
📩 Husband
Pesawat baru aja mendarat di Singapur. Aku lagi di mobil perjalanan menuju kantor cabang. Telpon aku nggak kamu angkat jadi aku kirim pesan aja. Aku langsung meeting sama klien ya, selesai meeting aku telpon lagi. Love you 😘
Bibirnya melengkungkan senyuman saat membaca pesan dari suami tercinta. Fathia baru saja selesai mandi sebelum bersiap menuju lokasi pemotretan pagi ini. Dengan cepat tangannya mengetik pesan balasan
📨
*L*agi mandi makanya nggak sempat angkat telpon kamu. Aku tunggu telponnya! Love you too 🥰😘.
Pesan balasan terkirim Fathia menuju meja rias memakai sedikit make up untuk mempercantik diri lalu memilih baju yang akan ia kenakan hari ini di lemari. Turun kelantai bawah Mita juga sudah ready segera berangkat menuju sebuah studio.
Pemotretan sesi ke dua selesai, lanjut Fathia berganti baju dan menganti model make up untuk look yang ketiga.
"Mbak, mas Aka VC nih," ujar Mita memberikan ponsel.
Senyum Fathia merekah sempurna menekan tombol hijau di layar ponselnya. Tampak lah wajah suami yang begitu ia rindukan padahal baru beberapa jam mereka berpisah.
📱Kangen
Rengeknya manja
📱Baru pisah beberapa jam aja udah kangen
Kata Aka
Fathia hanya menekuk jawahnya kesal.
📱Hahaha... jangan ngambek gitu! aku juga kangen kok. Sabar ya..
📱Udah selesai meeting nya?
📱Udah honey, ini aku lagi makan. Laper banget soalnya, nggak tau nafsu makan aku tiba-tiba meningkat gini.
📱Bagus kalau gitu. Oh ya Mas nanti sore aku mau jalan sama mbak Kila ke mall bawa Kinan main boleh ya?
📱Boleh sayang, tapi pulangnya jangan kemalaman ya!
__ADS_1
📱 Siap bos! Habis ini mas ngapain lagi?
📱Meeting sama karyawan aku yang ada di sini. Bahas ini, itu. Kalau aku jelasin kamu pasti bilang nggak ngerti.
📱hahaha... ia juga sih. Ya udah deh aku lanjut poto-poto ya Mas, nanti malam sebelum tidur telponan.
📱Ok honey, da.. muach.
📱muach, muach, muach.
Sambungan VC di putus Fathia dan ia harus segera berada di set untuk pemotretan selanjutnya.
🍉🍉🍉🍉
Sore harinya dari lokasi syuting Fathia menuju mall tempat ia dan Kila janjian untuk ketemu. Sedangkan Mita pergi kerumah Ciara membantu kakaknya mempersiapkan pernikahan.
Tujuan pertama mereka adalah tempat bermain anak sebab Kinan sudah merengek untuk menjajal beberapa permainan yang ia lihat. Fathia ikut bermain bersama batita aktif itu, hampir semua permainan yang cocok untuknya di coba sampai Fathia merasa kewalahan.
"Kinan, Amy Alodie nya capek kita istirahat dulu yuk," ajak Kila sang mama.
"Oce"
"Hhuuhh... capek ya Mbak," kata Fathia.
"Ia, Kinan aktif banget mbak kadang suka kewalahan ngurus dia," tambah Kila.
"Pakai baby sitter aja lagi Mbak!"
Kila menggeleng "Mbak masih bisa urus Kinan kok, kalau nanti Mbak hamil lagi mungkin ia. Eh gimana kamu program hamilnya?
"Aku sama mas Aka sepakat coba yang alami dulu."
"O, oh itu sih pilihan kalian. Mbak sama mas Adnan cuma bisa bantu doa."
Fathia hanya memberikan senyuman palsu. Dalam hatinya ia berdoa agar Tuhan tidak mengabulkan doa Kila dan Adnan secepatnya sebab ia takut untuk hamil dan memiliki anak sekarang. Terkesan jahat tapi maksudnya bukan berarti ia tak menginginkan sebuah janin berkembang dan tumbuh di rahimnya hanya saja Fathia butuh waktu untuk itu.
🍢🍢🍢🍢
__ADS_1
Meski terasa ada yang kurang Fathia tetap menjalani hari dan melakukan pekerjaan seperti biasa sambil menunggu kepulangan sang suami. Terkadang ia berkunjung dan silaturahmi kerumah mertuanya atau menemani Ciara meeting bersama WO atau juga bermain bersama Kinan di rumahnya.
Hal itu sangat berguna untuk mengalihkan rasa rindunya pada Aka. Meski mereka sering melakukan VC jujur saja rindu mereka tak dapat terobati, bahkan rindu itu semakin bertambah besar karena tak dapat untuk memeluk dan mencium orang yang di rindukan itu.
Hari ini adalah hari terakhir Aka di Singapur. Rencananya ia akan pulang besok pagi sekitar jam 7. Seperti biasa malam ini mereka melakukan VC.
📱Besok aku jemput ke bandara ya Mas
📱Terserah kamu honey!
📱Kamu lagi ngapain sih Mas, kok cuma kelihatan kamar hotelnya aja?
📱Aku lagi beresin pakaian ke koper, biar besok pagi tinggal berangkat.
Jelas Aka mengangkat ponsel menunjukkan kopernya di kamera
📱O, oh... kita tidur yuk, biar cepat ketemunya.
📱Ok, good nite. Mimpiin aku ya!
📱Nggak mau ah, maunya ketemu langsung aja!
📱Ya udah, gih tidur! ntar aku peluk.
📱Emang bisa?
📱Bisa kok, percaya sama aku!
Fathia mencibir suaminya.
📱Da-da Masaka, love you.
📱Love you too sayang.
Setelah sambungan itu terputus Aka bergegas keluar dari kamarnya. Ia sudah menyewa satu pesawat pribadi untuk kepulangannya dan Jio malam ini. Ia sudah tak sabar menunggu esok hari untuk berjumpa dengan sang istri. Rasa rindu yang begitu berat membuatnya tak dapat untuk menahannya lagi.
🐾🐾🐾🐾
__ADS_1
Sedangkan di Indonesia Fathia tak dapat memejamkan matanya menunggu hari segera berganti. Jam berputar terasa begitu lama baginya. Seperti orang yang berpisah jauh ia sangat menantikan kedatangan Aka tak sabar untuk memeluk dan mencium suaminya tak sabar untuk tidur dalam dekapan hangat tubuh kekar itu.
Putar kiri, putar kanan membuat Fathia resah sendiri di atas kasur. Udara juga terasa sedikit lebih gerah dari biasanya. Fathia pun membuka piyamanya menyisakan bagian dalam yang tipis dan sedikit **** agar ia bisa merasa adem ditambah mengatur suhu AC agar lebih dingin. Ternyata hujan mulai turun tampak dari kaca kamarnya yang basah akibat percikan air hujan. Mendengarkan rintikan hujan turun membuatnya merasa lebih tenang dan Fathia merasakan kantuk mulai menyerang matanya hingga ia pun tertidur pulas.