ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Sembilan Delapan


__ADS_3

"Honey, tolong handuk sama minum dong," kata Aka berteriak dari ruang gym.


"Ia, bentar," balas Fathia dari arah dapur.


Dulu Aka tak betah jika hari liburnya di habiskan tanpa kegiatan di luar rumah, tapi sejak bersama Alodie palsu hari libur menjadi hari yang paling di tunggu-tunggunya. Setelah sibuk bekerja selama enam hari dalam seminggu maka hari libur ia manfaatkan untuk quality time bersama sang istri.


Rumah tempat ternyaman bagi mereka mengisi waktu melakukan kegiatan yang mungkin jarang di lakukan saat mereka berdua sibuk bekerja.


Contohnya saja sekarang habis membantu Alodie palsu mengurus taman dan kebun Aka kemudian membantu istrinya membereskan rumah sebab bi Runi sudah di kirim Aka ke rumah mamanya tiap sabtu sore. Lalu menemani Alodie palsu memasak makan siang nah baru Aka olahraga sedikit dengan alat-alat gym yang ada di rumah. Sejak hidup bersama Alodie nan amnesia tubuh Aka menjadi lebih gemuk akibat lidah dan perutnya begitu di manja oleh makanan yang di masak Alodie palsu.


"Ini Mas," Fathia memberikan handuk dan sebotol air putih.


"Kamu nggak olahraga Al? buat kesehatan loh sekalian bakar lemak semalam makannya banyak kan," kata Aka.


"Nggak perlu Mas! mau makan sebanyak apa pun badan aku nggak mau gemuk," ujar Fathia menyeruput jus mangga yang ada di tangannya.


"Kok kamu bisa ngomong gitu? bukannya dulu kamu pencinta diet makan harus di jaga, olahraga ini itu buat jaga bentuk tubuh agar tetap langsing," oceh Aka.


Fathia bingung sendiri. Bagaimana menjelaskannya pada Aka kalau tubuhnya tak seperti Alodie asli yang di bilang Aka harus diet agar langsing. Sedangkan tubuhnya hanya mentok di angka 60 kg meski sudah makan banyak mungkin karena keturunan kali ya Fathia tak bisa gemuk.


"Tau ah, mendingan berenang," kata Fathia berlalu pergi untuk menghindari suaminya.


Cuaca menjelang sore sangat panas makanya Fathia memilih untuk berenang supaya terasa segar.Aka pun akhirnya menyusul sang istri ke arah kolam berenang. "Sore mau kemana Al?" tanya Aka berdiri di tepi kolam.


"Nggak tau, rencana sih cuma mau nonton film aja," jawab Fathia kembali menyelam.


"Makan malam di rumah mama mau nggak?"


Fathia hanya mengacungkan jempol.


Menunggu istrinya selesai berenang Aka istirahat sebentar di kursi santai.


"Masaka," panggil Alodie palsu dari dalam kolam.


"Apa?"


"Sini, ikut berenang!"

__ADS_1


"Ok."


Pasangan itu berenang bersama sambil bercanda mesra. Tak mau suaminya semakin liar di kolam berenang Fathia mengajak Aka untuk mandi dan berganti pakaian.


๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“


"Lagi sibuk syuting apa sekarang Al?" tanya Mama Alia di meja makan.


"Syuting sinetron sama web series Mah."


"Padat ya jadwal kamu!"


"Nggak juga kok Mah, syuting sinetron aku kurangi. Jadi lebih fokus ke web series aja sekarang lebih santai kan nggak kejar tayang," jelas Alodie palsu menyuap makanan ke mulut.


"Kamu gimana Aka?" giliran Papa Faris menanyai kesibukan anaknya.


"Rencana mau kirim produk ke luar negri Pa, ya minimal ke negara tetangga dulu lah."


"Bagus itu, Papa doa kan semoga lancar dan sukses."


Obrolan keluarga masih berlanjut di meja makan. Karena kesibukan mereka semua hari libur sering di manfaatkan untuk berkunjung. Selesai makan malam Aka dan Alodie palsu menikmati waktu santai bersama kedua orang tua Aka di halaman belakang sebelum memutuskan untuk pulang.


๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“


"Tidur lagi aja istirahat, aku berangkat kerja ya," pamit Aka mencium kening istrinya sebelum turun dari kamar.


Alodie palsu mencium punggung tangan Aka hal rutin yang di lakukan nya saat melepas sang suami berangkat kerja. Kali ini ia tak mengantar Aka turun ke bawah sebab tubuhnya masih merasa lelah akibat semalam melayani sang suami yang tak pernah puas dengan dirinya. Akibatnya kini Fathia merasa sedikit pusing hanya tidur 3 jam dan pagi-pagi ia harus bangun lagi untuk membantu Aka bersiap ke kantor.


Jam sebelas siang Fathia sudah bagun kemudian langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja. Mita pun sudah menunggunya di bawah tapi sebelum ke lokasi syuting ia berniat mengajak Ciara untuk makan siang bersamanya.


๐Ÿ“ฑHallo Ci


๐Ÿ“ฑFathia?


Ciara mengira nomor asing yang menghubunginya adalah Fathia karena ia di panggil dengan panggilan akrab mereka.


๐Ÿ“ฑBukan! ini gue Alodie

__ADS_1


Jelas Fathia cepat dan ia pun sempat merasa gugup saat Ciara panggil Fathia.


๐Ÿ“ฑOh, Tau dari mana lo nomor gue?


๐Ÿ“ฑNggak penting. Kita makan siang bareng yuk


๐Ÿ“ฑOk tapi nggak lama ya


๐Ÿ“ฑSip, gue kirim alamat kafenya.


Fathia menutup sambungan telpon sambil menghela nafas. Rasa rindunya pada Ciara membuat ia melupakan panggilan akrab itu hanya sedikit orang yang tau.


"Gue udah pesan makanannya," ujar Fathia menyambut Ciara.


Raut wajah Ciara langsung berubah bingung. "Tau dari mana lo kalau ini semua makanan kesukaan gue?"


Lagi, Fathia kembali melakukan kesalahan.


"Hhmm itu dari Mita dia yang cari info soal kamu kemaren pas ketemu di lokasi syuting," jawab Fathia asal tapi meyakinkan buat Ciara.


Ciara mengangguk-angguk kepala.


"Makan yuk!" ajak Fathia. "Oh ya Ci aku boleh tanya nggak? kenapa sih kamu kelihatan pendiam gitu? padahal aku sering ngajak kamu ngobrol loh di lokasi tapi kamu sering menghindar gitu kayak lagi ada masalah, bahkan nomor ponsel kamu aja aku sampai minta sama asisten kamu?!"


Ciara hanya diam dan menikmati makanannya ia memilih tak menanggapi pertanyaan Fathia. Fathia pun tau perubahan sikap Ciara yang sekarang pasti karena dirinya yang menghilang begitu saja di tambah kepergian bu Julanar nan mendadak.


"Kalau kamu ada masalah cerita sama aku, jangan di pendam sendiri. Ingat sekarang kita kan berteman jadi kamu nggak perlu merasa sendiri lagi," ujar Fathia menghibur.


"Lo nggak akan ngerti sama kehidupan gue," kata Ciara ketus.


Fathia menghela nafas untuk bersabar agar Ciara mau sedikit terbuka padanya.


"Ya kalau kamu nggak mau cerita dan nggak mau berbagi bagaimana orang akan tau tentang kehidupan kamu?! Dengan kamu bercerita setidaknya orang akan paham dengan kondisi kamu meski mereka nggak merasakan bagaimana sulitnya kehidupan yang kamu lalui," jelas Fathia menggenggam tangan Ciara.


Tiba-tiba Ciara menangis tubuhnya bergetar karena sudah tak sanggup menahan kesedihan yang selama ini di pendam nya sendiri. Fathia tau pasti berat bagi Ciara memikul semua ini sendirian. Ia lalu berdiri dan memeluk Ciara sambil menggosok punggung sahabatnya itu.


"Nggak apa kalau kamu belum sanggup cerita kalau kamu masih mau nangis aku masih di sini kok," ujar Fathia menyembunyikan air matanya. Bagaimana pun ia juga merasakan hancurnya hati Ciara. Ingin rasanya ia memberitahu Ciara saat ini juga kalau dirinya adalah Fathia, tapi semua butuh waktu untuk Ciara juga dirinya. Ciara butuh waktu untuk menata kembali hati dan perasaannya dan ia juga butuh waktu agar siap menceritakan ini semua pada Ciara juga mempersiapkan diri untuk menerima reaksi dari Ciara nanti.

__ADS_1


__ADS_2