ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
S2 bab 17


__ADS_3

"Mas, gimana kalau kita renovasi rumah?" tanya Fathia menyandar di dada Aka setelah keduanya mereguk kenikmatan dunia bersama.


"Yang mana mau di renovasi sayang?"


"Kamar tamu di bawah kan ada 2, gimana kalau satunya kita renovasi lebih gede lagi untuk kamar kita nanti di sana, sekalian bikin kamar baby. Nah, kamar kita yang ini jadi kamar tamu aja."


Aka mengangguk sambil memainkan rambut istrinya yang tampak kusut itu. "Boleh, idenya bagus juga. Jadinya nanti pas kamu program hamil nggak capek naik turun tangga."


"Tapi ruang kerja kamu di lantai atas, nantinya kamu jauh kalau mau balik ke kamar, nggak masalah kan?"


"Gimana kalau sekalian bikin ruang kerja aku di sana, kamar kita terus kamar baby," saran Aka.


"Setuju!"


"Ok, besok aku minta Jio cari tukangnya, ntar kamu aja yang atur mau kayak gimana bentuk bangunannya."


"Besok?" tanya Fathia bangkit.


" Ia. Kenapa, kok nggak percaya gitu?"


"Aku pikir nggak secepat ini!"


"Kamu mau minta apa aja pasti aku penuhi secepatnya kok honey! tapi kenapa sih kamu jarang minta ini itu sama aku? padahal suami kamu ini kaya loh!" sombong Aka.


Fathia memeluk suaminya. "Aku nggak perlu apa-apa Mas, cukup kamu cinta sama aku aja aku udah bahagia!" katanya sedih.


"Emang kurang bukti apa lagi sih honey? cinta aku cuma buat kamu kok!"


"Apakah nanti jika kamu tau aku ini bukan Alodie yang asli, cinta kamu masih untuk aku Mas?" suara hati Fathia.


Fathia melepas pelukannya. "Kita mandi yuk, habis itu tidur," ajaknya.


Aka turun dari ranjang dan mengendong Alodie palsu memasuki kamar mandi.


πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Jio mencarikan jasa renovasi rumah sesuai permintaan Aka, tujuannya supaya mempermudahkan Alodie dalam merenovasi, agar tak repot mencari material dan tukang juga disainnya jelas sesuai dengan yang mereka mau, pengerjaan lebih cepat, ada mandor yang akan mengawasi pekerjaan setiap tukangnya di tambah adanya masa pemeliharaan jika proses renovasi sudah selesai.

__ADS_1


Alodie palsu pun sangat suka dengan jasa yang di rekomendasikan Jio. Setelah membahas konsep dan disain kamar yang mau di renovasinya, pekerjaan akan di mulai beberapa hari lagi dan sesuai perkiraan proses renovasi akan selesai dalam waktu 2 bulan. Tak memakan waktu lama bahkan lebih cepat dari dugaan mereka.


Aka menyerahkan segalanya pada sang istri ia tak mau ikut campur urusan disain atau model kamar mereka mau seperti apa. Pekerjaannya di kantor saja sudah menguras otaknya jadi soal renovasi rumah biarlah Alodie palsu yang menangani.


"Kapan tukangnya mulai kerja?" tanya Aka di sela makan malam.


"Dua hari lagi katanya Mas."


"Apa kita perlu pindah?"


"Kalau menurut aku sih nggak perlu ya! kan mereka kerja bagian samping rumah aja nggak keganggu sampai dalam, cuma kamu betah nggak sama suara berisik alat tukangnya?"


"Kalau kamu?


"Nggak tau sih Mas, coba aja dulu. Ntar kalau emang rasanya bising banget kita pindah deh."


"Aku ikut kamu aja!"


Fathia mengangguk dan menghabiskan sisa makanannya di piring


Aka mengajak Alodie palsu untuk pindah kerumah orang tuanya, ternyata suara alat tukang yang sedang bekerja dirumahnya sangat bising dan menganggu bagi Aka jika ia sedang butuh konsentrasi kala bekerja di rumah. Sudah hampir 2 bulan Alodie palsu tinggal di kediaman mertua membuat hubungan mereka lebih akrab dari biasanya, bahkan dengan Alia sang mama mertua ia lebih sering menghabiskan waktu berdua memasak di rumah atau jalan-jalan keluar jika Alodie sedang libur syuting.


"Satu minggu lagi rumah kita siap direnovasi loh Mas," kata Fathia pada Aka yang sedang duduk di atas kasur. Habis makan malam mereka memutuskan segera istirahat dikamar.


"Asik dong, punya kamar baru! sudah bisa ditempati belum?"


"Udah dong Mas, kemaren aku sama mama udah cek kesana dan semuanya mereka kerjakan sampai beres, disainnya, interiornya, sesuai sama yang aku mau."


Aka mengangguk. "Oh ya honey, tadi Joe kirim pesan, katanya kita besok meeting terakhir sama WO jam 9."


"Astaga, hampir aja aku lupa Mas! 3 hari lagi kan hari H, aku sampai lupa hubungin Ciara."


"Nah itu dia sayang, mereka kan lagi di pingit jadinya kita yang harus ikut meeting."


"Jadi besok pagi kita kehotel ya Mas!?"


"Ia, makanya sekarang tidur yuk, banyak hal besok yang mau kita cek sebelum acara di langsungkan," ajak Aka berbaring dikasur membawa Fathia berbaring di dadanya.

__ADS_1


πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€


Paginya Aka dan Alodie palsu sudah sampai di hotel dan mulai meeting bersama WO yang mengurus pernikahan sahabat mereka. Melakukan cek ulang yang terakhir kalinya mulai dari dekorasi gedung, mencicipi menu untuk tamu, lalu melihat kamar yang akan di booking untuk keluarga dan pengantin baru, terakhir souvernir.


Fathia juga tak lupa memastikan beberapa teman dan sahabat Ciara juga Joe sudah mendapatkan kiriman baju seragam yang akan menjadi bridesmaids dan groomsmens nanti.


"Ada lagi bu?" tanya orang WO nya pada Fathia.


"Oh, ruang make up nya juga di siapin ya. Bedain untuk pengantin, keluarga sama pengiring pengantin," jelas Fathia. "MUA nya sudah dapat kan?"


"Sudah bu, H-1 mereka sudah nginap di hotel sesuai permintaan bu Ciara."


Fathia mengangguk paham sambil memikirkan hal lain yang mungkin saja ia lupakan. "Host nya gimana, udah ready kan?"


"Sudah bu, H-1 mereka sudah di hotel."


"Musik?"


"Beres bu!"


"Ok deh Mas, kalau semuanya sudah beres. Semoga acaranya lancar ya," harap Fathia.


"AMIN. Besok ibu dan keluarga juga pengantin sudah di hotel ya, kita akan lakukan gladi bersih," ingat orang WO.


"Ok Mas. Kalau begitu saya sama suami boleh pulang ya?"


"Boleh bu, silahkan. Terimakasih sudah datang."


🌯🌯🌯🌯


Hari yang di tunggu-tunggu Ciara pun tiba. Jam 2 siang ijab kabul di lakukan. Tamu yang hadir hanya sahabat dekat dan keluarga dari kedua belah pihak. Media pun ikut meliput hari bahagia artis pendatang baru itu, artis yang namanya baru melejit sejak satu tahun belakangan di tambah latar belakang Joe yang merupakan seorang anak pengusaha menambah hebohnya berita pernikahan Ciara.


Dengan sekali tarikan nafas dan lancar Joe membaca ijab kabul dan kata SAH pun di ucapkan saksi serta tamu dan keluarga. Wajah pengantin yang awalnya tampak tegang sekarang memancarkan raut wajah penuh bahagia dan bibir mereka melengkungkan senyuman.


Begitu pula dengan Fathia ia sangat bersyukur, Ciara sahabat yang sudah ia anggap seperti saudara sudah menemukan pria yang tepat, pria yang akan menjaganya dengan segenap jiwa dan raga, pria yang akan mencintainya sepenuh hati. Bahagia Ciara juga ikut dirasakan Fathia. Jujur ia ingin mengucapkannya dan memeluk Ciara sebagai Fathia tapi ia tau hal itu mustahil untuk bisa di wujudkan.


Β 

__ADS_1


__ADS_2