
"Apa lagi kamu juga ingin memulai rumah tangga yang baik sama dia, jadi aku rasa kalian butuh kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan rumah tangga kalian,"tambahnya lagi.
" Makasih ya Gal, kamu mengerti posisi aku," pinta Alodie.
Galen tersenyum " Semoga rumah tangga kamu dan Aka bisa bahagia," harapnya lalu memeluk Alodie sebelum mereka berpisah.
"Itu sopir aku datang, aku turun ya," kata Aka menunjuk mobilnya yang di parkir dekat mobil Alodie.
Alodie mengangguk stelah Galen turun dari mobilnya ia pun berpindah ke sisi kemudi untuk melajukan mobilnya menuju rumah ia dan Aka.
π₯¬π₯¬π₯¬π₯¬
"Ini sisa uang yang saya janjikan, dan mulai sekarang sudah tidak ada lagi surat perjanjian hutang piutang itu," kata Fathia menyerahkan buku tabungannya juga ATM.
Afkar mengangguk lalu ia memberi kode pada Inas.
"Sebentar ya Ti, bibi susul juragan Afkar," izinnya.
Fathia setuju menunggu.
Di halaman belakang rumah Afkar dan Inas tampak sedang berbicara serius.
__ADS_1
"Saya serahkan uang ini pada kamu, tapi Fathia tinggal di sini dia akan saya jadikan istri ke tiga saya," tawar Afkar.
Inas memeriksa jumlah uang yang tertera di buku tabungan Fathia tadi. "Cuma 350 juta, ini mah kurang juragan," keluhnya.
"Saya tambah 350 juta lagi dan kamu pergi dari sini, tapi jangan sampai ibunya tau masalah ini sebelum saya menikahi dia besok pagi," pinta Afkar.
Inas tersenyum membayangkan uang 700 juta dan ia setuju dengan syarat yang di berikan Afkar. Tak lama tampak seorang anak buah Afkar datang membawakan uang tunai yang di janjikan nya tadi pada Inas. Mata wanita tua itu tampak membulat saat melihat uang pecahan 100 sekoper. Tanpa mereka sadari seseorang sedang menguping pembicaraan mereka. Tak peduli lagi pada ponakannya Inas langsung pulang membawa uang dengan sepeda motornya melewati jalan belakang di mana Fathia tidak melihatnya sudah pergi.
"Yasmin" Afkar memanggil istri keduanya.
"Ia pak" jawabnya menghampiri.
"Siapkan kamar untuk gadis yang duduk di ruang tamu dan kurung dia di sana sampai besok pagi," titahnya.
"Mbak, mari ikut saya," ajak Yasmin pada Fathia.
"Kemana? bibi saya tadi mana?" bingungnya.
"Eemm... bibi mbak masih ada urusan sama juragan jadi sebaiknya mbak istirahat di kamar dulu," jawabnya.
Fathia merasa ada yang aneh tapi apa pikirnya sambil mengikuti Yasmin wanita yang mungkin umur 30 an itu.
__ADS_1
ππππ
"Dari mana kamu?" tanya Aka dengan nada suara yang dingin dan tak pernah di dengar sebelumnya oleh Alodei saat ia baru saja menutup pintu rumah.
"Kan aku habis syuting dari puncak Mas," jawab Alodie gugup membenarkan krah sweater nya.
Aka hanya tersenyum sinis karena ia tau bahwa Alodie berbohong. Ia bangkit dari duduknya dan menghampiri sang istri yang masih berdiri di dekat pintu rumah. Saat Alodie pulang Aka sedang bersantai di ruang keluarga menonton tv.
"Jawab yang jujur, dari mana kamu?" tanya Aka sekali lagi.
"A-aku" gugup Alodie.
"Kamu balik liburan kan sama mantan tunangan kamu itu," tebak Aka.
Alodie hanya diam dan menundukkan kepalanya merasa bersalah sudah berbohong.
"Jawab" bentak Aka untuk pertama kalinya.
"Aku memang pergi syuting Mas, dan setelah itu Aku memang ketemu Galen di vila tapi hanya untuk membicarakan sesuatu," jawab Alodie
"Membicarakan apa?"
__ADS_1
"Kalau aku ingin berpisah dari dia dan akan memulai hubungan rumah tangga ini dengan kamu," jelasnya lagi.