
Like πππ
komen πππ
favorit β€β€β€
......................
Pagi ini Fathia sudah siap menyambut hari barunya sebagai istri dari Akalanka yang ia ketahui merupakan seorang dokter. Ia lupa kalau Aka merupakan seorang pengusaha.
"Mas, bangun katanya mau berangkat pagi," panggil Fathia lembut.
"Hhmm... " jawab Aka dengan suara khas bangun tidur. "Kamu sudah bagun duluan? kenapa tidak istirahat saja?"
"Aku sudah sembuh Mas, lagian kalau terlalu lama berbaring nggak baik nanti sendi dan saraf aku kaku lagi. Mandi sana air panas dan pakaian sudah aku siapkan. Aku kedapur dulu bikin sarapan," jelas Fathia.
Bibir Aka tersenyum merekah. Hal yang ia inginkan dari dulu di perhatikan dan di layani oleh istri. Sekarang tanpa ia minta Alodie palsu mengabulkan harapannya.
Fathia turun kebawah menyiapkan sarapan pagi untuk Aka.
"Biar saya saja Mbak," sela seorang ART.
__ADS_1
"Kalau Fa-"
"Maksudnya, kalau aku butuh bantuan bibi nanti pasti aku panggil. Sekarang bibi bisa lakukan pekerjaan yang lain," tolak Fathia yang hampir saja keceplosan mengucapkan nama aslinya.
Untung ART itu tak menaruh curiga. Ia pergi ke arah belakang untuk membilas cucian.
Fathia mengelus dadanya sambil menghela nafas lega. Ia melanjutkan kegiatannya memasak menu sarapan pagi berupa bubur beras toping ayam suir dan sayur bayam.
Masak selesai Fathia meminta ART menatanya di meja makan sedangkan ia menyusul Aka yang masih belum juga turun dari kamar.
"Mas," panggilnya.
"Ia sayang, Aku di kamar mandi," jawab Aka kemudian keluar dari sana bertelanjang dada dan handuk melilit di pinggang. Fathia kembali teringat malam panasnya bersama Aka beberapa bulan yang lalu.Dengan cepat ia menggelengkan kepala agar kembali kedunia nyata.
"Tadi aku sempat ketiduran lagi," jelas Aka menerima pelayanan Fathia memakaikan baju untuknya. Dengan telaten Fathia memasang kancing kemeja juga legan tak lupa memasang dasi setelah Aka memakai celana.
"Sudah.Ayo turun keburu sarapannya dingin loh," ajak Fathia.
Sampai di meja makan Aka kembali di kejutkan dengan hidangan yang sudah tersedia.
"Siapa yang masak?" tanya Aka pada ART yang kebetulan menata buah.
__ADS_1
"Semua mbak Alodie yang masak Mas, saya hanya membantu menata di sini," jelas bi Runi.
Fathia mulai menyendok bubur kedalam mangkok tak lupa memberi toping lalu menyerahkannya pada Aka.
"Sarapan pagi yang sehat untuk dokter Aka," katanya sambil tersenyum.
"Makasih sayang," balas Aka senang di perlakukan istimewa.
Aka merasa baru saja menikah dan memiliki seorang istri. Layaknya pengantin baru bahkan dulu saat menikahi Alodie ia tak pernah di layani seperti ini. Jangankan di buatkan sarapan, minum saja tak pernah di sajikan. Ah, sudahlah ia tak mau mengenang masa lalu.
"Enak sayang. Kamu kapan bisa masak?"
Fathia kaget, ia tak tau kalau Alodie asli ternyata tak pandai memasak.
"Hhmm... itu Mas, aku lihat di YouTube tadi," alasan Fathia.
"Secepat itu? padahal dulu masak telur aja kamu gosong."
"Hhmm... aku cuma ikuti instruksi dari kokinya aja," elak Fathia.
"Ooo... "
__ADS_1
Fathia dapat merasa lega Aka tak curiga padanya.Mungkin ia harus mencari informasi tentang Alodie agar ia tau harus bersikap seperti apa. Jangan sampai nanti perubahan sikap yang cukup jauh membuat Aka curiga kalau dirinya bukan Alodie asli. Fathia belum siap untuk berpisah dari Aka. Baru saja ia memulai masa harus segera berakhir.