ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Delapan Belas


__ADS_3

"Gimana Ti, lo udah ngomong sama rentenir itu?" tanya Ciara saat mereka sedang menikmati makan siang.


Fathia menggelengkan kepalanya, sebab mulutnya masih mengunyah makanan.


"Kapan lo bakalan ngomong?"


"Nanti malam, gue bakalan beresin masalah ini. Gue minta tengang waktu satu bulan lagi. Oh ya Ti, menurut lo kalau gue bawa ibu tinggal bareng kita di kota gimana? lo nggak keberatan kan?"


"Ya nggak lah, malahan gue senang ada ibu di rumah, ada orang yang bakalan nungguin kita pulang kerja dan gue kangen banget tau sama ibu, lo tau lah sejak kedua orang tua gue meninggal yang selalu ada dan mensuport gue itu orang tua lo apalagi ibu," jawab Ciara.


Fathia senang karena ia memiliki seorang sahabat yang melebihi saudara kandung. Susah mereka hadapi bersama senang pun begitu, mereka saling tergantung satu sama lain.


"Habis ini kita kemana?" tanya Fathia.


"Kita kepantai aja."

__ADS_1


"Siang-siang gini?"


"Bukan, nanti sorean dikit. Sekarang gue mau ajak ibuk keliling kota dulu," jelas Ciara


"Ok, gue setuju."


🍁🍁🍁🍁


*My wife Al


^^^ Alodie*. ^^^


Aka menghela nafas panjang seraya menghempaskan ponselnya ke atas meja kerja setelah membaca pesan singkat dari sang istri. Meskipun sikap Alodie sudah mulai berubah tapi tetap saja wanita itu akan menghabiskan waktu malam minggunya di luar untuk syuting dengan dalih bahwa bayarannya mahal jika syuting di hari libur. Padahal uang yang diberikan Aka untuknya tak pernah kurang dan alasan lagi Alodie tetap ingin mengejar cita-citanya menjadi artis terkenal hal itulah yang membuat Aka mengalah untuk tak melarang istri tercinta menggapai impiannya.


"Kenapa lagi, tampang lo kusut amat?" tanya Beno yang sudah tiba di ruang kerja bosnya itu.

__ADS_1


"Biasa, Alodie pergi syuting lagi dan dia izin ke gue cuma lewat WA," kesal Aka menjelaskan pada sekretaris juga sepupunya itu.


"Ya dari awal lo nikahin dia lo tau kan resikonya, jadi sekarang lo terima aja," Beno mengingatkan.


"Ya tapi sampai kapan Ben, gue ini laki-laki, gue ini suaminya, gue butuh di layani, di hangatkan, di perhatikan, bukan hanya dia aja yang harus selalu gue mengerti," keluh Aka curhat.


Beno hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala. Ia tau betul kisah Aka menikahi Alodie dulu hanya karena ia ditolak oleh seorang wanita Aka langsung menggebu-gebu untuk memiliki wanita itu, tanpa pikir panjang kedepannya apakah pernikahan itu akan berjalan dengan baik. Meski sudah diperingatkan oleh kedua orang tuanya Aka tetap kukuh dengan pendiriannya untuk menikahi Alodie dan ia siap menerima resikonya nanti jika Alodie membencinya dan Aka akan merebut hati wanita itu agar menjadi miliknya.


"Ngomong-ngomong di hangatkan gimana kalau nanti malam kita ke klab Joe," saran Beno.


"Ngapain?"


"Cari penghangat buat lo. Emang udah berapa lama lo nggak di hangatkan oleh Alodie?" tanya Beno sambil terkekeh.


"Cih, selama setahun gue nikah sama dia bisa di hitung pake jari berapa kali dia mau melayani gue di kasur, itu pun karena ia minta uang dalam jumlah yang besar kalau nggak ya dia nggak akan mau," jawab Aka kesal.

__ADS_1


__ADS_2