ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Enam Tujuh


__ADS_3

Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ Komen πŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š Favorit ❀❀❀


...----------------...


"Kamu mau ke kantor?" tanya Fathia saat mobil yang mereka naiki sudah meninggalkan rumah sakit.


"Rencananya sih ia Al, tapi kamu gimana? nggak apa aku tinggal di rumah sendirian?"


"Nggak apa Mas, kan ada bi Runi aku bisa ngobrol nanti sama dia."


"Ok, deh. Mau beli sesuatu dulu buat makan siang?"


"Mas nya mau makan di rumah atau di restoran?"


"Di rumah aja kali ya, sekalian mau ambil berkas sebelum ke kantor," jawab Aka sambil mengemudi.


Sampai di rumah sambil menunggu istrinya menyiapkan makan siang Aka mengambil berkas dan laptopnya di ruang kerja. Kedepan ia akan mulai di sibukkan dengan peluncuran produk baru di perusahaannya. Banyak klien sudah menunggu dan komplain karena Aka terlalu lama menunda.


Sedikit buru-buru Aka menikmati makan siang nya, sebab sudah di tunggu oleh semua karyawan untuk segera meeting.


"Aku berangkat ya Al, nanti mungkin pulangnya malam!"

__ADS_1


"Ia Mas, hati-hati nanti kabari aku pulangnya jam berapa," sahut Fathia mencium punggung tangan suaminya.


πŸ₯­πŸ₯­πŸ₯­πŸ₯­


Sudah pukul sebelas lewat sepuluh Aka tak kunjung pulang. Pesan terakhir yang di terima Fathia dari suaminya mengatakan kalau Aka akan pulang jam sembilan malam nanti. Tapi ini sudah lewat dua jam lebih. Dan ponsel Aka sudah tak aktif lagi kala Fathia coba menghubungi. Makanan yang tadi di masaknya sempat di hangatkan kembali dan sekarang sudah dingin kembali.


Bi Runi juga sudah istirahat dari tadi setelah menghangatkan makanan. Lalu Fathia memintanya untuk duluan saja ke kamar karena ia akan menunggu suaminya pulang.


Sambil menonton tv di ruang keluarga terdengar deru mesin mobil suaminya memasuki garasi. Wajah Fathia langsung tersenyum merekah berlarian kecil kedepan untuk membuka pintu.


"Kok belum tidur?" tanya Aka kaget melihat istrinya yang membukakan pintu.


"Sudah makan kamu?" tanya Aka yang melirik ke meja makan ternyata ada makanan yang masih tertata di sana.


"Belum, aku nungguin kamu takutnya kamu belum makan," jawab Fathia.


Aka merasa bersalah karena pulang terlambat dua jam lebih dari waktu yang sudah di janjikan pada sang istri. Mereka kini melangkah menuju meja makan.


"Aku panasin dulu ya."


"Nggak usah sayang, kita langsung makan aja," ajak Aka mendudukkan istrinya di kursi.

__ADS_1


"Tapi ini sudah dingin Mas, nggak enak nanti kamu makannya."


"Ini kamu yang masak kan?"


Fathia mengangguk.


"Ya sudah, ayo makan. Dingin pun tetap enak kalau kamu yang masak. Lama kalau di panasin dulu kasian kamu dari tadi belum makan."


"Emangnya kamu sudah makan?" tanya Fathia balik sambil meletakkan nasi dan lauk di atas piring untuk suaminya.


"Belum sih, cuma makan snack aja tadi."


"Yuk dimakan Mas," ajak Fathia setelah mengisi piring untuknya.


Aka senang, sekarang ia merasa di hargai sebagai seorang suami. Istrinya mau menunggu kepulangan dirinya. Bahkan sampai rela menahan kantuk dan lapar hanya karena mengkhawatirkan dirinya. Sungguh bahagianya kini rumah tangga yang ia jalani.


Selesai makan malam Fathia membereskan meja makan.Meletakkan piring kotor di tempat cucian.


"Besok aja biar bibi yang cuci Al! udah malam ini kita ke kamar yuk tidur," ajak Aka.


Benar juga, bahkan kantuk kini sudah mulai menyerang. Tadi saat suaminya belum pulang tak sedikitpun ia merasakan kantuk. Tapi kini rasanya ingin segera merebahkan diri di atas kasur.

__ADS_1


__ADS_2