ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Tujuh Tujuh


__ADS_3

Pemakaman siang ini hanya di hadiri oleh Ciara, Widia dan Juga Niko. Pastinya juga ada Fathia yang hanya bisa melihat dari kejauhan. Ia tak berani muncul di hadapan Ciara dengan wajah yang sudah tak lagi seperti Fathia asli. Sakit sungguh sakit hatinya melihat sang ibu untuk yang terakhir kalinya dari kejauahan, tak bisa memeluk, tak bisa mengucapkan kata maaf.


Kepergian Ciara dan yang lain, Fathia langsung berlari dan memeluk pusara sang ibunda.Tanggisnya kembali tumpah di sana.


"Kenapa ibu nggak tunggu aku datang dan menjelaskan semuanya?" tanya Fathia sesegukan.


"Aku pasti akan datang menemui ibu dan menjelaskan apa yang terjadi, tapi kenapa ibu nggak memberi aku waktu?"


"Kenapa ibu harus pergi secepat ini?"


Fathia berbicara seolah-olah ibunya dapat mendengar. Memang keadaannya sekarang sangat sulit untuk di jelaskan jika ia tiba-tiba saja muncul dan mengaku sebagai Fathia pada sang ibu. Ada keinginan untuk menemui Ciara dan Julanar dan menjelaskan pelan-pelan apa yang sudah terjadi.


Tapi kini semua sudah terlambat, sang ibu sudah meninggalkannya membawa pertanyaan yang belum terjawab tentang keberadaan anak gadisnya yang menghilang empat bulan belakangan.


"Buk, maaf jika aku terlambat datang dan menceritakan ini semua sama ibu."

__ADS_1


"Maaf kalau aku bikin ibu khawatir dan cemas memikirkan aku."


"Aku harap ibu bisa mengerti posisi aku sekarang dan aku butuh waktu untuk bisa menjelaskan ini semua pada Ciara."


Pinta Fathia mengusap pipinya yang sudah dibasahi air mata.


"Semoga ibu tenang di sana ya.Sekali lagi aku minta maaf kalau aku bohong sama ibu," pintanya yang terakhir kali dan meninggalkan makam Julanar.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Sampai di rumah Fathia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Berendam di dalam bathup Fathia memejamkan matanya untuk mencari ketenangan.Ikhlas hanya kata itu yang terucap di hatinya, ia harus ikhlas melepas kepergian sang ibunda meski dengan cara perpisahan yang menyakitkan. Dekat tapi tak dapat menggapainya, tak dapat menyentuhnya, tak dapat memeluknya.


Menghadap sang pencipta untuk mengadukan segala keresahan hatinya. Meminta obat untuk luka hatinya, meminta petunjuk untuk takdirnya kedepan. Ya hanya Tuhan lah tempat yang lebih baik untuk kita bercerita dan berkeluh kesah. Setelah itu ikhlaskan, biarlah tangan yang maha kuasa mengatur jalannya hidup kita ini dan percaya kalau semua yang terjadi merupakan yang terbaik dari Allah.


Merasa hatinya sudah sedikit tenang, Fathia memilih untuk istirahat sejenak di atas kasur. Melupakan kejadian yang tak terduga ini barang sejenak dan berharap nanti saat ia kembali membuka mata semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


Dan ia bisa kembali menjalani hidup sebagai istri Akalanka.


...****************...


Ajak teman, saudara dan keluarganya untuk baca novel aku ya... πŸ₯Ί


Please juga dukungannya dan jejak kalian jika sudah membaca novel ini, beri


Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Komen πŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š


Favorit ❀❀❀❀


Hadiah 🎁🎁🎁🎁

__ADS_1


Semuanya sangat berarti bagi aku agar cerita ini bisa masuk rangking. AMIN.


LOVE LOVE dan Terimakasih πŸ™


__ADS_2