh di depan. Aku ajak masuk nggak mau," tunjuk Fathia ke arah luar.


"Pagi" sapa Mita.


"Pagi" balas Aka dan Fathia.


"Sudah sarapan Mit? ayok gabung!" ajak Fathia.


"Udah Mbak tadi di rumah. Silahkan lanjut dulu aku tunggu di ruang tamu," izin Mita.


Pasutri itu melanjutkan sarapan mereka. Setelah itu Fathia melepas kepergian suaminya di halaman rumah, mencium punggung tangan Aka sambil izin berangkat kerja, begitu pula dengan Aka mengecup kening istrinya.


"Da-da Masaka," lambai tangan Fathia mengiringi kepergian mobil Aka.


"Berangkat sekarang kita Mbak?" tanya Mita.


"Boleh, minta pak supir siapin mobil. Saya ke kamar sebentar buat ambil tas."


🍍🍍🍍🍍


Sampai di lokasi pemotretan pas jam 8 pagi. Tim makeup artis dan wardrobe melakukan tugas mereka. Pemotretan kali ini untuk sampul majalah yang akan memberitakan come back nya Alodie di dunia entertain.

__ADS_1


Kira-kira ada 4 sampai 5 baju untuk pemotretan pertama Fathia atau Alodie palsu setelah kecelakaan.


"Ok, sekali lagi. Ganti gayanya, lihat samping angkat dagunya. Bagus Al beri sedikit kesan glamour," kata kameramen memberikan arahan.


__ADS_2