ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
S2 bab 27


__ADS_3

Alodie palsu harus menelan rasa kecewa setelah melakukan pemerikasaan USG ternyata sel telurnya belum siap untuk di buahi. Dia diminta untuk kembali menunggu selama 5 hari dan mengkonsumsi obat hormon dengan dosis yang lebih tinggi dari sebelumnya. Aka mengusap punggung istrinya "Semangat!" katanya menguatkan Alodie palsu.


Selama 5 hari ini Fathia tak luput berdoa pada yang maha kuasa meminta agar ia bisa segera melalukan proses inseminasi dan semoga juga Tuhan memberikan hasil yang terbaik nantinya.


Dan hari ini adalah jadwal Fathia kembali melakukan pemerikasaan USG untuk melihat apakah sel telurnya sudah matang dan bisa di buahi.


"Mari, bapak dan ibuk silahkan masuk," ajak suster pada Aka dan Alodie palsu yang duduk di ruang tunggu.


"Pagi!" sapa dokter Biya.


"Pagi dok," balas Fathia.


"Ok, hari ini kita USG lagi ya! kayaknya ada yang nggak sabar nih," goda Biya.


"Alodie nggak sabaran Bi! Berangkat ke sini semangat banget," ujar Aka.


Biya tersenyum. "Ayo Al, siap-siap dulu di bantu suster ajaknya menuju ranjang pemeriksaan.


Biya duduk di samping Alodie palsu menghadap alat dan monitor USG.USG program hamil umumnya meliputi 2 jenis pemeriksaan, yaitu USG transvaginal dan USG panggul. Pertama USG transvaginal Alodie palsu diminta berbaring di atas ranjang pemeriksaan dengan posisi kaki sedikit terangkat dan disangga dengan penyangga.


Dokter Biya akan melapisi alat ultrasonografi (transducer) berbentuk seperti tongkat dengan ****** dan gel, lalu memasukkan alat tersebut ke dalam ******.


Lanjut USG panggul Alodie palsu diminta berbaring di atas ranjang pemeriksaan dengan posisi telentang. Dokter Biya akan mengoleskan gel pada area panggul (perut bagian bawah) kemudian Transducer akan ditempatkan di atas bagian panggul yang telah dioleskan gel dan digerakkan maju-mundur, hingga mampu mendapatkan gambar yang diinginkannya. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, suster membatu membersihkan gel dari panggul Alodie palsu dan Alodie diperbolehkan untuk buang air kecil.


"Gimana hasilnya Bi?" tanya Aka.


"Hasilnya bagus, sel telur Alodie tampak besar dan subur tandanya siap di buahi," jelas dokter Biya.


Wajah pasutri itu membeliak penuh gembira. "Kapan proses inseminasinya di lakukan?" tanya Aka lagi


"Dua hari lagi.Tapi paginya dokter Aka bisa mengirim sempel sperm nya ke rumah sakit untuk di lakukan pencucian terlebih dahulu. Siangnya Alodie siap untuk melakukan tindakan injeksi sprem," jelas Biya.


Keduanya mengangguk paham. Mereka pun kembali pulang setelah meninggalkan ruangan dokter Biya.


🍅🍅🍅🍅


"Besok peroses inseminasinya di lakukan Ma," jelas Fathia pada mertuanya.


"Mama temani ya?"

__ADS_1


"Boleh!"


Alia tak sabar untuk segera menimang cucu. Oleh sebab itu ia sangat antusias dan penuh semangat memberikan menantu serta anaknya perhatian penuh saat ia tau mereka sedang menjalani program hamil.


"Jam berapa berangkatnya Al?" tanya Alia.


"Pagi nya Mas Aka RS dulu ngantar sel sperm. Nah siangnya baru aku ke RS buat di injeksi," jelas Alodie palsu.


"Ok deh, Mama tunggu di rumah aja," kata Alia sebab jalur RS searah dengan rumahnya.


"Ssiip!"


"Mama pulang dulu ya, udah sore takutnya nanti papa kamu udah pulang," pamit Alia setelah mengantar makanan untuk menantu kesayangan.


"Ho, oh hati-hati di jalan," balas Fathia mengantar mertuanya sampai mobil.


Masuk kerumah Fathia menuju kamar hendak berbaring sebentar sambil menunggu waktu solat magrib.


"Mama udah pulang?" tanya Aka dari ruang kerja.


"Udah," jawab Fathia bermain ponsel.


"Ini, lagi balas pesan Ciara. Dia tanya program hamil kita gimana hasilnya."


"Ooh.


" Mas."


"Hhmm." jawab Aka tidur di perut Fathia.


"Aku deg-degan deh nungguin besok!"


"Kenapa? kalau aku sih santai aja."


Fathia mendesis kesal. "Kok gitu?"


"Jagan terlalu di fikirkan Al. Justru semakin kamu fikirkan kamunya akan stres dan nanti akan mempengaruhi hasilnya. Jadi santai aja!"


Fathia menghela nafas sambil mengelus kepala suaminya. "Ia juga sih, aku jadi tertekan rasanya. Tapi aku takut Mas, nanti hasilnya negatif dan aku nggak hamil. Aku takut bikin kamu kecewa."

__ADS_1


"Takut bikin aku kecewa atau takut kamu yang kecewa?"


Pertanyaan balik dari Aka justru menamparnya. Sadar kalau sebenarnya dirinyalah yang takut menelan pil pahit kekecewaan nantinya jika program hamil ini gagal.


"Jangan bebani pikiran kamu dengan hal-hal yang nggak bisa kita jangkau. Serahkan semuanya sama Tuhan."


Fathia mengangguk.


"Sudah azan magrib, ambil wudhu habis itu kita solat," ajak Aka.


🍫🍫🍫🍫


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh." Ucap Aka memalingkan wajahnya ke kanan lalu kekiri sebagai penutup solat subuh berjamaah bersama istrinya. Keduanya tak lupa memanjatkan puja dan puji syukur pada Allah SWT di iringi salawat dan salam kepada nabi Muhammad SAW. Dengan penuh harap dan rendah diri mereka menengadahkan kedua tangan berdoa memohon ampun atas segala dosa yang dilakukan baik di sengaja maupun tanpa sengaja.


"Laa ilaaha illallahul halimul karim subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzim. Alhamdulillahi robbil ‘alamin. As ‘aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaimaa maghfirotika wal ghoniimata min kulli birri wassalaamta min kulli itsmin laa tada’ lii dzamban illa ghafartahu walaa hamman illa farojhtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimin.”


“Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah pemelihara Arsy Yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian malam. Kepada-Mu lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Dan Penyayang.


AMIN.


Ucap mereka seraya mengusap wajah dengan kedua telapak tangan. Sebagai manusia biasa mereka hanya bisa berikhtiar di iringi doa dalam setiap sujud.Untuk hasilnya bertawakal lah, lahir dan batin dengan pasrah menyerahkan segala perkara, ikhtiar dan usaha kepada Allah SWT.


Aka memutar badannya menghadap Fathia mengulurkan tangan dan di sambutnya segera mencium punggung tangan nan lebar itu lalu dibalasnya dengan usapan lembut di kepala sang istri.


"Nanti setelah prosesnya selesai, ikhlaskan semuanya pada Allah," pesan Aka.


Fathia mengangguk. "Insyaallah Mas."


Aka bangkit dari duduknya membantu sang istri melipat sajadah dan meletakkan di tempatnya. "Nanti aja bikin sarapannya, hari ini aku nggak ke kantor," kata Aka pada Alodie palsu yang hendak keluar dari mushola kecil dalam rumah mereka.


"Ya udah, balik kamar aja lagi," ajaknya pada Aka.


"Duluan aja honey! aku mau siapkan beberapa berkas di ruang kerja,nanti mau di jemput Jio."


"Mau di bikinin kopi?"


Aka menggeleng. "Kan aku di larang minum kopi! Teh susu aja deh."


Fathia mengacungkan jempol. "Hehehe...aku lupa.Ok di tunggu ya," seraya berlalu ke dapur.

__ADS_1


__ADS_2