
"Sayang, kok lama?" teriak Aka dari bawah sebab kemar mereka tepat di atas ruang keluarga.
"Bentar Mas," jawab Fathia juga berteriak.
Ia sedang mempersiapkan dirinya di kamar, mulai dari mandi, dandan juga menata rambutnya tak lupa memakai parfum. Terakhir Fathia memakai lingerie berwarna hitam. Sebab kemaren ia sudah janji pada sang suami.
Penuh keyakinan ia turun menuju lantai satu tempat sang suami berada. Aka yang sedang asik menonton film yang di putarnya tak menyadari kedatangan sang istri.
"Serius banget nontonnya," kata Fathia duduk di pangkuan Aka yang duduk selonjoran di atas karpet bulu.
Aka kaget, tapi sedetik kemudian ia meneliti penampilan istrinya sambil tersenyum senang. Pantas saja lama di kamar ternyata ingin memberikan kejutan kecil untuknya.
"Cantik dan sexy," puji Aka menyelipkan anak rambut Fathia di balik telinga.
"Suka nggak?"
Sebagai pria normal tentu saja Aka sangat menyukai penampilan istrinya kini. Bahkan dalam sekejap gairahnya mulai bangkit.Sudah tak tahan ingin rasanya ia langsung menerkam istrinya.Aka memulai dari bibir Fathia. Bibir yang tampak sangat menggoda karena lipstik merah yang di pakai sang istri.
Ciuman yang lembut tapi semakin lama semakin memburu menuntutnya untuk lebih.Fathia juga membalas cumbuan penuh ***** suaminya. Wajar sebab sudah dua minggu lebih mereka tak memadu kasih.
__ADS_1
Tangan Aka sudah tak tinggal diam. Mulai menjelajahi tubuh istrinya, kulit mulus nan putih itu tak luput dari sentuhan hangat telapak tangan Aka. Fathia mendongakkan kepalanya ke atas saat Aka menggelitik leher jenjangnya.
"Hhmm... Mas" ujar Fathia meremas rambut Aka.
Ponsel Aka tiba-tiba Berdering.Dering pertama tak mereka hiraukan. Lalu dering ke dua Fathia melihat layar ponsel suaminya, nomor tak di kenal ia teringat jika Aka tadi sempat memesan makanan.
"Mas, kayaknya ojek online yang ngantar makanan deh. Mungkin udah di depan," kata Fathia menghentikan aktifitas suaminya.
"Cih, ganggu aja." Aka menurunkan istrinya dari pangkuan.Sedangkan Fathia hanya tersenyum melihat suaminya yang kesal.
Aka mengambil pesanan makanannya di pintu depan rumah serta membayar tak lupa juga memberikan uang tips. Setelah itu ia kembali menghampiri sang istri.
"Nanti! aku mau makan hidangan pembukanya dulu," tolak Aka menarik istrinya dan melanjutkan permainan mereka tadi yang sempat tertunda.
Jadilah mereka melepaskan segala hasrat yang sudah memuncak di ruang keluarga di iringi televisi yang masih menyala.Sepertinya sang istri lebih menarik bagi Aka dari film yang di tonton nya tadi.
Setelah saling mencurahkan cinta mereka pun membersihkan diri. Fathia sudah mengeluh lapar pada suaminya makanan yang tadi mereka pesan langsung di santap oleh mereka berdua hingga habis tak bersisa.
"Kenyang nya," ujar Fathia duduk di sofa ruang keluarga sambil melanjutkan film yang tadi sempat mereka abaikan.
__ADS_1
"Loh, Mas kok di matiin sih?" heran Fathia saat sedang asik menonton tv nya malah mati. "Dikit lagi habis loh, di lanjutin lagi aja Mas."
"Kita aja yang lanjut sayang," ajak Aka merasa gelora nya mulai bangkit lagi. Sebab penampilan istrinya sungguh menggoda di balik baju kemeja putih milik Aka tadi yang sempat ia pakai.
Aka kembali mencumbu istrinya. Rasanya ia tak pernah puas dengan tubuh Fathia atau Alodie palsu, ingin lagi, lagi dan lagi. Tanpa melepas tautan bibir mereka Aka mengendong istrinya menaiki tangga menuju kamar. Mengulang kembali penyatuan cinta yang begitu indah, membawa mereka terbang ke nirwana.
......................
Jangan pelit dong, kasih dukungannya yang banyak... π£π₯Ί
Like tiap babnya ππππ
Komen tiap babnya ππππ
Favorit biar ada notif saat up date πβ€π€π
Jangan lupa hadiahnya ππππ
Terimakasih πππ
__ADS_1