
"Dapat pemeran pembantu aja kita udah senang kok Mbak," balas Fathia diikuti Ciara yang mengangguk setuju.
"Oh ia Thia, iklan kamu kemaren nggak jadi tayang loh. Mereka kembali syuting sama artis yang kamu gantikan itu esok harinya," kata Widia memberitahu agar gadis itu nantinya tak berharap.
"Kok bisa gitu Mbak?" tanya Thia cuma ingin tau alasannya.
"Artis itu akan menuntut perusahaan minuman itu karena sudah memutus kontrak.Awalnya perusahaan itu nggak takut di tuntut, karena artis itu sendiri yang nggak datang ke lokasi syuting dan kru sudah pada menunggu selama lima jam, dan mereka juga akan menuntut balik artis itu. Tapi artis itu punya alasan kuat ia nggak datang kelokasi syuting karena ia masuk rumah sakit akibat maag nya kambuh dan nggak bisa kasih kabar karena ponselnya hilang," begitu sih kira-kira yang Mbak dengar.
"Nama Artis itu siapa Mbak?" giliran Ciara yang bertanya.
"Alodie"
"Oh, artis sombong itu ya Mbak, yang seenak jidatnya datang dan pergi ke lokasi tanpa kabar berita,aku sering dengar di lokasi kru dan anak-anak makeup sering omongin dia," tambah Ciara sedikit kesal.
"Udah, biarin aja. Mungkin emang belum rezeki aku aja kali," sabar Thia mengingatkan sahabatnya.
__ADS_1
"Sekarang lebih baik kalian pulang, istirahat karena mulai besok kalian akan mulai casting beberapa FTV juga iklan dan ada beberapa pemotretan. Semoga kalian bisa dapat job dari salah satunya." Widia mengingatkan.
Fathia dan Ciara pun berpamitan pada Widia dan beberapa orang yang ada di kantor itu.
πππ
Pagi ini sesuai jadwal yang sudah di atur oleh tim agenci Widia Fathia mulai mendatangi lokasi casting FTV sedangkan Ciara kelokasi casting untuk iklan sebuah produk kecantikan. Widia memang tak main-main dalam membantu keduanya. Mulai dari kendaraan perlengkapan syuting seperti makeup artis dan wardrobe di siapkan nya untuk menunjang penampilan artis agensinya. Meski terbilang baru Widia berani mempertaruhkan uangnya untuk Fatia dan Ciara karena ia yakin bahwa kedua anak ini mampu dan bisa menjadi seorang bintang apalagi di tangan seorang Widia yang mempunyai pengalaman dan relasi di bidang ini, hanya waktu yang akan membuktikan.
Bahkan Widia langsung memberikan asisten untuk Fathia dan Ciara, sungguh mereka kini merasa layaknya seorang artis dan mereka bertekad tak akan mengecewakan Widia yang sudah mempertaruhkan segalanya demi mereka. Mulai hari ini mereka akan menunjukkan kalau mereka bukanlah artis kaleng-kaleng atau artis sensasi, tapi mereka artis berbakat dan memiliki ilmu. Kesempatan berharga ini tak akan mereka sia-siakan.
Fathia mengangguk. "Apa ada talent lain yang ikut Kak?"
"Ia, sama Niko. Kemaren anak itu juga baru tanda tangan kontrak sama Mbak Widia," jawab Luna membantu Fathia berkemas.
Fathia dan Luna meluncur kestudio tempat pemotretan. Disana sudah berkumpul beberapa talent dari agenci lain yang juga ikut casting.
__ADS_1
Kabarnya pemotretan ini untuk sebuah katalok majalah dan juga online sebuah produk pakaian untuk anak milenial.Dan kabarnya lagi mereka hanya akan memilih tiga laki-laki dan tiga perempuan dan pastinya dari tiap agenci yang berbeda.
"Hai, gue Niko," sapanya pada Fathia.
"Fathia"
"Baru datang?"
"Ia, lo?"
"Baru 5 menit, katanya kita ada dua sesi pemotretan. Pertama sendiri lalu berpasangan," jelas Niko memberikan sedikit informasi.
"Kalian berdua harus berpasangan, jangan mau sama telen dari agensi lain. Kalau kalian berhasil dapat chemistry dalam pemotretan ini, maka kalian berdua telen dari satu agensi dan ini akan sangat menguntungkan bagi kita," timpal Sari asistennya Niko.
"Siap Kak," jawab Niko dan Fathia kompak."
__ADS_1