
"Tadi kan aku bilang nggak mau ketemu kamu dalam mimpi." Fathia mengigau dalam tidurnya ia merasa Aka sudah pulang dan sekarang sedang menciumi seluruh wajahnya.
Aka tersenyum dan menertawakan sang istri yang mengira kalau ia tengah bermimpi di cium olehnya. "Buka matanya ini benaran aku!" kata Aka menghimpit tubuh istrinya dan memeluk erat wanita yang begitu ia rindukan.
Fathia mengerjapkan mata, menangkup kedua pipi suaminya. "Benaran kamu pulang?" tanyanya tak percaya.
Aka mengangguk.
Fathia melirik jam di dinding menunjukkan pukul 2 dini hari. "Katanya pulang besok!?"
"Udah nggak sabar peluk kamu, kangen!" jelas Aka membenamkan wajahnya di dada sang istri.
"Ini baju nya mana? rambut kamu kenapa basah gini?" tanya Fathia mengusap punggung polos suaminya.
"Di jalan ban mobil bocor honey, terpaksa deh aku sama Jio ganti ban mobil hujan-hujan, demi ketemu kamu!"
"Sudah makan belum?"
Aka menggeleng.
"Ya udah yuk, kita kedapur aku masakin sesuatu," ajak Fathia berusaha bangkit tapi di tahan oleh Aka yang tak mau beranjak dari atas tubuhnya.
"Makan kamu dulu boleh nggak? kangen banget!"
"Dasar Masaka mesum!"
"Emang kamu nggak kangen aku? nggak kangen sentuhan dan permainan aku? nggak kangen sama tubuh indah aku ini?"
"Hahaha... ia, ia kangen kok Mas, kangen banget!"
"Makanya, aku mau makan kamu dulu habis itu baru kita kedapur," kata Aka mulai menjelajahi tubuh istrinya. Mengobati segala kerinduan yang sudah di tahan selama 4 hari belakangan. Setiap inci tubuh istrinya tak ada yang di lewatkan oleh Aka. Hidangan pembukanya sebuah ciuman hangat dari kedua bibir mereka yang di satukan.
Tak lupa tangan Aka meremas kedua buah favoritnya. Memberikan sentuhan lembut dan menggelitik untuk membangkitkan gairah sang istri dan lanjut menuju hidangan utama yaitu sama-sama menuju puncak kenikmatan dunia. Permainan singkat, padat dan jelas menjadi pilihan Aka, sebab cacing diperutnya sudah pada demo untuk segera di beri makan.
"Love you my wife," ucap Aka mengecup kening istrinya setelah seluruh rindunya ia tumpahkan pada sang istri.
"Love you too Masaka! aku bersih-bersih bentar habis itu kita ke dapur ya!" kata Fathia berlalu ke kamar mandi.
Setelah acara bersih-bersih yang singkat tak pakai mandi mereka berdua turun ke dapur untuk memasak sesuatu yang bisa mengganjal perut nan kelaparan.
__ADS_1
"Mau makan apa Mas? tanya Fathia memeriksa kulkas.
" Hhmmm... mei rebus aja lah honey, biar cepat dan gampang! aku udah lapar banget ini," saran Aka.
"Ok deh. Di tunggu sebentar!"
Fathia menyiapkan bawang merah, bawang putih, cabe rawit serta bawang daun sebagai bahan tumisan lalu di masukkan air. Setelah air mulai panas ia memasukkan dua butir telur lanjut air mendidih ia masukkan dua bungkus mie instan beserta bumbunya. Tambah sayuran pakcoy dan bakso sebagai pelengkap.
"Tttaaarrraaa... mie rebus spesial sudah jadi," ujar Fathia membawa dua mangkok mie ke meja makan.
"Wwwaahhh...baunya wangi, bikin aku makin tambah lapar," kata Aka sudah tak sabar untuk segera memakan hidangan yang di sajikan istrinya.
"Tunggu dingin dulu, masih panas itu. Ntar lidahnya melepuh!"
Aka mengangguk tapi ia tetap menyendok mie instan yang tampak begitu mengiurkan itu. Di tiupnya beberapa kali dan ssslllluurrrppp... satu suap melesat masuk kedalam mulutnya.
"Enak banget Al! kamu masak apa aja selalu enak," puji Aka sambil mengunyah.
"Makan aja dulu Mas, ngomongnya nanti," ingat sang istri.
Aka melanjutkan makan mie instan spesial yang begitu enak menurutnya. Padahal bagi kita makan mie instan itu satu hal yang biasa, tapi bagi Aka seperti makan makanan restoran bintang lima, mungkin karena buatan sang istri kali ya di tambah lagi ia juga begitu merindukan masakan Alodie palsu jadi terkesan agak lebay.
Mangkoknya kosong, habis tak bersisa bahkan kuahnya pun habis di seruput Aka. Fathia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya. "Lapar apa doyan Mas?"
"Mau lagi? nih punya aku masih banyak!" Fathia menyodorkan mangkok miliknya.
"Nggak, kamu habisin gih! habis itu kita kekamar."
"Aku mau cuci piringnya dulu."
"Biar bi Runi aja yang kerjain besok pagi, aku masih kangen mau lanjut ronde kedua," jelas Aka.
Fathia memutar bola mata malas. Ia sengaja pelan-pelan memakan mie untuk mengerjai Aka.
"Cepatan Al!"
"Sabar Mas, masih panas ini," alasan Fathia meniup mie yang di sendok nya. Padahal sudah tak panas lagi.
Aka pun mengambil alih mie di mangkok sang istri. Sedikit buru-buru ia menghabiskan sisa yang ada. "Udah! yuk ke kamar," ajaknya mengangkat Fathia dari kursi kedalam gendongannya.
__ADS_1
"Eh, eh tunggu dulu aku belum minum!"
"Ck, ya udah minum dulu nih," memberikan segelas air putih pada sang istri.
"Udah?"
Fathia mengangguk. Secepat kilat badannya melayang di udara karena Aka dengan mudahnya mengangkat tubuh mungil itu.
"Aaa... Mas, turunin nggak! aku bisa jalan sendiri."
"Lama!" kata Aka menaiki tangga menuju kamar.
Sampai di kamar Aka membaringkan sang istri di atas kasur.
"Mas, udah ya besok lagi aja," pinta Fathia.
"Aku masih kangen sayang," jelas Aka melepas pakaian istrinya.
Entah kenapa permainan tadi tak cukup bagi Aka. Dirinya kembali menginginkan sang istri berteriak di bawah tubuhnya. Fathia pun pasrah, sebenarnya ia sudah sangat mengantuk dan ingin tidur nyenyak tapi mau bilang apa, tak enak jika harus menolak keinginan suaminya.
Dirasa cukup bermain di tubuh istrinya Aka kembali menghentakkan miliknya pada sang istri. Ada rasa yang beda kali ini di rasakan Fathia, perutnya sedikit sakit kala Aka berhasil masuk. Rasa itu ia tepis, mungkin saja karena suaminya sedikit bersemangat, pikirnya. Semakin Aka mengguncang kuat Fathia semakin merasakan sakit di perutnya.
"Mas, su, sudah?" tanya Fathia.
"Sedikit lagi honey," jawab Aka mempercepat ritme hentakannya.
Fathia berusaha menahan rasa sakit itu sampai Aka menyelesaikan permainannya. Tak tahan ia pun mencengkram lengan suaminya begitu kuat. Peluh di dahi Fathia sudah bercucuran. Aka masih tak menyadari perubahan raut wajah dan sikap istrinya sebab ia begitu menikmati permainan.
"Aaahhh... " desah Aka melepaskan benih cintanya di rahim sang istri.
"Aaaakkkkhhh... Mas, ssaakkkiitt! rintih Fathia memegang perutnya sambil meringkuk.
Aka cemas melihat istrinya begitu kesakitan. Tampak wajahnya mulai pucat, Aka turun dari ranjang mencari kotak obat untuk membantu mengurangi kram perut istrinya. Saat ia kembali mendekati sang istri Aka kaget melihat darah sudah membasahi alas kasur.
Panik ia mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi. Secepat kilat Aka membersihkan tubuh istrinya dari darah dan memakaikan pakaian lengkap.
...----------------...
Penasarankan kelanjutannya...
__ADS_1
Fathia kenapa sih..?
Yuk like π komen π favorit π dan hadiah π untuk lanjut up date ke bab berikutnya.