ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Enam Empat


__ADS_3

"Terimakasih banyak sudah mau menerima kami, dan juga jamuan nya enak," puji Rike.


Aka dan Fathia memang mengajak tamunya untuk menikmati hidangan di atas meja makan karena hari sudah sore, tak enak rasanya kalau hanya di suguhkan minuman dan cemilan saja.


"Sama-sama.Semua ini masakan Alodie," kata Aka.


"Oh ya? sejak kapan Alodie bisa masak?" kaget Rike tak percaya, karena ia juga kenal dengan Alodie dulu.


"Baru-baru ini Mbak, karena sering di tinggal sendiri kalau Mas Aka nya sibuk jadi saya belajar masak sama bibi tau juga lewat YouTube," jelas Fathia bohong. Sebenarnya tanpa belajar pun ia sudah pandai di dapur. Hanya saja karena sekarang ia berperan menjadi Alodie ya pura-pura belajar masak jadinya deh.


"Dokter Aka, Alodie kami pamit segera, harus kembali ke kantor untuk mengatur jadwal, agar bisa secepatnya di lakukan konferensi pers, kami tak bisa menahan lebih lama lagi serbuan wartawan dan media yang setiap hari datang ke kantor," ujar Bayu.


Aka dan Fathia mengantar tamunya sampai pintu depan dan mobil mereka meninggalkan halaman rumah.


"Besok kita ke RS ya, kita konsultasi dulu sama dokter Labib," ajak Aka sambil mereka masuk ke dalam rumah.


"Boleh deh Mas."


❀❀❀❀


Jadwal konsultasinya dengan dokter Labib sekitar pukuk 10 pagi, tapi Fathia sudah berangkat bersama Aka pagi ini meski harus mampir ke kantor Aka dulu.


"Bosan Mas, di rumah sendirian," rengek Fathia.

__ADS_1


"Tapi nanti di kantor kamu mau ngapain? aku ada meeting loh! nggak apa aku tinggal sendiri?"


"Nggak apa Mas, tapi aku bolehkan keliling kantor kamu?"


"Boleh, nanti aku minta salah satu pegawai temani kamu!"


"Nggak usah Mas, aku jalan sendiri aja!"


"Ok.Berangkat sekarang?"


Fathia mengangguk dan mengandeng lengan suaminya menuju mobil yang sudah terparkir di halaman rumah.


Tak ada angin tak ada hujan Gelen sudah berada di sana dan ia menarik tangan Fathia dengan sangat kencang. Rumah baru Aka memang tak ada satpam penjaga sebab lingkungan ini merupakan komplek perumahan yang aman. Setiap tamu yang masuk harap lapor. Aka bingung bagaimana Galen bisa masuk dan di loloskan penjaga.


"Dasar pembohong," umpat Galen menunjuk wajah Fathia. "Bisa-bisanya lo ngaku-ngaku Alodie."


"Ngaku nggak! lo itu siapa sebenarnya?" hardik Galen.


Wajah Fathia memucat, cemas juga takut. Kenapa laki-laki ini bisa bicara seperti ini?


Apa dia tau kalau Fathia bukan Alodie asli?


Apa dia sudah bertemu Alodie asli?

__ADS_1


Bagaimana kalau Mas Aka percaya?


Fathia tak mau rahasianya ini terbongkar begitu saja. Pura-pura, ya lebih baik ia bersandiwara keadaan amnesia ini ada untungnya jika di manfaatkan.


"Apa?saya nggak ngerti maksud kamu?"


"Kamu cuma ngaku-ngaku jadi Alodie kan?!"


"Terus saya siapa? saya emang nggak tau siapa diri saya sebenarnya saat saya tersadar. Tapi dia, Mas Aka bilang kalau saya Alodie dan saya istrinya makanya saya percaya!" tunjuk Fathia.


"Pintar ya kamu bersandiwara!" kesal Galen.


"Lalu kalau saya bukan Alodie, siapa saya sebenarnya? atau jangan-jangan Mas Aka bohong!?"


Fathia mulai menitikkan air mata untuk meyakinkan aktingnya.


Bhug...


Aka melayangkan bogem mentah di pipi Galen.


"Apa maksud lo mempengaruhi istri gue?"


"Dia itu bukan Alodie! dia cuma ngaku-ngaku! jelas Galen berusaha meyakinkan Aka.

__ADS_1


......................


Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ komen πŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š Favorit ❀❀❀


__ADS_2