
Beberapa hari belakangan Alodie palsu melakukan beberapa syuting iklan dan menjalani pemotretan di rumahnya. Sedangkan jadwalnya yang lain terpaksa di batalkan atau ada yang di undur. Sambil merawat suaminya ia masih dapat melalukan pekerjaan. Hal ini membuat Aka dan kedua orang tuanya merasa kagum dengan sang istri. Alodie menjelma menjadi wanita sempurna di mata mereka. Sangat jarang di masa sekarang ada wanita yang bisa menjalankan tugasnya sebagai istri sekaligus bekerja.
Berkat perawatan penuh cinta dari istrinya Aka sudah bisa melakukan aktifitas sendiri sebab kaki nya tak sakit lagi jika di bawa berjalan meski ia harus melangkah pelan-pelan. Di rumah Aka tak mau berdiam diri selagi istrinya sedang bergaya di depan kamera. Aka memilih untuk mengerjakan pekerjaan kantor di rumah. Sesekali ia kadang memperhatikan istrinya yang sedang pemotretan di taman dari jendela ruang kerja.
Pemotretan pun selesai Alodie palsu mengajak para kru untuk menyantap hidangan yang sudah di sediakan di temani oleh Mita. Lalu ia menyusul Aka ke ruang kerja.
"Sudah selesai pemotretannya?" tanya Aka mendengar ada yang masuk dan ia tau itu pastilah istrinya.
"Udah dong!"
"Cantiknya istri aku kalau pakai hijab begini," puji Aka. Memang kali ini Alodie palsu melakukan pemotretan busana muslim.
Fathia hanya tersenyum tipis. Ia tau pujian itu bukanlah untuk dirinya, melainkan untuk Alodie.Kalau boleh jujur hatinya sakit, hatinya sedih kala mendengar Aka memuji, kala Aka mengatakan cinta yang tertuju bukanlah padanyanya.Fathia tau diri kalau pujian dan cinta suaminya hanya di tujukan pada Alodie, ya hanya untuk Alodie bukan untuknya.
Biarlah cintanya bertepuk sebelah tangan asalkan ia dapat bersama Aka, dapat memberikan cintanya pada laki-laki yang sangat ia cintai, laki-laki pertama dan terakhir untuknya dan Fathia yakin akan itu. Ia harus jujur pada Aka tentang siapa dirinya yang pasti bukan dalam waktu yang dekat karena Fathia belum sanggup untuk menerima reaksi suaminya nanti.
"Mas, kayaknya kamu masih sibuk. Aku ke bawah lagi ya, mungkin orang-orang dari studio mau pamit," izinnya.
"Ok," jawab Aka fokus pada layar laptopnya.
"Mbak, mereka semua mau pulang," kata Mita menghampiri Alodie palsu.
"Yuk kita antar kedepan!"
Di halaman depan orang-orang studio tampak mengemasi barang-barang mereka ke dalam mobil. Bersiap untuk kembali ke studio.
"Terimakasih ya Mbak Alodie sudah menyambut kami dan menyuguhkan kami hidangan yang enak," ujar fotografer.
"Saya yang harusnya berterimakasih karena Mas nya mau capek-capek datang ke mari lalu bikin set di sini. Maaf kalau saya merepotkan kalian semua." Sungkan Alodie palsu.
"Malah kita senang kerja di luar studio. Jadinya kita ganti suasana biar nggak bosan. Tolong sampai kan juga pada dokter Aka, Terimakasih sudah mengizinkan kami melakukan pekerjaan di sini. Kalau begitu kami berangkat. "Pamit mereka pada Alodie dan Mita.
"Ia Mas, hati-hati di jalan!"
Mobil itu pun meninggalkan halaman rumah Alodie palsu.
"Sudah sore Mbak, saya juga langsung pulang ya," izin Mita.
"Tunggu dulu, kamu bungkus makanan gih bawa pulang buat makan malam," ajak Fathia menarik Mita masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Bi Runi, tolong ya bungkusin Mita semua menu makanan ini," pinta Fathia.
"Jangan banyak-banyak Mbak!" kata Mita.
"Nggak apa Mit, lagian saya di rumah cuma bertiga sayang kalau makanan ini nantinya kebuang."
"Terserah Mbak aja deh." Mita pun pasrah duduk di kursi meja makan.
"Mit, besok pagi kita lihat-lihat apartemen dekat sini yuk!"
"Buat siapa Mbak?"
"Buat kamu!"
"Kok buat saya? lagian nggak perlu Mbak,sayang uang sewanya."
"Kamu tenang aja, uang sewanya biar saya yang bayar dan saya nggak akan potong gaji kamu kok," jelas Fathia membantu bi Runi membungkus makanan.
"Serius Mbak?" tanya Mita tak yakin.
Fathia mengangguk "Kosan kamu jauh, jadi saya pikir lebih baik kamu tinggal dekat-dekat sini biar gampang kalau mau kerumah. Nggak perlu bangun pagi-pagi lagi atau pulangnya juga nggak takut kemalaman."
"Nih, makanannya. Gih pulang udah mendung ntar kamu kena hujan lagi," kata Fathia memberikan rantang.
"Makasih ya Mbak, saya pulang dulu. Bi, Mita pulang dulu ya," pamitnya bergegas ke luar menuju motornya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Selepas makan malam Aka kembali menyibukkan diri di ruang kerjanya. Fathia yang merasa kesepian memilih menonton tv di kamar saja sebab lampu utama di lantai bawah sudah di matikan oleh bi Runi. Mengusir rasa bosannya Fathia memilih acar komedi untuk menemaninya. Ia mengelar kasur karakter di lantai kamar dan membawa selimut untuk menghangatkan diri. Langit malam sedang turun hujan membuat udara terasa lebih dingin.
Acara komedi yang di bintangi oleh Andre, Wendi, Ayu dan kawan-kawan sukses mengocok perut Fathia. Bahkan ia sampai mengeluarkan air mata saat tertawa terbahak-bahak. Tak terasa waktu sudah jam 10 malam, Aka memutuskan untuk istirahat di kamar. Saat ia masuk tampak istrinya terbungkus selimut sedang asik tertawa sendiri.
"Asik benar ketawa sendiri," kata Aka ikut duduk di kasur karakter.
"Ia lah, kamu nya asik sama laptop jadi aku cari hiburan dong," jawab Fathia cuek.
"Hehehe maaf sayang soalnya kerjaan aku numpuk makanya di beresin biar nggak makin banyak," bujuk Aka menarik selimut.
"Udah sana pergi, aku lagi seru nonton nih," usir Fathia kesal.
__ADS_1
"Gitu aja ngambek."
"Ia lah, baru kemaren nangis-nangi minta maaf karena kamu cuek nggak perhatian sama aku, eh sekarang di ulang lagi. Kalau sakit manjanya minta ampun, pas sembuh istrinya di lupain," cerocos Fathia kesal.
"Maaf sayang ku," kata Aka memeluk istrinya.
"Ia! udah sana tidur, aku masih mau nonton."
"Nggak ah, maunya tidur sama kamu," kata Aka menciumi wajah Alodie palsu.
"Ih, Mas kamu ganggu aja sih, aku nggak pernah ya ganggu kamu kalau lagi asik sendiri!"
"Ya udah sekarang kita asik berdua yuk," ajak Aka memasukkan tangannya kedalam baju Fathia.
"Kamu masih sakit, kapan-kapan aja!"
"Udah sembuh kok, sudah cukup libur 4 hari."
"Mas, ih geli tau!" Fathia menepis tangan suaminya yang sudah mengerayangi tubuhnya.
"Ayo lah sayang sekali aja, ya ya ya," bujuk Aka merebahkan Fathia dan menarik pakaiannya.
Karena masih kesal Fathia berusaha menolak tapi apalah daya kedua tangannya sudah di pegang Aka di atas kepalanya dan Aka sudah mulai melancarkan aksinya, membangkitkan gairah Fathia menyentuh titik sensitifnya membuat Fathia mengiginkan sentuhan nikmat dari suaminya.
Aka tersenyum jahil saat mendapati Alodie palsu menikmati perbuatan bibirnya di tubuh sang istri. Tampak Fathia memejamkan matanya dan mengigit bibir bawah menahan sensasi. Timbul ide jahil di benak Aka, ia ingin mengerjai istrinya.
"Iiiiss aduh," ringis Aka memegang lengannya.
"Kenapa Mas? ada yang sakit?" cemas Fathia bangkit.
"Pungung sama lengan aku sakit pas banyak gerak. Kayaknya luka yang udah kering meregang deh!" pura-pura Aka.
"Ah, kamu mah bikin kesal, lagi tangung juga malah sekarang lukanya sakit kan," kesal Fathia.
"Kamu pengen? aku juga pengen banget, udah nggak tahan! tapi luka aku sakit lagi jadi nggak bisa lanjut deh," sedih Aka pura-pura.
Fathia menghela nafas kasar. "Sini biar aku yang kerja," putusnya duduk di atas paha Aka.
Dalam hati Aka tersenyu puas, aktingnya ternyata dapat meyakinkan sang istri dan hasilnya tak sia-sia kini Aka dapat menikmati pemandangan indah melihat tubuh polos dan sexy istrinya menari dan meliuk-liuk di atasnya.Hal yang paling di sukai Aka, permainan istrinya selalu saja membuatnya mengila sampai terbang ke langit ke 7.
__ADS_1