ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Dua Lima


__ADS_3

Pagi ini Ciara sudah tampak rapi karena ia ingin mengunjungi Fathia di rumah sakit. Meski lelah akibat pertempuran semalam tak membuatnya engan untuk bangun pagi dan segera membersihkan diri, bahkan ia juga sempat membuatkan sandwich dan kopi untuk sarapan pagi buat Joe yang masih terlelap di atas kasur tanpa pakaian sehelai pun karena tubuhnya sangat lelah setelah semalam ia bekerja keras menunggangi Ciara.


Tak lupa Ciara menyelipkan sepucuk surat yang sudah di tulisnya tadi di dekat cangkir kopi itu. Sebagai tanda perpisahan dengan suami sirihnya sejak dua tahun ini. Apakah ada cinta atau tidak di antara mereka hanya Tuhan lah yang cukup tau rahasia hati setiap hambanya. Merasa semua beres Ciara meninggalkan apartment Joe dengan helaan nafas panjang merasa lega karena ia akan memulai hidup baru untuk menggapai cita-citanya.


Sampai di bawah gedung apartment Ciara langsung masuk kedalam mobil yang merupakan taxi online pesanannya. Tak lupa ia mengirim pesan pada Fathia kalau ia sudah berangkat menuju rumah sakit . Ditengah perjalanan Ciara menyempatkan membeli buah-buahan dan beberapa makanan untuk sarapan pagi buat Fathia dan juga Bu Julanar.


"Gimana kondisi ibu kata dokter?" tanya Ciara saat ia sudah tiba di ruang rawat bu Julanar.


"Fathia menghela nafas. "Kata dokter ibu harus pasang ring jantung karena penyumbatan di arteri koroner sudah lebih dari 60%."

__ADS_1


"Terus?"


"Gue bigung Ci sama biayanya, apalagi BPJS ibu belum bisa di pakai. Kalau kita tunggu satu bulan lagi dokter takut akan terjadi penyumbatan kedua."


"Berapa biayanya?"


"Kira-kira 250 juta sudah termasuk rawat inap dan penebus obat pasca operasi," jelas Fathia tertunduk lesu.


"Tadi malam gue sudah minta cerai sama bang Joe nggak mungkin gue balik kesana lagi buat pinjam uang sama dia, maaf ya Ti gue nggak bisa bantu," jelas Ciara memandang sahabatnya dari samping karena mereka kini sedang duduk di bangku taman rumah sakit.

__ADS_1


Bibir Fathia membentuk sebuah senyuman. "Syukurlah akhirnya lo berpisah dengan pria itu, kalaupun sekarang gue lagi terdesak nggak akan gue biarkan lo ngemis-ngemis lagi sama dia. Sudah cukup hal yang lo lakukan selama ini untuk balas budi sama dia."


"Terus sekarang kita harus gimana Ti? jujur gue nyesal udah minta cerai sama Joe, mendingan gue minta uang aja sama dia," keluh Ciara.


"Jangan! lo nggak boleh balik lagi sama dia. Sekarang lo harus fokus sama kerjaan dan lo harus buktikan kalau lo bisa sukses," kata Fathia memberikan semangat.


"Terus ibu?"


Fathia hanya membisu jujur ia pun bingung kemana ia harus mencari uang sebanyak itu untuk biaya operasi sang ibunda belum lagi ia harus membayar hutang piutang akibat sang bibi.

__ADS_1


"Gue lakukan hal yang pernah lo lakukan Ci buat bayar hutang papa lo," jawab Fathia yakin dengan tatapan lurus kedepan.


__ADS_2