ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
115


__ADS_3

"Santai aja Sel! oh ya bapak ada?" tanya Fathia mengintip kedalam ruangan suaminya.


"Masih meeting Buk, mungkin sebentar lagi naik ke sini." Tak lama lift pun terbuka tampak Aka dan Beno serta Fina keluar dari dalamnya.


"Nah itu Bapak sama Pak Beno, Bu," tunjuk Selvi.


Aka pun bergegas menghampiri istrinya lalu ia memeluk dan menciumi seluruh wajah Alodie palsu.


"Mas, kamu ngapain sih?" Fathia berusaha menghindar.


"Aku lagi happy tau nggak! semua berkat kamu, makasih sayang, makasih," ujar Aka penuh kegembiraan meluapkannya pada sang istri.


"Happy kenapa?"


"Produk susuk program hamil yang kalian bintangi terjual habis di pasaran, bahkan stok di gudang sudah menipis," jelas Beno.


"Alhamdulillah," ujar Fathia membalas pelukan suaminya.


"Makasih ya Al, sudah bantu kami kemaren," tambah Beno.


"Nggak usah terimakasih segala Mas Ben! wajar kok aku bantu Mas Aka dan Mas Ben saat kesulitan kayak kemaren."


"Eh, ngobrolnya udah dulu ya, kita makan dulu yuk lapar nih," potong Aka.


"Oh ia, kita makan di sini aja bareng-bareng," ajak Fathia.


Kebetulan sebelum masuk ruang kerja Aka di sana ada kursi dan meja untuk tamu. Akhirnya Aka, Beno serta Alodie palsu Mita juga sekretaris Aka makan siang bersama. Merayakan kesuksesan AkaFarma, ya nanti mungkin juga Aka akan mengadakan syukuran di gedung itu bersama para karyawan lainnya.


"Kita tunggu Mas Aka nya sembuh dulu, baru adain syukuran," kata Alodie palsu.


"Sekalian kita bawa keluarga besar ke sini," tambah Beno.


"Setuju," putus Aka.


Sekretaris Aka membereskan meja sisa-sisa makan siang mereka tadi di bantu Mita sedangkan Beno sudah kembali ke ruangannya.


"Nih, obatnya di minum!" Fathia memberikan obat pada Aka. "Apa lukanya masih ada yang sakit Mas?"


"Di lengan sih Han, perih gitu rasanya pas luka yang kering ketarik," jelas Aka.


"Ya udah, kita ke ruangan kamu yuk! aku bantu olesin obatnya lagi," ajak Fathia.

__ADS_1


"Mulai deh dua-duan, asal jangan sampai lupa waktu aja,ntar kita telat,"sindir Mita.


"Kan ada kamu Mit yang mengingatkan jadwal kerja istri saya," balas Aka.


Mita hanya menipiskan bibir lalu ia memilih duduk di sofa bermain ponselnya.


Sedangkan sekretaris Aka hanya tertawa membenarkan kata Mita, kalau bos nya sudah berduaan dengan sang istri mereka suka lupa waktu


"Kita juga ada meeting lagi setelah ini Pak," ingat Fina.


"Ia saya tau, bawel kalian semua. Bilang aja iri kan, pada jomblo," tunjuk Aka pada tiga gadis itu.


"Saya masuk dulu, mau mesra-mesraan sama istri saya, kalau kalian nggak kuat dengarnya tutup kuping aja," kata Aka berlalu memasuki ruangannya bersama sang istri.


Selvi, Fina dan Mita hanya tertawa. "Mereka bikin gemas ya, kayak anak ABG pacaran, nggak tahan pisah lama," kata Selvi.


"Bucin mereka," tambah Mita.


"Kalau mereka bikin YouTube Chanel pasti fans nya banyak, kayak Atta Aurel gitu," tutur Fina.


"Nggak mau mereka, sempat tuh gue saranin. Tapi dokter Aka nya nggak suka hubungan mereka jadi konsumsi publik," jelas Mita.


"Ok, gue tunggu di sini aja," kata Mita betah di sofa menunggu Alodie untuk berangkat kerja.


🥖🥖🥖🥖


Hari ini, Sabtu keluarga Adnan akan pindah dari Bandung ke Jakarta. Alodie palsu dan Aka, Beno serta kedua orang tua mereka menunggu kedatangan Adnan dan keluarga kecilnya di rumah baru yang di beli oleh Adnan. Kemaren nya Alodie palsu sudah memastikan seluruh perabotan rumah yang di pesannya sudah sampai dan tertata rapi.


Jadi saat Adnan dan Kila mau menempati rumah barunya mereka tak perlu berbenah lagi karena semuanya sudah komplit mulai dari dapur, kamar, ruang tamu, juga taman sengaja di dekor oleh seorang disain interior pilihan Alodie palsu. Anggap saja sebagai hadiah atas rumah barunya Adnan dari Aka dan Alodie palsu.


Jam 10 kurang Adnan dan keluarga kecilnya sampai di rumah baru mereka. Alodie palsu dan Aka serta yang lain menyambut kedatangan mereka di halaman rumah.


"Wwaahh tamannya bagus banget," seru Kila kagum.


Adnan dan istrinya menyapa keluarga mereka. "Yuk masuk," ajak Alodie palsu.


Adnan dan Kila tampak kagum dengan interior rumah baru mereka. "Makasih ya Al, sudah mau bantu Mbak pilih perabotan, eh malah sekalian di dekor," kata Kila.


"Cuma ini yang bisa aku sama Mas Aka bantu."


"Tapi suka kan?" tanya Aka.

__ADS_1


Adnan dan Kila mengangguk. "Suka, makasih banyak ya Ka," jawab Adnan.


Aka dan istrinya tersenyum senang. "Kinan, sini gendong sama Amy," ajak Fathia mengambil alih bayi itu dari pangkuan mamanya.


"Gimana kondisi kamu Ka? tanya Adnan.


"Baik Mas, cuma tinggal tunggu luka-lukanya sembuh. Sudah kering sih tapi kadang suka perih kalau banyak gerak."


"Oh, wajar kalau luka kering emang perih kalau kulit kita meregang," jelas Adnan.


"Mbak sama Mas nya silahkan lihat-lihat dulu kedalam," saran Alodie palsu.


"Ia, kalian lihat dulu rumah barunya, malah duluan kita tamunya yang jelajah rumah kalian," tambah Alia.


Adnan dan Kila penuh semangat menjelajahi rumah baru mereka. Tak salah mereka meminta bantuan pada Alodie palsu untuk menata rumah baru mereka, ternyata hasilnya memuaskan. Cukup mengelilingi rumah baru mereka Adnan dan Kila kembali ke ruang tamu. Di Sana mereka melepas lelah dari perjalanan sambil bersenda gurau di tambah hiburan dari tingkah lucunya Kinan saat di ajak bermain oleh Alodie palsu.


Sore harinya selepas solat magrib mereka semua mengadakan acara syukuran kecil-kecilan. Hanya dihadiri seorang ustad dan keluarga, tujuannya untuk mendoakan semoga Adnan dan keluarga dapat merasa aman,betah dan nyaman tinggal di rumah baru mereka dan juga berkah,di limpahkan rizki yang banyak oleh Allah SWT. Dilanjutkan makan malam bersama setelah itu solat isya berjamaah.


Malam harinya seluruh anggota keluarga memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Beno sudah cabut duluan sebab ia harus mengantar calon istrinya pulang kerumah terlebih dahulu.


"Terimakasih banyak atas bantuan Om dan Tante semua, juga Aka dan Alodie," ujar Adnan pada keluarga besar sebelum mereka semua pulang.


"Namanya keluarga harus saling membantu Nan," balas Risma.


"Semoga kalian betah dan nyaman di Jakarta," tambah Faris.


"Amin." jawab Adnan dan Kila bersamaan.


"Kami pulang ya Nan, La," izin Alia.


"Mas, aku sama Alodie juga pulang ya," timpal Aka.


"Ok Ka, hati-hati di jalan semuanya," balas Kinan saat semua sudah pada memasuki mobil masing-masing.


Alodie palsu melambaikan tangan dari dalam mobil dan di balas oleh Adnan juga Kila sampai rombongan mobil keluarganya meninggalkan halaman rumah mereka.


......................


Belakangan semuanya pada pelit😢, nggak mau kasih like 👍 komen 🖊 favorit 💜 hadiah 🎁


padahal kan author butuh dukungan dari kalian semua🥺 , juga tinggalkan lah jejak kalau kalian sudah membaca novel ini. Itu semua sangat berarti bagi author bisa menambah semangat💪🏼 author untuk nulis📝

__ADS_1


__ADS_2