
"Hey bro," sapa Galen menyusul teman-teman lamanya yang sedang berada di sebuah club.
"Weih... Galen. Kemana aja lo 2 tahun ini?" tanya Surya.
"Adalah." Galen bergabung dan memesan minuman.
"Si Galen habis liburan kali, habisin duit dari mantan tunangannya yang sekarang amnesia," kata Dion.
"Sialan lo," jawab Galen melayangkan tinju ringan di lengan kawannya itu.
"Sekarang lo balik syuting lagi karena duit lo habis? atau mau dekatin Alodie lagi?" tanya Surya.
"Yyaaahh kalian lihat nanti aja lah! Sekarang kita happy-happy disini. Kita pesta menyambut kedatangan dan kembalinya gue," ujar Galen mengangkat gelas ke udara di ikuti semua teman-temannya.
"Cheers."
"Lo yang traktir kan Gal?" tanya Haikal.
"Ia, lo semua tenang aja pesan apapun yang kalian mau ada gue, Galen di sini," jawabnya menepuk dada.
"Asik, kita party-party lagi." Mereka semua merasa senang kembalinya Galen. Meski dua tahun belakangan mereka tak bertemu dan jarang berkomunikasi tapi Galen tampaknya tak berubah masih sama seperti Galen yang dulu mereka kenal.
"Ngomong-ngomong ngapain aja lo dua tahun ini?" tanya Surya masih penasaran.
"Gue di Singapur ada keluarga yang harus gue jagain dan rawat di sana. Karena sekarang dia sudah mulai sembuh dan bisa jalan makannya gue balik ke Indo buat syuting dan kerja lagi," jelas Galen sambil duduk santai di sofa.
"Sakit apa?" timpal Haikal.
"Adalah gue nggak bisa cerita. Oh ya gimana karir kalian?"
"Masak sih lo nggak tau? kan lo sendiri bisa up date berita kita-kita di sosial media," jelas Riko.
"Hahahaha... benar juga lo," tunjuknya. "Udah pada mau nikah belum?"
"Kalau kita-kita sih belum. Tapi kemarin si Andri yang udah nikah, dia juga mulai berubah kayaknya nggak mau main-main lagi." Riko.
Galen mengangguk.
"Lo udah ketemu Alodie belum?"
__ADS_1
"Udah,tadi siang gue syuting iklan bareng sama dia."
"Terus gimana reaksinya?"
"Kayak nya agak kaget, tapi setelah itu biasa aja. Cuma dia tadi nolak pas gue ajak ngobrol dulu.Kayaknya sengaja hindarin gue."
Riko sepertinya paham. "Mendingan lo lupain aja dia. Sekarang rumah tangganya baik-baik aja jangan lo rusak lagi!"
"Nggak lah! gue cuma mau berteman aja." Galen pun tersenyum.
🥬🥬🥬🥬
Pagi ini Alodie palsu di temani Mita datang ke kantor management menemui Rike untuk mengatur ulang semua jadwal Alodie palsu. Mempercepat semua jadwal syutingnya agar secepatnya ia bisa cuti dan di tambah ia tak bertemu dengan Galen lagi.
"Besok Mbak kabari, Mbak kan harus hubungin klien dulu." kata Rike.
"Besok pagi Mita sudah dapat jadwal baru nya."
Rike mengangguk. "Kenapa kamu cepat-cepat pengen cuti sih Al? kalau jadwal nya di majuin pastinya kamu akan lebih sibuk. Enakan kerjanya nyantai aja."
"Aku harus istirahat sebelum proses program hamil," alasan Fathia.
"Kalau gitu aku pergi kelokasi syuting ya Mbak."
"Selamat berkerja Al!"
Fathia meninggalkan ruang kerja Rike. Saat pintu lift terbuka orang yang keluar dari dalamnya tak sengaja menabraknya.
"Sory, sory gue nggak sengaja tadi gue lagi fokus ke hp soalnya," pinta Galen.
"Nggak pa-pa. Yuk Mit," kata Fathia memasuki lift.
Galen memperhatikan Alodie palsu sampai pintu lift tertutup lalu ia menarik sudut bibirnya menyeringai. "Tinggal menunggu waktu!"
oooooooooo
Untuk dua minggu kedepan jadwal Alodie palsu sudah di susun oleh Rike. Daftarnya sudah diberikan pada Mita. Tampak sedikit padat tapi semuanya sesuai dengan jam kerja yang di terapkan Alodie palsu yaitu berangkat pagi jam 8 dan pulang paling telat jam 7 malam. Semua jadwal syutingnya di setujui oleh Alodie palsu lalu Mita pun melaporkan kembali pada Rike untuk dikonfirmasi pada klien.
"Mas, ini jadwal kerja aku 2 minggu kedepan," katanya memberikan selembar kertas pada Aka yang baru saja selesai berpakaian.
__ADS_1
Aka membacanya lalu menganggukkan kepala.
"Aku bisa cuti satu minggu lebih cepat."
"Pokoknya kamu nggak boleh kecapekan." Aka mengingatkan istrinya.
"Tapi nggak masalahkan kalau aku pulang agak sore?"
"Nggak kok honey! kan kamu kerja sudah izin sama aku jadwal kamu aku juga sudah tau. Lagian dua minggu ini aku juga akan sibuk dikantor sebelum aku kerja dari rumah buat temanin kamu program hamil," kata Aka memberikan dasi pada istrinya untuk dipasangkan.
"Selesai. Kita sarapan yuk habis itu berangkat kerja," ajak Fathia mengandeng tangan Aka keluar dari kamar menuju meja makan.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Ternyata Rike mengatur juga jadwal Galen agar dapat bekerja sama dengan Alodie palsu. Entah bagaimana Galen menjadi rekan Alodie palsu dalam beberapa proyek iklan membuat Fathia merasa tak nyaman. Tapi ia tetap bersikap profesional dan jika proses syuting selesai ia akan langsung pulang. Apa tujuannya Fathia sendiri tak tau, ia pun malas untuk bertanya atau marah pada Rike. Lebih baik ia fokus bekerja toh beberapa hari lagi ia akan cuti.
"Pokoknya besok aku akan kekantornya Rike," marah Aka bangkit dari kursi kerjanya tak terima kalau Rike memberikan peluang pada galen untuk mendekati istrinya.
"Nggak usah Mas!" tahan Fathia.
"Tapi ini jelas kalau di sengaja Al!"
"Pokoknya percaya sama aku! satu minggu lagi semua kerjaan aku selesai dan aku nggak akan syuting lagi jadi nggak ada lagi cara mbak Rike buat mendekatkan Galen sama aku." Fathia membujuk Aka untuk tak membuat keributan dengan Rike karena baginya masalah Galen nggak penting.
"Satu minggu lagi,setelah itu kamu nggak boleh kerja sama sekali! tegas Aka.
Fathia menghampiri Aka yang tengah berdiri emosi. Memeluk punggung Aka supaya emosi suaminya dapat reda. "Aku janji Mas, satu minggu lagi aku akan cuti untuk selamanya. Aku akan fokus mengurus dan menjaga kamu dan anak-anak kita nanti," kata Fathia lembut di punggung Aka.
Aka menghela nafas lalu membalik tubuhnya memeluk sang istri. Sadar kalau rasa khawatirnya terlalu berlebihan. Toh selama istrinya bekerja sama dengan Galen pria itu bersikap profesional. "Maaf ya kalau aku marah dan bentak kamu," sesal Aka.
"Aku ngerti kok perasaan kamu Mas," jawab Fathia di dada Aka.
"Selagi dia masih bersikap profesional aku nggak masalah tapi kalau dia mulai dekatin kamu aku akan langsung samperin dia."
"Mau di apain?"
"Itu urusan aku, karena dia ganggu istrinya Akalanka maka dia akan tanggung akibatnya."
Fathia hanya tertawa. "Kekamar yuk! kita tidur aku mau istirahat, capek habis syuting."
__ADS_1
Aka mengangguk melepaskan pelukan mereka. "Aku matiin dulu komputernya."