ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Delapan Puluh


__ADS_3

"Janji ya besok?"


Fathia memberikan senyum hangatnya. "Janji".


"Ayok kalau gitu kita tidur," ajak Aka mengendong Fathia masuk kedalam kamar.


Di atas ranjang Fathia merebahkan kepalanya di dada bidang Aka sambil memeluk pinggang suaminya.Meski Aka tak tau suasana hati istri nya saat ini, tapi ia memberikan kehangatan dan sentuhan di kepala Fathia agar istrinya bisa merasa nyaman dan tenang supaya tidurnya lebih nyenyak.


Pelan-pelan mata Fathia mulai terasa berat dan tanpa ia sadari dirinya sudah tertidur lelap dalam dekapan sang suami. Aka membenarkan posis tidur istrinya lalu ia juga ikut berbaring dan mendekap sang istri palsu di dada.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Malam tadi tidur Fathia terasa begitu nyenyak sampai membuat ia terlambat bangun untuk menyiapkan sarapan pagi. Dengan mata terpejam ia meraba kasur berharap dapat memeluk Aka saat membuka mata. Tapi ternyata di sampingnya sudah kosong.


"Mas Aka kemana ya?" gumamnya sendiri yang masih betah tiduran di ranjang.


Ternyata hari sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.Fathia mendudukkan diri di ranjang.


"Morning" sapa Aka saat masuk kamar.


Bibir Fathia melengkungkan senyuman. "Pagi Mas, kamu dari mana?"


"Dari bawah. Nyenyak banget ya tidur istri aku sampai bangun kesiangan?" tanya Aka duduk di pinggir kasur menghadap sang istri.


Fathia mengangguk sambil menggosok wajahnya. "Makasih ya, pelukan kamu nyaman banget bikin aku nyaman jadi tidurnya pules."

__ADS_1


"Sekarang kita sarapan di bawah yuk!"


"Aku cuci muka dulu ya Mas."


Habis cuci muka dan berganti pakaian, Fathia di ajak oleh suaminya menuju halaman belakang. Tampak di sana ada dua kursi dan satu meja dengan sarapan pagi sudah terhidang di atasnya.


"Ini apa Mas?" tanya Fathia.


"Spesial buat istri tercinta. Sarapan pagi romantis di halaman rumah."


Fathia tersenyum senang. "Makasih loh Mas."


"Maaf ya cuma di rumah aku belum bisa ajak kamu makan di restoran mewah," pinta Aka menarik kursi untuk istrinya duduk.


"Nggak masalah Mas, gini aja aku udah senang banget."


"Kamu yang masak? pasti di bantu bibi kan!"


"Yang aduk di wajan memang aku, tapi bumbu semuanya di siapin bibi," jawab Aka jujur.


"Hahaha... sama aja bohong Mas," tawa Fathia mulai menyendok sarapan paginya.


"Gimana rasanya?"


"Enak kok," jawab Fathia memuji untuk menghargai usaha sang suami.

__ADS_1


Pagi ini mereka nikmati dengan obrolan santai sambil menyantap masakan Aka. Memang belakangan Aka tak punya waktu untuk menghabiskan waktu berdua sama sang istri dan hari ini ia ingin menebusnya meski hanya di rumah saja, sebab ia belum di izinkan untuk beraktifitas di luar rumah.


"Nanti siang aku boleh ke kantor sebentar kan? cuma mau tanda tangan beberapa dokumen aja,"jelas Aka meminta izin sang istri.


Fathia menghela nafas kesal dan berhenti menyendok makanan.Punggungnya menyandar di sandaran kursi. Entah kenapa Fathia sedikit emosi mendengar suaminya yang akan berangkat ke kantor meski hanya sebentar. Ia merasa Aka tak bisa memahami situasi dirinya kini yang sedang butuh seseorang untuk selalu menemaninya.


Tapi ia sadar, mana mungkin Aka tau kalau dirinya sedang berduka atau sedih, sebab ia tak pernah cerita bahkan ia sendiri yang menutupinya dari Aka. Ia sendiri yang selalu tampil baik-baik saja di depan sang suami. Jadi jangan salahkan Aka jika dirinya tak peka kalau sang istri sedang butuh dirinya saat ini.


......................


Ajak teman, saudara, sahabat dan keluarga untuk baca novel aku ini ya... πŸ₯Ί


Dan jangan lupa dukungan dan jejak kalian jika telah membaca kisah Aka dan Istri palsunya.


Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


komen πŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š


Favorit ❀❀❀❀


Hadiah 🎁🎁🎁🎁


Terimakasih buat kalian semua yang sudah memberikan dukungannya, terimakasih juga buat yang selalu setia nungguin updetean dari aku.


πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜β€πŸ§‘πŸ’›πŸ’šπŸ’™πŸ’™πŸ’œπŸ–€πŸ€πŸ€Ž

__ADS_1


Love warna-warni dari aku buat kalian semua.


__ADS_2