ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
S2 bab 26


__ADS_3

Sejak Alodie palsu mulai menjalani program kehamilan. Alia sang mama mertua selalu datang kerumah anak dan menantunya untuk membantu sekaligus memastikan menantunya tak melakukan pekerjaan rumah. Alia sangat memanjakan Alodie palsu hampir setiap hari ia datang membawa masakan juga buah serta sayuran memberikan asupan bergizi untuk menantu serta anaknya.


"Siang ini Mama masak toast selai alpukat dan telur, pepes ikan dan sup bening," kata Alia menata makanan di meja makan yang di bawanya dari rumah.


"Hhhhuuummm... wangi! aku boleh langsung makan ya Ma?" tanya Fathia.


"Boleh dong sayang, sini Mama bantu ambilin."


"Nggak usah Ma, aku bisa sendiri kok. Mama ikutan makan yuk."


"Mama udah makan di rumah tadi. Kalau ini semua khusu buat kamu sama Aka. Aka nya belum pulang?"


Fathia menggeleng sambil menyuap makanannya. "Mungkin bentar lagi sampai."


"Ooh. Mau Mama bikinin jus buah atau sayur?"


"Nanti aja Ma, kalau aku mau bisa bikin sendiri."


"Jangan dong Al! kamu itu nggak boleh kecapekan harus banyak istirahat."


"Alodie itu nggak sakit Mah, dia boleh melakukan kegiatan asalkan tau batasannya," timpal Aka yang baru saja pulang kerja.


Alia hanya menipiskan bibir tak setuju dengan yang di katakan Aka. "Pokoknya kamu dengar kata Mama ya Al,nggak boleh nginjak dapur! Kamu harus banyak istirahat nggak apa-apa kamu mau tidur-tiduran seharian soal makanan biar Mama yang siapin," kata Alia.


Fathia hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil menikmati makanan yang di masak oleh mertuanya itu.


"Mah, kok aku nggak di ambilin sih makanannya?" tanya Aka ikut duduk di kursi meja makan.


"Ambil aja sendiri! Mama mau bikin jus buat Alodie," kata Alia berlalu menuju dapur.


"Mau aku ambilin Mas?" tanya Fathia.


"Nggak usah honey! biar aku ambil sendiri, kamu lanjut aja makannya."


🥤🥤🥤🥤


Sore hari Mita pun datang berkunjung kerumah. Sudah 2 minggu ia tak bertemu Alodie palsu. Ada banyak hal yang ingin ia ceritakan pada Alodie palsu.


"Nginap sini kan?" tanya Fathia mengajak Mita duduk di ruang tamu.


Mita mengangguk. "Tapi nggak ganggu waktu istirahat Mbak kan?"


"Nggak kok, lagian aku kesepian kalau Mas Aka sibuk di ruang kerjanya."


"Hhmm.Gimana?"


"Apanya?"


"Hasil inseminasinya?"


"Belum lah Mit, aku masih dalam masa stimulasi ovarium, menunggu sel telurnya matang."


"Ooh.. aku doa in semoga nanti hasilnya positif, Mbak Alodie hamil lagi."

__ADS_1


"AMIN.Yuk ke kamar habis itu bantuin aku masak makan malam!"


Fathia mengantar Mita ke kamar tamu setelah itu mereka berdua melangkah menuju dapur.


"Eh ada neng Mita," sapa bi Runi.


"Apa kabar bi?"


"Baik neng. Nginap sini kan?"


Mita mengangguk.


"Ciara tau kan kalau kamu mau ke sini?" tanya Fathia.


"Tau kok Mbak. Kan semalam aku nginap di rumahnya."


"Ooh, baguslah kalau kalian udah mulai akur."


"Kalau jarang ketemu ya akur-akur aja, tapi kalau udah ketemu tiap hari malah jadi sering berantem. Oh ya tadi aku di kasih uang sama bang Joe, katanya buat bayar sewa apartment, terus aku bilang kalau udah di bayar Mbak Alodie jadinya uang itu buat jajan aja katanya."


"Uang nya di simpan aja Mit, jangan boros!"


"Ia Mbak, aku nggak suka foya-foya kok."


"Masak apa kita bi?" tanya Fathia pada bi Runi.


"Terserah Mbak aja! biar saya bantu kupas dan potong bahan-bahannya."


Di dapur ketiga wanita itu asik mengobrol sambil membantu Alodie palsu mengolah masakannya.Setelah semuanya matang Mita dan bi Runi membantu Alodie palsu menata di meja makan.


"Wwwaahh...sudah siap ya makan malamnya? pantesan kecium wanginya sampai ruang kerja," timpal Aka muncul.


"Baru aku mau panggil kamu Mas," sambung Fathia.


"Eh, ada Mita. Kapan sampai?" tanya Aka duduk di kursi meja makan.


"Tadi sore dokter."


"Nginap sini?"


"Ia, mau curhat sama Mbak Alodie."


"Ooh. Yuk makan dulu nanti aja curhatnya." Aka


"Ini Mas, makannya." Fathia menyerahkan piring yang di isinya pada Aka.


"Makasih honey. Ayok Mit di ambil makanannya, bi Runi juga," ajak Aka sebagai kepala keluarga.


Usai makan malam Aka melanjutkan beberapa kerjaannya di ruang kerja sedangkan Fathia dan Mita habis membantu bi Runi beres-beres di meja makan mereka beralih ke ruang tengah duduk menonton TV sambil bercerita banyak hal.


"Setengah 9 lewat, aku ke kamar ya Mit mau suntik obat dulu sekalian istirahat," kata Fathia.


"Aku juga ke kamar deh," balas Mita bangkit dari sofa.

__ADS_1


Sebelum ke kamar Fathia menghampiri Aka dulu di ruang kerja. "Mas, udah selesai kerjaannya?"


"Udah nih," jawab Aka mematikan komputer.


"Yuk ke kamar, udah mau jam sembilan kan waktunya kamu di suntik," ajak Aka.


Seperti biasa Aka meracik obatnya kedalam suntikan dan Fathia sudah tidur telentang di atas kasur sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangan karena takut.


"Kenapa mukanya di tutup sih?"


"Takut Mas."


"Santai aja Al, jangan tegang! rileks," kata Aka duduk di samping tempat tidur.


Fathia menghela nafas agar sedikit lebih tenang sebab ia agak takut dengan rasa sakit pas di suntik.


"Siap?" tanya Aka.


Fathia memejamkan matanya erat lalu mengangguk.


Tak tega melihat istrinya yang harus menahan sakit ketika obat ijeksi itu di suntikkan Aka mengambil posisi mendekatkan dirinya pada Alodie palsu lalu tangannya menancapkan jarum suntik di perut Fathia dan ia mencium bibir merah mudah sang istri. Ciuman yang di berikan Aka mampu membuat Fathia mengalihkan rasa sakitnya.


"Selesai," ujar Aka. "Nggak sakit kan?"


Fathia menggeleng malu.


"Sama suami sendiri masih malu-malu," goda Aka.


"Hehehe...mau lagi dong Mas," balas Fathia.


"Ayok," ajak Aka merangkak naik ke atas tubuh istrinya.


"Eh, tapi boleh nggak?"


"Selama masa stimulasi boleh kok. Aku juga kangen tau udah libur dari kamu mens sampai sekarang."


"Benar boleh nih?"


"Ia! masak nggak percaya sama suami sih? aku kan juga dokter honey meski bukan dokter kandungan tapi tau lah prosedurnya gimana," jelas Aka.


"Ayok deh kalau gitu! aku juga kangen teriak-teriak di bawah kamu."


"Eeh... mulai nakal ya," Aka mencubit hidung istrinya.


"Udah lama nggak di belai Mas," jawabnya.


"Bisa aja. Eh tunggu dulu, aku pakai pengaman dulu," kata Aka menuju laci meja rias istrinya.


"Buat apa?"


"Pengaman dong honey! kamu kan dalam masa stimulasi jadi nggak boleh di buahi, cuma boleh berhubungan aja," jelas Aka.


"Oohh." Paham Fathia.

__ADS_1


__ADS_2