
Sebelum jam makan siang tiba, Alodie palsu dan Mita singgah sebentar ke kantor AkaFarma untuk mengantar makan pesanan siang sang suami.
"Selamat siang ibu, selamat datang," sapa para resepsionis nan cantik. Hal biasa yang mereka lakukan. Bukan untuk ambil muka, tapi memang peraturan kantor mengharuskan menyapa ramah setiap tamu yang datang.
"Siang! ini ada sedikit kue buat kalian," balas Fathia membawakan buah tangan untuk cewek-cewek cantik itu yang bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore.
"Terimakasih banyak ibu, jadi nggak enak tiap kesini di bawaiin makanan."
Fathia hanya membalas dengan senyuman hangat. "Saya langsung ke atas ya."
"Silahkan bu!"
Sampai di lantai atas tempat ruang kerja Aka Fathia dan Mita pun langsung di sambut oleh Jio. Para staf dan pegawai Aka sangat menghormati Alodie palsu, sebab sikapnya yang ramah dan mudah tersenyum pada siapa saja membuat orang menghargainya. Jarang-jarang ada istri bos yang kaya raya mau tersenyum pada bawahan atau karyawan biasa. Apalagi kadang Alodie palsu suka menyapa mereka atau memberikan makanan secara cuma-cuma.
"Bapak sudah menunggu di dalam bu," kata Jio langsung berdiri dari meja kerjanya.
"Duduk aja, saya langsung kedalam. Oh ya, ini ada makan siang buat kamu. Mit, temani Jio makan siang ya!"
Mita pun menipiskan bibirnya pada Alodie palsu. "Ia Mbak," jawabnya sedikit kesal. Pasalnya tadi Fathia mengatakan hanya mengantar makanan saja, tapi ternyata ia malah ikut makan dulu bersama Aka. Alhasil Mita harus menunggu.
"Akhirnya istri ku datang," senang Aka menghampiri Alodie palsu dan memeluknya.
"Aku datangnya kecepatan ya?"
"Nggak kok, bentar lagi juga jam makan siang. Kamu bawa apa?" tanya Aka membawa istrinya duduk di sofa.
"Dendeng balado, sup bihun sayur sama pergedel tahu." Fathia membuka rantang makanan yang di bawanya.
"Wwaahh... enak nih! kamu udah makan sayang? "
"udah Mas, tadi di rumah sebelum kesini."
"Ooh. Syuting kemana habis ini?"
"Cuma syuting iklan aja kok Mas. Satu bulan kedepan jadwal aku mulai berkurang sebelum cuti," jelas Fathia meletakkan nasi dan masakannya di dalam piring.
"Terus kalau kamu cuti si Mita nggak kerja lagi dong?!"
"Nggak lah Mas, lagian bagus juga sih biar dia fokus sama kuliahnya."
__ADS_1
Aka mengangguk setuju. "Terus hubungan dia sama Ciara gimana? Soalnya tadi Joe sempat tanya ke aku, apa Mita datang kerumah."
Fathia mengangkat kedua bahunya. "Nggak ngerti aku Mas, mereka tuh jarang akur. Apa lagi sejak Ciara tinggal sama Joe kayaknya mereka lebih sering berantem. Tadi aku udah kirim pesan ke Ciara kalau Mita ada di rumah."
"Emang berantem gara-gara apa sih? sampai Mita nggak mau tinggal sama Ciara. Malah lebih betah di rumah kita."
"Ciara cuma minta Mita buat fokus kuliah dan berhenti kerja Mas. Tapi Mita nggak mau, ya makanya cekcok mulu. Kalau bagi aku sih selagi kuliahnya Mita nggak berantakan dan kerjaannya bagus nggak masalah, itu artinya dia bertanggung jawab sama pilihannya."
"Tapi hubungan kamu sama Ciara gimana? aku takutnya nanti kalian malah berantem loh."
"Nggak lah Mas, aku yakin kok Ciara nggak akan marah atau cemburu sama aku kalau adiknya lebih dekat sama aku. Yah, mungkin karena mereka ketemunya pas dewasa jadi nggak ngerti sifat masing-masing. Keduanya sama-sama keras kepala dan nggak ada yang mau ngalah, jadinya nggak cocok."
"Tolong minum dong honey!"
"Nih"
"Makasih sayang."
"Ia.Kalau gitu aku jalan dulu ya, nggak enak nanti sampai sana telat."
Aka mengangguk mengunyah makanan. "Pulangnya jam berapa?"
"Jam 5 sore paling telat."
"Aku berangkat ya, Asalamualaikum." Fathia salim dan mencium punggung tangan Aka.
π£π£π£π£
"Akhirnya sampai juga, yuk langsung ganti baju dan makeup biar langsung ke set," ajak Rike.
"Ngapain Mbak Rike ada di sini?" tanya Alodie palsu heran.
"Aku mau nemanin artis-artis aku syuting!"
"Tumben!?"
"Mbak sengaja datang karena ada teman lama yang baru datang dan dia akan jadi pasangan kamu di iklan ini." Rike berkata dengan penuh semangat.
"Siapa?" heran Fathia sambil wajahnya di rias MUA.
__ADS_1
"Nanti kamu juga ketemu. Mbak tunggu di set ya!"
Fathia masih memikirkan siapa ya kira-kira teman lama yang dimaksud Rike. Apa mungkin teman lamanya Alodie?! Ah sudahlah, ntar juga ketemu pikir Fathia.
"Sini-sini," ajak Rike menarik Alodie palsu di set. "Ini Galen, mantan tunangan kamu dulu. Tapi karena kamu masih amnesia jadinya kamu pasti lupa ya kan!"
"Hai, kita ketemu lagi," sapa Galen mengulurkan tangan dan senyuman palsunya.
Fathia tak membalas uluran tangan itu. Wajahnya seketika berubah tanpa ekspresi sama sekali. Pikiran dan otaknya berusaha mengigat di mana ia pernah bertemu dengan orang ini?
Oh ya di kafe dan halaman rumahnya kira-kira lebih satu tahun yang lalu.
"Bisa kita mulai syutingnya?" tanya Fathia pada kru.
Selama proses syuting Fathia berusaha profesional. Begitupula dengan Galen, ia menunjukkan kemampuannya di depan kamera setelah hampir 2 tahun vakum dari dunia entertainment.
"Bungkus!" sorak sutradara.
Fathia dapat merasa lega, akhirnya proses syuting berjalan lancar tanpa ada take ulang. Ia sudah tak nyaman saat berada di dekat Galen sejak tadi. Entah kenapa ia tak tau kalau pasangannya di iklan ini akan di gantikan oleh pria yang misterius bagi Fathia. Kenapa di bilang misterius? sebab pertanyaan nya dulu tentang kenapa Galen bisa tau kalau ia bukan Alodie asli belum terjawab. Sampai Galen menghilang begitu saja dan sekarang ia muncul lagi.
Kemana ia selama ini?
Apakah Galen sudah memiliki bukti kalau ia bukan Alodie yang asli?
"Langsung pulang Al?" tanya Rike menghampiri.
"Ia Mbak," jawab Fathia bergegas keluar dari studio.
"Nggak ngobrol dulu sama Galen?"
Fathia menggeleng. "Aku nggak kenal dia, jadi nggak ada hal yang perlu di bicarakan.
"Wah, sayang sekali. Padahal Galen pengen banget loh ngobrol sama kamu hanya sebagai teman."
"Aku rasa nggak perlu! Aku permisi." Fathia berjalan gegas menuju mobilnya. Entah kenapa hatinya begitu was-was. Rasa takut dan cemas mulai menjalar di dadanya. Pikirannya mulai menerka-nerka tentang kemunculan Galen.
"Siapa Mbak, laki-laki tadi? katanya teman lama Mbak," tanya Mita.
"Nggak tau Mit, mungkin memang teman Alodie dulu," jelasnya merasa cemas dengan pertanyaan Mita.
__ADS_1
"Ooh... jadi itu selingkuhannya Mbak dulu!? maaf ya Mbak, aku nggak bermaksud ngungkit kenangan lama atau bikin Mbak tersinggung."
Fathia tersenyum tipis. "It's ok. Cuma masa lalu, lagian aku juga udah lupa."