
Aka menghampiri sang istri yang setengah duduk di atas hospital bed. Tampak istrinya sedang melamun dan masih tersirat raut sedih di wajahnya. Aka meraih jemari istrinya lalu digenggam dan dicium. "Aku tau kamu marah sama aku. Kamu boleh pukul aku, tampar aku, tarik rambut aku, tapi please jangan diam kek gini dong honey!" bujuk Aka memohon.
"Aku nggak marah sama kamu kok Mas!" jelas Fathia dengan suara pelan.
"Terus kenapa dari tadi kamu diam aja? nggak mau ngomong sama aku?"
Fathia menarik nafas "Aku cuma lagi butuh waktu sendiri aja Mas," alasannya.
"Jangan gitu sayang, kalau kamu sedih aku juga sedih kalau kamu merasa hancur aku juga hancur. Tapi please ngomong sama aku! jangan diam dan melamun seperti ini aku makin hancur dan makin merasa bersalah sama kamu. Aku masih nggak bisa terima kejadian malam tadi yang bikin kita kehilangan calon anak kita, aku yang menyebabkan dia pergi dari rahim kamu," sesal Aka menangis.
Fathia membawa Aka kedalam pelukannya. Ia sadar kalau dalam masalah ini Aka lah orang yang paling terluka. Anak yang di harapkan nya pergi begitu cepat akibat ulahnya yang ceroboh dan terbawa kenikmatan sesaat.
"Maaf ya Mas!" pinta Fathia mengusap rambut Aka.
"Aku butuh kamu honey untuk menghadapi ini semua. Bersama-sama kita menata hati kita kembali. Saling memberi semangat dan saling menguatkan satu sama lain, kita saling membutuhkan. Aku nggak mau kamu sedih, sakit dan hancurnya sendiri, ngomong sama aku kita harus saling berbagi ya." Aka menangkup wajah istrinya.
Fathia mengangguk berlinang air mata. Sesaat ia sudah egois mengabaikan Aka karena ia terlalu larut dalam penyesalannya sendiri. Sampai melupakan perasaan suaminya.
"Sekarang kita tidur ya," ajak Aka merapikan anak rambut Alodie palsu.
"Tidur sambil peluk kamu!"
"Ya udah, kita tidur berdua di sini. Istirahat ya jangan mikir apa-apa lagi," kata Aka membawa istrinya berbaring.
ππππ
Serangkaian pemeriksaan di lakukan oleh dokter Biya untuk memastikan keadaan Alodie sebelum pulang.
"Nggak perlu tindakan kuret, karena seluruh isi kandungan sudah keluar dan tidak ada jaringan janin atau plasenta yang tertinggal di dalam rahim Alodie istilah medisnya abortus komplit. Karena usia kehamilannya kurang dari 10 minggu plasenta yang tertinggal di dalam rahim akan keluar secara alami dalam waktu 1 atau 2 minggu, dan proses ini dibantu dengan obat-obatan yang sudah aku resepkan," terang dokter Biya pada Aka terkait kondisi Alodie sekarang.
"Kapan Alodie bisa pulang?"
__ADS_1
"Nanti sore , setelah habis infus ya. Satu lagi selama 2 minggu kedepan Alodie harus bed rest, hindari aktivitas berat dan jangan sampai kelelahan. Jangan terlalu terpuruk dalam kesedihan karena itu bisa mengakibat stres dan memperlambat kesembuhan Alodie."
"Makasih Bi, gue balik dulu ke ruangannya Alodie," izin Aka.
"Silahkan, nanti pas mau pulang aku kesana ya."
ππππ
"Makan buah mau? mama potongin," tawar Alia pada menantunya.
"Boleh Mah," jawab Alodie palsu. Hari ini Fathia sudah sedikit lebih baik dari kemarin. Wajahnya mulai tampak berseri, sudah banyak bicara dan mau tersenyum. Aka pun senang dan bahagia melihat istrinya sudah tak semurung dan sesedih kemaren.
"Lagi apa?" tanya Aka mengecup kening istrinya yang baru kembali dari ruang kerja dokter Biya.
"Makan buah.Gimana kata dokter Bi? boleh pulang sekarang kan?" tanya Fathia masih dengan suara yang lemah.
"Boleh, tapi nanti sore pas infus kamu habis." Aka duduk di atas hospital bed di samping Alodie.
"Benar Al kamu nggak ada ngerasain tanda-tanda orang hamil?" tanya Alia masih merasa penasran sambil mengupas buah.
Fathia tersenyum lembut. "Nggak apa Mas, aku nggak masalah!" yakinnya.
"Alodie aja nggak masalah kamu nya aja yang jadi masalah," cibir Alia.
"Aku benaran nggak tau kalau hamil Mah, Mas. Pas hari pertama Mas Aka pergi ke Singapur aku sempat main-main sama Kinan di mall sampai malam. Di lokasi syuting juga lari-lari tapi aku sama sekali nggak ngerasa capek," jelas Fathia.
"Mual atau muntah gitu? atau kayak pengen makan sesuatu nggak ada?" cecar Alia.
Fathia menggeleng.
"Kan nggak semua ibu hamil mengalami gejalanya Mah," tutur Aka.
__ADS_1
Alia menghela nafas, mungkin memang sudah takdir mau di kata apa. Sekarang lebih baik ia ikhlas dan berdoa semoga secepatnya Alodie bisa hamil kembali.
π§ π§ π§ π§
"Obatnya di minum dan habiskan. Makan makanan yang sehat. 2 minggu lagi kita kontrol kondisi kamu," pesan Biya sebelum Alodie pulang.
"Siap dokter Bi, makasih ya sudah rawat aku," pinta Fathia duduk di hospital bed.
"Sudah tugas aku sebagai dokter. Ingat ya Al, jangan sedih lagi, artinya kamu itu subur bisa hamil cepat setelah lepas kontrasepsi jadi masih besar peluang kamu hamil setelah ini."
"Ia dokyer Bi."
"Yuk, aku gendong duduk di kursi rodanya," ajak Aka.
"Nggak usah Mas, aku bisa jalan," tolaknya.
"Kamu nggak boleh banyak gerak dulu honey!"
"Dengar kata suami kamu Al. Pokoknya 2 minggu kedepan kamu bed rest," timpal Biya.
Fathia akhirnya pasrah dan mengikuti semua saran dokter Biya yang mengharuskannya istirahat total di atas kasur selama 2 minggu kedepan. Membayangkan nya saja sudah membosankan apa lagi harus ia jalani, pasti sangat membosankan.
Di temani mertua sedangkan Aka mendorong kursi roda yang di duduki Alodie palsu mereka keluar dari rumah sakit menuju parkiran. Ternyata Ciara dan Joe baru saja sampai untuk menjenguk Alodie.
"Kita kerumah aja," ajak Aka pada sahabatnya.
Dua mobil mewah itu meluncur meninggalkan halaman parkir rumah sakit menuju rumah Aka dan Alodie palsu.
Sampai di depan komplek rumah mereka para wartawan tampak sudah berkumpul di sana. Satpam di pos jaga melarang mereka semua untuk masuk sebab atas perintah Aka juga takutnya nanti menganggu kenyamanan penghuni lainnya.
"Mendingan kamu turun aja Mas, kasih mereka sedikit keterangan. Kasian loh udah dari kemaren mereka kesini. Mereka cari berita, untuk dapat uang, untuk makan anak istrinya," kata Fathia di dalam mobil sebab mobil mereka di hadang oleh para wartawan.
__ADS_1
Sebenarnya Aka tak suka ranah pribadinya di jadikan konsumsi publik seperti ini. Tapi mau bagaiman lagi, sudah resiko punya istri selebriti apa lagi sekarang nama Alodie tengah naik daun.
Aka turun sebentar, memberikan keterangan tentang kondisi istrinya dan membenarkan berita tentang Alodie yang mengalami keguguran. Di rasa cukup ia meminta para wartawan memberi mobilnya jalan lewat agar bisa sampai kerumah karena istrinya harus istirahat.