
Hari yang di tunggu-tunggu Aka dan Alodie palsu pun tiba. Hari ini tepat hari ke 3 menstruasinya Alodie palsu dan mereka harus kerumah sakit untuk melakukan pemerikasaan. Keduanya begitu semangat pagi ini ketika hendak menuju RS.
"Ready?" tanya Aka pada sang istri.
Fathia menghela nafas dan mengangguk penuh semangat.
"Yuk berangkat," ajak Aka mengandeng tangan Fathia menuju mobil.
Di rumah sakit Fathia melakukan serangkaian pemerikasaan seperti tekanan darah, berat badan dan lain-lainnya yang di minta keterangannya oleh seorang suster. Setelah itu Aka dan Alodie palsu dipersilahkan oleh suster untuk masuk keruangan dokter Biya.
"Wwwaahh...yang di tunggu-tunggu datang juga," sambut dokter Biya memeluk Alodie palsu.
"Kita di tungguin?" tanya Fathia duduk di kursi depan meja dokter Biya di susul suaminya.
"Ia dong! Kita mulai ya, saya jelaskan dulu apa itu inseminasi buatan. Inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI) adalah salah satu alternatif program hamil bagi Anda yang ingin memiliki anak.Metode ini dilakukan dengan cara menaruh sperm di dalam rahim seorang wanita untuk membantu proses pembuahan.Tujuan dari metode inseminasi buatan adalah meningkatkan jumlah sperm yang berhasil sampai di tuba falopi," jelas dokter Biya.
"Langkah-langkahnya gimana dok?" tanya Fathia.
"Langkah pertama kita lakukan tes kesehatan. Baik istri maupun suami seperti tes kesuburan dan menilai kadar hormon. Pemeriksaan tambahan pada istri berupa pemeriksaan kondisi tuba falopi dan keadaan rahim apakah cukup kuat sebagai tempat tinggal janin selama masa kehamilan nanti," terang dokter Biya.
"Jadi sekarang kita lakukan langkah pertama?" tanya Aka.
Biya mengangguk. "Silahkan bersiap dan Aka nanti akan di bantu oleh beberapa suster."
Pasutri itu melakukan serangkaian pemerikasaan tambahan lainnya selama di ruang pemeriksaan dokter Biya. Setelah semuanya selesai mereka kembali duduk di kursi depan meja menghadap dokter Biya kembali sembari menunggu beberapa hasil tes.
"Kita lanjut langkah kedua yaitu stimulasi ovarium. Kita cek dulu sel telur nya Alodie setelah itu akan saya resepkan beberapa obat minum dan obat injeksi yang merupakan obat kesuburan tujuannya untuk meningkatkan jumlah telur yang diproduksi ovarium."
"Berapa lama dokter Bi?" tanya Fathia.
"Untuk 1 minggu kedepan setelah itu kita lakukan pemeriksaan dan USG kembali untuk memantau apakah sel telurnya sehat atau tidak juga untuk menentukan seberapa banyak dosis obat, apakah perlu di tingkatkan atau di turunkan serta menentukan kapan sel telur matang. Jadi kita bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan ****** kedalam rahim agar terjadi pembuahan." dokter Biya.
"Selanjutnya?" tanya Aka.
"Saat kita mendapatkan sel telurnya matang maka dokter Aka akan memberikan sampel sperm nya. Sebelum di suntikkan kedalam rahim sperm nya akan di cuci terlebih dahulu tujuannya untuk memilih sel yang sehat dan tidak."
Aka pun mengangguk paham. Biya melakukan USG pada Alodie palsu untu melihat keadaan sel telurnya. Di rasa cukup Biya memberikan beberapa resep obat yang harus di konsumsi Alodie palsu selama seminggu. "Untuk obat injeksinya cukup di suntikkan 1 x 24 jam di perut bagian bawah," jelas dokter Biya.
"Apa ada efek sampingnya dok?" tanya Fathia.
"Efek samping yang dipicu dengan mengonsumsi obat kesuburan umumnya ringan dan hilang setelah berhenti meminumnya. Beberapa efek samping saat menjalani program inseminasi buatan seperti
- Mual
__ADS_1
- Moody
- Kram perut
- Payudara sensitif
- Kembung
- Tidak nyaman pada bagian panggul
- Kista
- Ruam atau sedikit bengkak pada tempat injeksi
Tapi biasanya hanya sedikit dari semua pasien saya yang mengalaminya," jelas dokter Biya.
"Gimana? kamu sanggup nggak?" tanya Aka sedikit khawatir kalau nanti istrinya merasakan beberapa efek samping tersebut.
"Sanggup lah Mas, pokoknya aku mau menjalani program ini," yakin Fathia mantap.
"Nanti kita bisa konsultasi lagi kalau Alodie mengalami keluhan selama mengkonsumsi obatnya," kata dokter Biya.
Aka dan Alodie palsu mengangguk setuju. Proses hari ini cukup lancar dan mereka pun di perbolehkan pulang dan kembali satu minggu lagi. Keduanya melangkahkan kaki keluar dari ruang dokter Biya dengan penuh harapan kalau proses inseminasi ini bisa sukses dan Alodie palsu positif hamil.
"Dari sini kamu langsung ke kantor Mas?" tanya Fathia.
"Ia honey. Tapi aku pulang sore kok nggak lembur lagi. Kan sekarang istri aku udah jalan program hamil jadi aku harus ada buat kamu," kata Aka.
Fathia tersenyum senang. "Makasih ya Mas, mau temanin aku berjuang untuk hamil lagi."
"Sama-sama sayang. Ini juga kan perjuangan kita berdua buat dapat baby."
"Ia.Yuk makan, biar kamu ke kantornya nggak makin kesiangan."
π€π€π€π€
Malam harinya setelah makan malam Aka dan Alodie palsu segera masuk kamar menikmati waktu istirahat berdua sekalian jadwalnya Aka menyuntikkan obat injeksi pada Alodie palsu.
"Sekarang jam 9 malam, berarti suntikan seterusnya jam 9 malam," kata Aka meracik obat injeksi. "Siap Al?"
Fathia mengangguk berbaring di atas kasur sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangan. Aka menyuntikkan obat hormon itu di perut Alodie palsu bagian bawah. "Sakit Mas! udah belum?" tanya Fathia mengintip dari celah jari-jarinya.
"Sedikit lagi!" kata Aka fokus menyuntikkan obat itu sampai habis. "Udah! sakit banget ya?"
__ADS_1
Fathia mengangguk. "Ngilu."
Aka memeluk istrinya. "Semangat ya! pokoknya aku selalu ada di samping kamu," ujar Aka memberikan semangat pada sang istri.
"Makasih Mas."
"Yuk sini tidur di dada aku," ajak Aka merangkul Alodie palsu.
"Kalau nanti seminggu kedepan sel telurnya nggak matang, berarti dosis obatnya di tambah dong Mas?" tanya Fathia.
"Ia honey. Kenapa? kamu nggak kuat? kalau nggak kuat ya udah di batalin aja. Aku nggak mau kamu jalani program hamil ini terpaksa nantinya."
"Nggak kok Mas, aku bisa kok nahan sakitnya. Cuma aku agak takut aja nanti hasilnya negatif."
"Kan udah aku bilang, apa pun hasilnya kita harus terima dengan ikhlas. Kalau kamu mau kita coba lagi."
Fathia mengangguk. Elusan lembut tangan Aka di kepalanya membuat mata Fathia mulai merasakan kantuk hingga tak sadar ia pun tertidur lelap.
π°π°π°π°
4 hari sejak Fathia mengkonsumsi obat hormon penyubur kandungan yang di resepkan dokter Biya Aka mulai merasakan ada perubahan pada istrinya. Memang Alodie palsu tak mengalami semua efek samping yang di sebutkan oleh dokter Biya tapi satu yang membuat Aka merasa serba salah jika sudah menghadapi mood swing istrinya. Ya ternyata Alodie palsu menjadi moody an akibat perubahan hormonnya.
"Pulangnya jangan telat," rengek Fathia manja karena tak mau di tinggal Aka berangkat kerja.
"Ia honey, aku pulang cepat kok. Cuma meeting sebentar habis itu aku pulang dan bawa kerjaan aku ke rumah."
"Benar ya?!"
"Ia! aku berangkat ya," izin Aka menuju mobilnya.
"Mas," panggil Alodie palsu dengan mata yang mulai berair.
Aka menepuk jidatnya. Saking tergesa-sega berangkat kekantor ia lupa mencium kening istrinya dan itu bisa jadi masalah besar nanti.
"Maaf ya aku lupa. Sini cium dulu," pinta Aka mencium kening, pipi, hidung dan terakhir bibir Alodie palsu.
Seketika wajah istrinya berubah ceria. Begitu mudahnya suasana hati istrinya ini berubah dari sedih bisa langsung senang dan itu menjadi PR bagi Aka untuk bisa menjaga suasana hati Alodie palsu supaya tidak stress menjelang proses pembuahan di lakukan.
...----------------...
Sumber : Google
Please like π komen π favorit π dan hadiah π
__ADS_1