ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Dua Enam


__ADS_3

"Jangan Ti! Awalnya gue juga kepikiran hal itu karena hanya itu satu-satunya jalan.Tapi setelah gue pikir-pikir selama perjalanan kemari itu bukan jalan terbaik," kata Ciara melarang.


"Ya terus gimana caranya Ci? menurut gue emang itu satu-satunya jalan biar ibu bisa operasi dan masalah hutang ini beres."


"Gini aja, nanti gue coba bicara sama mbak Widia buat pinjam uang setidaknya untuk biaya operasi ibu karena gue nggak mau keadaan ibu semakin memburuk gue takut kehilangan ibu Ti yang kita punya sekarang cuma ibu dan untuk bayar hutang nanti gue coba ketemu lagi sama bang Joe," saran Ciara.


Fathia menggelengkan kepalanya sambil mengusap air mata yang sudah membasahi pipi mulusnya. "Gue nggak mau lo berkorban demi gue, biar gue yang harus berkorban sekarang. Jangan pernah lo temui pria itu lagi!"


"Tapi Ti" bantah Ciara.


"Nanti lo pulang coba bicara sama mbak Widia, untuk masalah hutang besok gue coba bicara lagi sama juragan Afkar karena kondisi ibu lagi sakit semoga dia kasih gue tengang waktu," putus Fathia.


Ciara mengangguk setuju dan dua sahabat itu pun berpelukan menangis bersama karena beban hidup yang mereka tangung cukup berat untuk di pikul berdua tanpa ada keluarga lain tempat berbagi.

__ADS_1


"Buk, makan ya biar ada tenaga," bujuk Ciara menyodorkan makanan rumah sakit pada Bu Julanar.


"Nggak enak ibu nggak suka," tolak Julanar.


"Sedikit aja buk, ibuk nggak boleh makan makanan luar jadi harus di paksa makan ini," bujuk Ciara lagi.


Dengan wajah terpaksa Bu Julanar menerima suapan itu dan mengunyahnya.


"Kamu nggak kerja?"


"Nggak sekarang minggu libur, jadi hari ini aku yang rawat Ibu sampai sore nanti biar Fathia istirahat dulu."


"Ibu pulang aja ya, kasian Fathia harus ngurus Ibu disini jadinya dia nggak kerja," pinta Bu Julanar.

__ADS_1


"Udah Ibuk nggak usah mikir yang lain-lain. Sekarang ibu harus makan banyak dan minum obat biar cepat sembuh."


"Ibu cuma kasian sama kalian berdua, belum lagi biaya rumah sakit mahal kan karena nggak pakai BPJS."


"Masalah biaya itu urusan kami berdua Buk, kami kerja buat Ibuk jadi Ibuk harus sembuh biar nanti kita bisa tinggal bareng di kota dan ibu akan masak buat kita berdua," jelas Ciara tenang dan menghibur sambil menyuapi Bu Julanar.


Julanar pun mengalah karena tak ada lagi kata yang bisa ia ucapkan agar anak-anaknya membawanya pulang. Apalagi yang di ucapkan Ciara ada benarnya juga ia harus sembuh untuk bisa mengurus kedua anak gadisnya ini nanti dan ia tak sabar untuk segera berkumpul dengan mereka.


"Gue pulang ya, nanti dari sini gue kerumahnya mbak Widia buat bicara masalah kita ini dan lo besok juga harus kasih kabar ke gue masalah hutang itu," pamit Ciara pada Fathia saat mereka di halaman rumah sakit menunggu taxi online pesanannya.


"Ia, bawel lo.Eh tapi kalau gue jual diri emang ada ya yang mau beli gue dengan harga tinggi, kayak lo dulu," ucap Fathia sedikit tertawa.


"Oh ya, kemaren gue ke clubnya bang Joe ada pengusaha yang lagi cari wanita segel katanya mau bayar 500 juta dan kalau servisnya bagus dia mau tambah 100 juta dan gue tawar dong tambah 300 juta eh dia setuju."

__ADS_1


__ADS_2