ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Sembilan Satu


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu Fathia pun datang. Ia sudah tak sabar untuk menunjukkan kemampuannya di depan kamera. Meski memakai identitas Alodie ia tetap akan berusaha menjadi dirinya sendiri. Membuktikan kalau ia mempunyai bakat dan ilmu yang tak pernah di miliki Alodie. Jikalau pun nanti orang memuji atau menyukai kinerja Alodie, itu semua berkat dirinya.Walaupun nama Fathia tidak akan pernah di kenal oleh orang banyak tapi satu hal yang ingin Fathia buktikan kalau ia jauh berbeda dari Alodie.


"Siap Han?" tanya Aka pada Fathia.


Siang ini mereka akan menghadiri konferensi pers yang sudah di jadwalkan oleh management Alodie dulu.


"Hhhhuuufff" Fathia menghembuskan nafasnya.


"Kamu gugup?"


"Ia Mas, deg-degan!"


"Santai aja kan ada aku. Berangkat sekarang?"


Fathia mengandeng tangan suaminya segera berangkat ke lokasi yang sudah di tentukan. Sampai di sana sudah banyak awak media dan wartawan menantikan kedatangan mereka.Jam dua konferensi pers di mulai dari Aka yang menjelaskan tentang istrinya yang mengalami kecelakaan sekitar 6 bulan yang lalu dan setelah masa pemulihan baru bisa muncul di depan publik. Aka juga menceritakan kondisi Alodie palsu yang kini sedang mengalami amnesia.


"Setelah ini apa Mbak Alodie akan kembali ke dunia yang membesarkan namanya?"


"Pasti! karena itu kami melakukan konferensi pers sebelum istri saya kembali ke dunia entertain, agar berita yang beredar tidak simpang siur juga nantinya orang-orang yang pernah berada di dekat istri saya tidak bingung dengan perubahan sikap Alodie." Penyataan dari Aka.


"Bagaimana kondisi rumah tangga kalian berdua sejak Alodie amnesia? bukannya dulu sempat beredar berita kalau rumah tangga kalian ada orang ketiga?"


"Rumah tangga kami jauh lebih baik sekarang, meskipun amnesia Alodie bisa menjalani tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan saya sebagai suami sangat bersyukur akan hal itu.Bisa di bilang kami layaknya pengantin baru sebab kami harus memulai rumah tangga ini dari awal."


"Kapan ingatan Alodie bisa kembali?"


"Untuk itu pihak dokter yang menangani Alodie juga tidak bisa memberikan kepastian.Dan juga tak ada tindakan medis yang dapat di lakukan untuk membuat ingatannya kembali."


"Kapan Alodie akan mulai syuting lagi?"


"Besok saya sudah mulai menjalani sebuah pemotretan. Atas izin Mas Aka saya hanya di perbolehkan mengambil job yang ringan, tidak memakan waktu agar saya dapat beristirahat karena baru saja selesai tahap pemulihan," kata Alodie palsu.

__ADS_1


30 menit konferensi pers di sudahi meski masih banyak pertanyaan yang ingin di ajukan para wartawan dan media, tapi pihak Aka juga management merasa keterangan yang mereka berikan sudah cukup jelas.


"Dokter, Alodie perkenalkan ini Mita yang akan menjadi asistennya Alodie nanti," ujar Rike memperkenalkan wanita berusia 19 tahun itu pada mereka. "Mulai besok Mita akan bekerja mencatat semua jadwal Alodie yang sudah dokter Aka setujui, menemani Alodie di lokasi, juga merangkap sebagai supir," tambahnya lagi.


Aka menggeleng tanda tak setuju. "Biar saya yang akan menyediakan supir pribadi untuk istri saya."


"Baik dokter. Kalau boleh kami minta nomor kontak Alodie sekarang untuk bisa di hubungi juga nomornya dokter Aka," pinta Rike.


"Begini saja, biar Mita saya yang gaji. Jadi mulai sekarang Mita bekerja pada saya dan istri saya. Apapun hal yang ingin kalian sampaikan pada Alodie semua melalui Mita dan Mita akan melaporkan pada saya! apa kalian keberatan?"


Rike dan rekannya saling bersitatap. Terlalu ketat ya dokter Aka menjaga istrinya atau bisa di bilang posesif.


"Saya hanya nggak mau nanti kejadian dulu terulang kembali. Saya tau kok kalau kalian dulu menyembunyikan hubungan istri saya dengan Galen, makanya saya sekarang nggak bisa percaya sama kalian. Bisa saja saya mencari management lain untuk istri saya, tapi karena kalian sudah datang kerumah dan meminta maaf saya hargai itu. Anggap saja saya memberikan kesempatan kedua untuk kalian bukan berarti saya ini orang bodoh seperti yang kalian pikir dulu," jelas Aka menusuk pada Rike dan rekannya yang dulu tak peduli pada Alodie mau selingkuh meski sudah punya suami.


Rike dan rekannya hanya menelan saliva sambil menundukkan kepala. "Baik dokter kami setuju, nanti kontrak kami antara Mita akan di batalkan."


Aka mengangguk puas. "Masih ada yang perlu di bicarakan?"


"Kita pulang sekarang Han?" tanya Aka pada Alodie palsu.


"Ia Mas."


"Mita nanti sore kamu bisa datang kerumah kami. Ini alamatnya," pinta Aka memberikan secarik kertas bertuliskan alamat rumahnya.


"Siap Pak" tunduk Mita.


Aka dan Fathia meninggalkan tempat itu.Sebenarnya management Alodie palsu sudah memesan meja di restoran tempat mereka melakukan konferensi pers. Niatnya mengajak Aka dan Alodie palsu makan-makan untuk menjalin ke akraban, tapi sepertinya Aka menghindari hal itu buktinya mereka sudah pergi dengan mobil mewahnya.


"Kemana kita Mas?" tanya Fathia saat di dalam mobil.


"Aku mau ngajak kamu beli mobil."

__ADS_1


"Buat apa?"


"Ya buat kamu berangkat syuting dong. Kan mobil kamu hancur karena kecelakaan."


"Kan di rumah masih ada mobil yang lain Mas."


"Mobil di rumah kecil sayang, aku maunya mobil untuk kamu itu bisa nyaman kalau mau di pakai istirahat. Aku nggak mau istri aku nanti kecapekan."


Fathia tersenyum bahagia mendapatkan perhatian dari Aka. Bukan mobilnya yang dia inginkan tapi kepedulian Aka dari hal-hal kecil seperti ini membuat Fathia makin mencintai suaminya atau suami orang. Entahlah saat ini ia tak ingin memikirkan hal itu dulu.


Di showroom mobil Aka membantu Alodie palsu memilih beberapa mobil yang di sarankan langsung oleh si pemilik showroom. Yang pastinya sesuai dengan kebutuhan Fathia. Beberapa mobil sudah mereka lihat dan Fathia menjatuhkan pilihannya pada mobil Hyundai Satria.


"Kenapa nggak Alphard aja sih Al?" tanya Aka.


"Kenapa emangnya Mas?"


"Nggak kenapa sih, tapi kan Alphard lebih mahal."


"Lah, bagus dong aku belinya yang murah."


"Masak istri pengusaha pakai mobil murah."


"Mas, aku beli mobil itu sesuai kebutuhan dan fungsinya, bukan lihat harganya.Kamu malu nanti di bilang orang sini nggak mampu beliin aku mobil mahal!?"


Aka hanya diam. Tebakkan sang istri ternyata benar.


Fathia hanya geleng-geleng kepala.Ternyata suaminya punya harga diri yang tinggi. Fathia tetap pada pilihannya. Meski Aka masih merasa keberatan tapi ia tak mau berdebat di depan orang lain. Menyelesaikan surat jual beli Fathia dan Aka pun kembali menaiki mobil mereka untuk pulang.


"Mas, kita ke alamat ini sebentar ya," ajak Fathia menuliskan alamat di navigasi mobil.


Aka yang masih kesal hanya diam dan melajukan mobilnya menuju alamat yang di minta sang istri.

__ADS_1


__ADS_2