
"Kamu pulang sekarang?" tanya Galen ikut masuk ke kamar mandi.
Alodie hanya mengangguk ia sedang berendam di bath up dan menikmati aroma terapi.
"Nanti sore saja berangkatnya aku masih mau menghabiskan waktu sama kamu," bujuk Galen ikut masuk dan berendam bersama Alodie.
Entah ide apa yang ada di benak Galen. Ia kembali menggerayangi tubuh Alodie dari belakang. Kali ini ia akan meninggalkan bekas merah pada tubuh Alodie. Meski berkali-kali Alodie mengingatkan tapi Galen tak peduli, pendengarannya seperti tuli sedikit egois memang tapi mungkin ini satu-satunya cara agar Aka tau kalau Alodie masih miliknya.
🌹🌹🌹🌹
Usai solat magrib Fathia mengajak bi Inas menuju rumah juragan Afakar. Mengemas barang ibunya sudah beres jadi mungkin besok pagi saja ia singgah untuk mengambil barang hanya beberapa kotak kardus karena pakaian sang ibu tak begitu banyak setelah di pilah pilih dari tadi siang.
"Ayo Bi, aku takut nanti kemalaman kerumah sakitnya," ajak Fathia tak sabar.
"Bawel tunggu sebentar," ketus Inas menganti pakaian di kamar.
__ADS_1
Fathia duduk di ruang tamu sambil memberi kabar pada Ciara kalau kini ia hendak menuju rumah Afkar. Ia juga mengingatkan kalau baterai ponselnya lemah seharian tidak di cas mungkin nanti jika tidak bisa di hubungi pasti ponselnya sudah mati.
📱Gue berangkat sama bi inas...
📱Baliknya jangan lama, soalnya ibu dari tadi nanyain lo terus...
📱ia. udah ngobrolnya nih ponsel gue bunyi mulu baterainya tinggal 5%...
Menutup sambungan telpon Fathia dan Inas berangkat menuju rumah Afkar menaiki sepeda motor.Karena cuaca dingin Fathia mengenakan sweater hoodie hitam juga celana jeans dongker.
"Gal, nanti kita pisahnya di taman aja biar aku pulang bawa mobil sendiri," pinta Alodie saat mereka sudah di Jakarta.
Galen hanya mengangguk lalu memandang Alodie dari samping sambil senyum-senyum sendiri.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Kamu aneh,masa pakai sweater hoodie hitam gitu, mana malam lagi. Nanti kamu pulang di kira maling loh," ejek Galen.
"Ini gara-gara kamu bikin kiss mark di mana-mana ya aku takutlah nanti Aka lihat terus curiga," jawab Alodie kesal.
"Itu yang aku mau," balas Galen.
Alodie hanya memukul lengan Galen. Sesuai omongan mereka tadi. Pertemuan mereka di awali dengan baik dan berpisah juga harus di akhiri dengan baik pula. Kedepannya mereka hanya berhubungan sebatas sahabat tidak lebih dan Galen akan mencoba menerima keputusan Alodie meski hatinya berat tapi ia sadar kalau dirinyalah yang memaksa Alodie menikah dengan Aka dan sekarang jika posisinya di hati Alodie mulai tergantikan Galen tak bisa sepenuhnya menyalahkan Alodie karena cinta tidak memilih hati siapa yang ingin ia tempati.
"Ngomong-ngomong kamu dapat foto Aka dari mana?" tanya Alodie penasaran.
"Si bencong make up artis kebetulan ada di hotel itu jadi nggak sengaja lihat terus foto deh pakai henpon jadul," jelas Galen. "Katanya cewek itu artis pendatang baru tapi masih belum begitu terkenal," tambahnya lagi.
"Apa di kirim juga ke akun lambe?" khawatir Alodie.
"Nggak! aku minta dia tahan cukup sampai di aku aja. Bagaimanpun aku inggin menjaga rumah tangga kamu karena pasti alasan Aka seperti itu ya karena aku juga, aku yang membuat kamu belum bisa menjadi istri dia seutuhnya," jelas Galen merasa bersalah.
__ADS_1