
"Kalau untuk jadi peran utama maaf, saya nggak bisa," tolak Fathia saat meeting dengan sebuah PH yang menawarkannya untuk bermain di sebuah sinetron.
"Kenapa Al?" tanya Rike. "Bukannya ini impian kamu dari dulu!? sekarang kamu nggak perlu casting loh langsung dapat peran!"
"Maaf sekali lagi Mbak Rike, apa Mbak Rike lupa kalau aku amnesia!? jadi lebih baik kita bahas yang sekarang aja ya kita lupakan masa lalu," ujar Fathia masih dengan nada lembut.
"Kalau boleh tau apa alasan Mbak Alodie menolak peran utama?" tanya seorang pria yang mewakili PH.
"Saya seorang istri dan memiliki tangung jawab. Kalau saya ambil peran utama otomatis waktu saya akan habis di lokasi syuting, oleh sebab itu saya tidak mau mengabaikan tugas saya sebagai seorang istri."
"Kalau peran pembantu?"
"Masih saya pertimbangkan asalkan jadwalnya fleksibel. Saya punya jam kerja sendiri," tambah Fathia.
Sebenarnya kemunculan Alodie palsu sangat menyita perhatian banyak orang karena perubahan sikapnya yang begitu jauh membuat orang semakin penasaran. Itulah sebabnya banyak tawaran job yang datang padanya, tapi Fathia tak maruk seperti Alodie asli ia lebih memilih mana pekerjaan yang santai dan tak memakan waktu banyak sebab suaminya adalah prioritas utama baginya sekarang.
"Baik kalau begitu, Mbak Alodie bisa baca skripnya dulu untuk jadi pertimbangan dan kalau sudah ada keputusan bisa hubungi kami. Tapi sekali lagi kami benar-benar berharap Mbak Alodie bisa bermain di sinetron ini," ucap seorang perwakilan PH.
"Pasti akan saya kabari lagi," balas Fathia menjabat tangan.
Kepergian orang-orang perwakilan dari PH, Rike menghampiri Fathia. "Kamu apa-apaan sih Al, masak ambil keputusan sepihak nggak ngobrol dulu sama saya?"
"Maaf Mbak Rike, dari awal saya memutuskan untuk kembali ke dunia entertain kan sudah di jelaskan bahwa rumah tangga dan suami saya prioritas utama. Mas Aka juga sudah jelaskan kalau saya hanya boleh ambil job yang tak menyita waktu," jelas Fathia.
"Ya tapi setidaknya kamu bicarakan dulu sama saya, nggak langsung di tolak gitu dong nggak enak sama PH nya," keluh Rike.
"Kan aku udah minta maaf, lagian Mbak sendiri udah tau pastikan aku bakalan nolak tapi tetap aja Mbak kasih mereka harapan."
Rike menghembuskan nafas kesal lalu menyandarkan punggungnya di sofa.
"Ok, tapi setidaknya kamu ambillah satu peran di sinetron ini, nanti aku bantu bicara sama mereka untuk atur jadwal syuting kamu agar fleksibel," bujuk Rike takut rugi.
"Nanti di rumah aku pelajari dulu skripnya, kalau ada peran yang rasanya pas untuk aku akan aku kasih kabar secepatnya."
Fathia pun pamit pada Rike. Ia dan Mita menuju. sebuah restoran untuk makan siang. Ingin rasanya ia ke kantor Aka untuk makan siang bersama tapi Fathia takut terlambat untuk datang ke stasiun TV jadinya ia hanya mengirim makan siang untuk sang suami.
Dari restoran Fathia beralih ke studio salah satu stasiun TV. Sekarang ia sedang di ruang make up.
📱Makasih ya makan siangnya
Pinta Aka lewat VC.
📱Udah sampai, kamu udah makan?
__ADS_1
📱Belum sayang baru habis meeting. Kamu lagi siap-siap mau live?
📱Ia Mas, lagi di make up dulu. Kamu makan dulu ya nanti kalau acaranya beres aku kabarin lagi
📱Ok. Bye honey muach...
📱muach
Fathia melambaikan tangan ke layar ponsel sebelum panggilan berakhir.
"Mesra ya sama lakinya sekarang," kata bencong yang sedang merias Fathia.
"Maksudnya?"
"Ah, eyke lupa. Mbak Al kan amnesia," kata bencong itu menepuk jidatnya.
"Ya tapi di jelasin dong maksud omongannya tadi," bujuk Fathia.
"Dulu ya, Mbak Al kan mesranya sama Galen. Meski udah nikah tetap aja Galen yang di hati," jelas si bencong sambil merias.
"Terus-terus gimana lagi?" Fathia mencoba mencari informasi sebab jiwa keponya mulai bangkit.
"Mbak Al dulu kan ATM berjalannya Galen. Apa yang di mau Galen semua di penuhi."
"Segitunya?" tanya Fathia tak percaya.
"Nggak, nggak kok saya cuma pengen tau aja dan mau merubah sikap menjadi orang yang lebih baik," jawab Fathia memberikan senyuman yang meyakinkan.
"Syukur deh, eyke juga berharapnya gitu. Sudah punya suami ganteng, baik, kaya raya lagi masak masih mau di buta kan oleh cintanya si Galen.Semoga rumah tangganya baik-baik aja," tambah si bencong.
"Amin.Terimakasih loh, oh saya lupa namanya siapa?"
"Hah eyke lupa lagi kalau Mbak Al amnesia jadi harus kenalan lagi yak," ujar si bencong mengibaskan rambutnya.
Fathia hanya tertawa.
"Nama eyke Mona!"
"Aa, Mona senang bertemu," balas Fathia menganggukkan kepala dan tersenyum.
Acara talk show live di mulai. Khusus satu jam acara tersebut membahas tentang kemunculan Alodie palsu. Semua di tanyakan mulai dari keadaan Alodie palsu sadar setelah kecelakaan, mengapa harus melakukan opersi plastik sampai kondisinya membaik lalu memutuskan kembali ke dunia entertain.
🍭🍭🍭🍭
__ADS_1
"Lagi baca apa sayang?" tanya Aka saat ia baru pulang dari kantor. Tak menemui istrinya di bawah ia langsung naik ke lantai dua menuju kamar.
"Sudah pulang Mas?kok aku nggak dengar mobil kamu datang? ujar Fathia meraih tangan Aka untuk di salim nya.
" Kamu mungkin lagi fokus, baca apa sih?"
"Oh, itu skrip sinetron," kata Fathia membantu aka melepas jas.
"Kamu ambil tawaran sinetron?"
"Nggak Mas, belum ada keputusan cuma lagi baca dan pelajari aja. Awalnya sudah aku tolak tapi Mbak Rike masih maksa buat ambil satu peran pembantu nggak enak sama PH katanya," tambah Fathia meletakkan pakaian Aka di keranjang cucian lalu beralih ke kamar mandi.
"Tetap aja syuting sinetron makan waktu," kata Aka bersiap untuk membersihkan diri.
"Kamu tenang aja, aku nggak akan mengabaikan tugas dan tanggung jawab aku sebagai istri kamu.Udah sana mandi dulu aku tinggal ke dapur mau bikin kopi buat kamu.
Badannya terasa segar Aka menyusul sang istri ke bawah.Menunggu azan magrib berkumandang dan jam makan malam datang mereka berdua menghabiskan waktu sore nan singkat di ruang keluarga menonton TV Fathia sebenarnya ingin membatu bi Runi memasak makan malam, tapi Aka melarangnya takut sang istri kelelahan.
Makan malam beres ibadah pun sudah mereka lakukan. Keduanya memutuskan untuk segera istirahat di kamar.
"Masaka?" panggil Fathia sambil mengelus kepala Aka di atas pahanya.
"Ia Han"
"Kamu tau nggak kalau dulu Galen itu manfaatin Alodie, maksud aku dia manfaatin aku buat memiliki apa yang dia mau?!"
"Kamu tau dari mana?" tanya Aka merubah posisi, duduk menghadap sang istri.
"Tadi, biasa lah bencong-bencong gosip di belakang studio," bohong Fathia.
Aka menghela nafas berat "Aku tau!"
"Kamu nggak marah?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tinggalkan jejak dan dukungannya 🙏😣🥺
Like👍👍👍👍
Komen 🖊🖊🖊🖊
Favorit❤💚🖤💜
__ADS_1
Hadiah🎁🎁🎁🎁
Terimakasih banyak😘😁😚