ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
S2 bab 15


__ADS_3

Pagi hari Aka membantu istrinya mandi,ganti baju dan mengeringkan rambut. Aka tampak ikhlas dalam mengurus Alodie palsu, semua ia lakukan sendiri tanpa bantuan Mita atau bi Runi. Ia tau betul kalau ini sudah menjadi tugasnya sebagai suami. Bagaimana pun juga keadaan Alodie palsu seperti sekarang adalah sebabnya juga.


"Mau sarapan di bawah atau di kamar?" tanya Aka pada sang istri.


"Di taman aja ya Mas, sekalian aku mau berjemur. Sumpek kalau di kamar terus."


"OK, aku panggil Mita dulu," kata Aka.


"Ada yang bisa dibantu?" tanya Mita sampai di kamar Alodie.


"Tolong bawa kursi rodanya ke taman,sekalian minta bi Runi siapkan sarapan dekat taman," jelas Aka.


"Laksanakan!" Mita pun kembali turun.


"Ayok,sini aku gendong turunnya," ajak Aka mengangkat tubuh istrinya yang tengah duduk di atas kasur.


Jujur, diperlakukan seperti ini oleh Aka, Fathia merasa jadi wanita yang spesial. Tapi satu hal yang masih mengganjal di hatinya sampai sekarang, apakah ada sedikit cinta untuknya di hati sang suami? atau memang cintanya Aka hanya untuk istrinya yang dulu mengalami kecelakaan dan sekarang tengah amnesia.


"Capek nggak Mas?"


"Nggak!'


"Tapi nafasnya ngos-ngosan!"


"Namanya juga olah raga angkat beban, pakai turun tangga lagi, ya pasti ngos-ngosan honey!"


Fathia menekuk wajah dan memanyunkan bibirnya.


"Hahahaha...bercanda istri ku, jangan marah ya," bujuk Aka.


"Jadi aku berat gitu?"


"Dikit!"


Sampai di taman Aka mendudukkan istrinya di atas bangku meja makan.


"Terimakasih Masaka!"


"Ia istri ku. Sarapan dulu ya, habis itu minum obat. Perutnya masih nyeri?" tanya Aka memberikan semangkok bubur ayam untuk istrinya. Menu yang diminta Alodi tadi pagi.


"Kalau minum obat cuma nyeri sedikit Mas, tapi kalau reaksi obatnya habis sakit banget!" terang Fathia.

__ADS_1


Aka hanya dapat menghela nafas berat, jujur rasa bersalahnya makin besar pada sang istri.


"Nggak apa-apa kok Mas! rasanya sama kayak sakit perut menstruasi kok, jadi udah biasa buat aku," jelas Fathia supaya suaminya dapat merasa lebih baik.


"Dimakan sarapannya! mau aku yang suapin?"


Fathia menggeleng "Aku bisa suap sendiri, kamu juga makan ya."


Puas berjemur dan menikmati bunga yang bermekaran di tamannya, Fathia beralih duduk di gazebo. "Kamu nggak kekantor Mas?"


"Nggak honey! semua kerjaan aku lakukan dari rumah," kata Aka sambil mengirim pesan lewat ponselnya pada Jio.


πŸ₯­πŸ₯­πŸ₯­πŸ₯­


"Aku ke ruang kerja ya," izin Aka meninggalkan istrinya diruang tamu bersama Mita dan juga beberapa teman sesama artis yang datang menjenguknya.


Fathia mengangguk. Tak lama para tamu pun izin pulang karena mereka harus bekerja dan ada juga yang harus segera syuting.


"Cepat sembuh ya Al, sedihnya jangan lama-lama ya. Pokoknya kamu harus semangat untuk hamil lagi," kata salah satu dari mereka sebelum meninggalkan rumah Alodie palsu.


"Pasti! Makasih ya kalian sudah datang, hibur aku, kasih semangat buat aku. Makasih juga kue sama makanannya," balas Fathia.


Mita mengantar kepergian teman-teman Alodie sampai halaman depan.


"Nonton aja deh, bosan kalau di kamar mulu."


Mita membantu Alodie palsu pindah dari sofa ke kursi roda menuju ruang tengah. Sampai disana Mita membantu lagi Alodie palsu berpindah ke atas sofa untuk dapat berbaring. "Maaf ya Mit bikin repot kamu," pinta Fathia.


"Santai aja Mbak, nggak repot sama sekali kok! Mbak itu sama kayak Ciara buat aku, udah kayak kakak sendiri."


"Ia ya, tapi kamu lebih akurnya sama saya,kalau sama Ciara kalian suka debat," tambah Fathia memperbaiki posisinya agar lebih nyaman.


"Masih sakit ya Mbak, perutnya?" tanya Mita khawatir kala Alodie palsu tampak meringis.


"Yaa gitulah. Kamu tau kan sakit perut mens?"


Mita mengangguk.


"Sakitnya dua kali lipat," jelas Fathia.


"OO,ooh" Mita membulatkan mulut.

__ADS_1


🍬🍬🍬🍬


Jam 7 malam dari Surabaya orang tua Aka menyempatkan mampir kerumah anak dan menantunya. Ingin melihat keadaan Alodie sebab seharian mereka terlalu sibuk mengurus pekerjaan hingga lupa menanyakan kabar sang menantu.


"Mama sama Papa harusnya langsung pulang dan istirahat," kata Aka.


"Kita sekalian mampir mau kasih oleh-oleh buat Alodie," jelas Faris.


"Mama juga mau memastikan, kalau Alodie sudah lebih baik dari kemaren!" tambah Alia.


"Aku baik-baik aja kok Ma, bahkan selera makan aku mulai naik lagi," jelas Alodie palsu untuk mengobati kekhawatiran mertuanya.


"Syukurlah, Mama jadi tenang!"


"Mama sama Papa sudah makan malam?" tanya Aka.


"Sudah Ka! Tadi dijalan kita mampir dulu di restoran, tuh sekalian kita beli makanan buat kalian," jawab Faris. "Kita pulang sekarang Mah?"


Alia setuju, jujur ia sudah sangat gerah dan harus segera mandi dan berganti pakaian. "Kita pulang ya," pamitnya.


Aka dan Alodie palsu mengangguk bersama. "Aku antar Mama Papa kedepan dulu," tambah Aka pada istrinya.


"Nggak perlu Ka! biar kita di antar bi Runi aja," cegah Faris.


Aka dan Fathia melihat kepergian dua orang tua mereka meninggalkan rumah lewat kaca jendela di ruang tamu.


"Mas, kita ke kamar yuk! aku mau bersih-bersih," ajak Fathia.


Sampai dikamar Aka membantu Alodie palsu membersihkan diri sebelum tidur. Tak sedikitpun Aka merasa jijik kala membersihkan darah kotor istrinya, semua ia lakukan sebagai penebus rasa bersalahnya. Bagi Aka apa yang ia lakukan sekarang untuk Alodie tidak akan bisa membayar kesedihan dan rasa sakit yang di tanggung istrinya.


"Mas, besok panggil suster aja ya buat rawat aku. Jadi kamu bisa kekantor," kata Fathia saat Aka menyisir rambutnya.


"Aku bisa kok Al, lagian kerjaan kantor bisa dikerjakan dirumah."


"Yaa, tapikan Mas, aku nggak mau kamu tiap hari bantu aku bersih-bersih, nggak enak rasanya," kata Fathia merasa keberatan.


Aka berlutut di depan istrinya yang tengah duduk di pinggir kasur. "Aku sama sekali nggak merasa risih, nggak jijik juga nggak keberatan sama sekali! karena sakit yang kamu rasakan nggak bisa aku rasakan jadi biar aku yang rawat dan urus kamu sampai sembuh. Anggap aja kita lagi bagi tugas, kamu nyantai tapi kan lagi menanggung sakitnya kalau aku nggak apa-apa capek sedikit toh aku sehat," tutur Aka mencium kedua punggung tangan Alodie palsu.


Fathia tersenyum bahagia dan sedikit merasa haru. "Sini, peluk dulu," ajaknya merentangkan dan di sambut oleh Aka. "Love you Masaka. Aku sssaayyaannggg banget sama kamu," tambahnya memeluk erat sang suami.


"Love you too istriku, aku juga sssaayyaannggg banget sama kamu," balas Aka lalu melepas pelukan mereka. "Mau nonton dulu atau tidur?"

__ADS_1


"Nonton dulu, nungguin kamu selesai mandi habis itu kita tidur!"


"OK.' Aka membantu Alodie palsu duduk bersandarkan bantal di atas kasur. Menyalakan TV setelah itu ia masuk kemar mandi.


__ADS_2