
"Aku keruang kerja dulu ya," kata Aka meninggalkan meja makan usai menikmati makan malam bersama sang istri.
"Ya Mas, aku beres-beres dulu habis itu ke kemar," balas Fathia. Di bantu bi Runi dan Mita ia mencuci piring kotor dan membersihkan meja makan.
"Beres Mbak, aku ke kemar dulu ya mau bikin tugas," izin Mita.
Fathia mengangguk.
"Mbak mau di bikin susu sekarang atau nanti aja? tanya bi Runi.
"Nanti aja bi, biar saya yang bikin sendiri. Bi Runi boleh istirahat."
"Saya ke kamar ya Mbak." Bi Runi meninggalkan Alodie palsu Ia pun duduk termenung di kursi meja makan.
Sejak bertemu dengan Galen tadi hati dan perasaan Fathia tak dapat tenang. Ada rasa takut dan khawatir untuk menghadapi hari esok. Kehadiran Galen dapat menghantui Fathia, meski laki-laki itu tak menggangunya tapi tetap saja ia khawatir kalau nanti bertemu lagi.
"Hhhhmmmm.... hhhuuufff.... " Ia menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya untuk melepaskan beban di dada supaya merasa lebih tenang, ia tak mau terlalu larut dalam dugaan yang belum pasti. Selagi Galen tidak mengusik ketenangannya ia tak perlu terlalu khawatir.
"Pokoknya gue nggak boleh parno. Tetap santai dan bersikap seperti biasa kalau nanti ketemu dia lagi." Fathia berbicara sendiri.
Fathia meninggalkan meja makan menuju kamarnya. Ada hal yang mau di bicarakan nya sama sang suami, jadi sembari menunggu Aka masuk kamar ia memilih berselancar di dunia maya dengan ponselnya duduk selenjoran di atas kasur.
Berselang 20 menit Aka menghampiri istrinya yang ada di kamar mereka. "Kok belum tidur? udah minum susu? duduk di tepi kasur samping sang istri.
Fathia menggeleng " Nungguin kamu, ada yang mau aku ceritain."
"Ok, tapi minum susu dulu. Tunggu sini aku bikinin ya!" Aka meninggalkan kamar menuju dapur membuatkan susu program hamil untuk Alodie palsu. Lalu ia pun kembali ke kamar dengan segelas susu rasa vanila di tangannya.
"Minum dulu!" Aka memberikan pada istrinya.
"Makasih Mas," Fathia meneguk habis susu itu dan memberikan gelas kosong ke tangan Aka.
"Mau cerita apa?" tanya Aka meletakkan gelas kosong di meja kecil samping tempat tidur.
"Duduk sini, aku mau ceritanya sambil di peluk," ajak Fathia menepuk kasur di sebelahnya.
Aka pun naik ke atas kasur duduk di tempat yang istrinya minta merentangkan kedua tangan supaya Alodie palsu merebahkan kepala di dadanya lalu tangan kekar itu memeluk tubuh mungil Fathia.
__ADS_1
"Tadi siang kan aku syuting iklan." Fathia mulai bercerita.
"Hhhmm."
"Nah, jadi pasangan aku di iklan itu di ganti sama mbak Rike sama orang lain."
"Terus?"
"Kamu tau nggak siapa orangnya?!"
"Nggak!"
"Orangnya itu Galen. Itu tuh cowok yang pernah kerumah kita dulu yang dia bilang kalau aku bukan Alodie. Kamu masih ingat nggak?"
Raut wajah Aka mulai berubah, tersirat kemarahan di sana. Selama ini laki-laki itu menghilang dan sekarang muncul lagi. Lalu lewat Rike ia mulai mendekati istrinya lagi. Aka tak terima ia tak suka. "Mulai besok kamu nggak usah syuting lagi!" Tegas Aka.
"Kenapa?"
"Aku nggak mau Rike semakin mendekatkan kamu saya Galen."
"Satu, dua atau tiga kali bisa kamu tolak. Tapi sampai kapan?"
"Kamu nggak percaya sama aku?" tanya Fathia menangkup pipi Aka.
"Aku percaya sama kamu, tapi kalau sama Rike dan Galen nggak! Aku nggak tenang biarin kamu ada di dekat mereka."
"Kamu tenang aja Mas, aku sebisa mungkin akan menghindar dari Galen. Lagian aku harus selesaikan kerjaan aku Mas, nggak enak loh udah tanda tangan kontrak terus di batalin gitu aja."
"Nggak masalah honey, aku bisa bayar dendanya!"
"Mas."
"Apa?"
"Boleh ya aku syuting, lagian tinggal 3 minggu lagi loh. Habis itu aku kan cuti.Sayang uang Mas kalau kamu bayar dendanya," bujuk Fathia mencium singkat bibir Aka.
"Tapi honey," kesal Aka menghindar.
__ADS_1
"Ayo lah Mas, aku harus profesional. Masak cuma masalah ini aku harus batalin kerjaan. Terus nanti alasannya apa coba? aku nggak di kasih izin syuting sama suami gara-gara cemburu, gitu!?"
"Dengar ya Al, aku nggak cemburu! Aku cuma mau menjauhkan kamu dari Galen dan Rike. Ok selama ini aku izinin kamu kerja sama Rike karena si Galen itu nggak ada. Sekarang Galen kembali, pasti buat merebut kamu dari aku di bantu oleh Rike. Jujur ya aku bersyukur banget sampai sekarang amnesia kamu nggak sembuh kalau bisa nggak usah balik sekalipun. Tapi sekarang yang bikin aku khawatir adalah hubungan kamu dulu sama galen itu banyak menyimpan memori yang mungkin saja nanti Galen mencoba mengulang kembali kenangan lama kalian dan itu bisa memicu ingatan kamu kembali." jelas Aka panjang lebar.
Drama amnesianya Alodie palsu begitu hebat sampai-sampai Aka seorang dokter dan pengusaha dapat tertipu olehnya. "Aku akan menghindar dari Galen jika nanti mbak Rike berusaha mendekatkan aku sama Galen, percaya sama aku!" Fathia memeluk suaminya.
"Berapa lama lagi kamu cutinya?"
"Kira-kira 3 minggu kurang lah, besok hari terakhir aku syuting web series. Nah selebihnya cuma syuting iklan sama pemotretan. Kalau bisa nanti aku minta sama mbak Rike untuk majuin jadwal lain supaya kerjaan aku cepat kelar dan cepat cutinya," jelas Fathia.
"Ok kamu boleh selesaikan kerjaan kamu. Tapi ingat kalau nanti Rike ngajak kamu jalan tolak aja, itu pasti akal-akalannya buat dekatin kamu sama Galen," pesan Aka.
"Siap suamiku, muach." Kecup Fathia di bibir Aka.
"Mita juga harus ikut nemanin kamu!"
"Ia, bisanya dia juga ikut kan Mas." Fathia pun berbaring untuk segera tidur.
"Eh, ngapain? mau langsung tidur?"
"Ia, emang kenapa?" tanya Fathia heran.
"Nggak boleh, aku mau makan kamu dulu," seru Aka masuk kedalam selimut.
"Ih, Mas besok aja aku ngantuk," rengek Fathia.
"Siapa yang tadi cium-cium aku sampai bagunin junior? siapa hah? Aka menggelitik dan menciumi wajah istrinya.
"Hahahaha....Emang kamunya aja yang mesum Mas, dicium aja juniornya langsung bangun. hahaha...Stop Mas geli!"
Aka menghentikan gelitikannya. Ia menindih tubuh istrinya membuat tanda merah di leher Fathia. "Aahh Mas, jangan nanti malu di lihat orang apa lagi aku mau syuting besok pagi, Mas," jelas Fathia mendesah.
"Tanda kalau kamu milik aku. Syukur kalau di lihat Galen!"
"Udah satu aja," fathia mengangkat wajah Aka.
Aka mengangguk. "Di leher emang satu, tapi tubuh kamu yang lain akan banyak tanda merah dari aku," kata Aka menatap istrinya penuh gairah."
__ADS_1