
Satu bulan sejak Fathia istirahat total di rumah, kini ia sudah dapat beraktivitas normal kembali. Aka juga sudah kembali bekerja di kantor sejak 2 minggu yang lalu dan Fathia juga sudah mulai syuting kembali tapi tetap Aka terus mengingatkan sang istri untuk jaga kesehatan dan nggak boleh terlalu capek.
Keduanya juga sudah menerima dan berdamai dengan penyesalan yang mereka rasakan masing-masing. Tak ada lagi rasa sedih yang berlarut, tak ada lagi penyesalan terdalam sebab semuanya sudah di ikhlaskan dan mereka sudah berserah diri kepada Allah SWT.
Kehidupan mereka kembali berjalan normal. Tak ada lagi pembahasan soal musibah kemaren dan rencana mereka untuk segera memiliki momongan harus di tunda dulu menunggu sampai 3 kali periode menstruasi Fathia lewat, baru setelah itu program hamil bisa mereka lakukan. Keduanya siap dan sabar menunggu sambil mempersiapkan diri masing-masing misalnya saja hidup sehat, istirahat yang teratur dan makan makanan yang bergizi serta Fathia tak lupa minum susu program hamil dari AkaFarma. Sedangkan Aka mulai berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol, meski sejak bersama Alodie palsu ia jarang meneguk minuman haram itu tapi sesekali ketika merasa suntuk dan stres ia meminumnya hanya 1 atau 2 gelas saja.
Mamanya Aka tak mau kalah, ia juga ikut membantu anak dan menantunya mempersiapkan diri dalam menghadapi program hamil nanti. Hampir tiap hari ia mengirim makanan dan jamu yang dapat menyuburkan kandungan. Semua ia lakukan karena sudah tak sabar untuk segera menimang cucu.
Sore ini Aka dan keluarga sedang melakukan fitting baju di salah satu boutique yang dipilih Ciara untuk keluarga Aka. Faris juga sudah setuju dan siap untuk menjadi wali hakim di pernikahan Ciara nanti.
"Gemukan sekarang ya Al," ujar seorang disainer yang mengukur baju di badan Fathia.
"Ia Mbak! maunya makan mulu sejak habis keguguran kemaren. Tapi nggak boleh diet sama Mas Aka,"jelasnya.
"Asalkan makanannya yang sehat dan bergizi nggak masalah, kalau diet masih nggak perlu lah kamu badannya jadi makin bagus dan montok," tambahnya.
"Ih, si Mbaknya bisa aja," malu Farhia.
"Lah emang kok, makin cantik juga! Emang suami kamu nggak ngomong kalau istrinya makin ****?"
Fathia menggeleng. "Libur dulu 2 minggu kemaren setelah pendarahan selesai, jadinya Mas Aka cuma bisa peluk aja kalau tidur."
"Ooh, semoga nanti bisa di kasih lagi secepatnya."
"Amin!"
Balik dari boutique mereka berempat menuju satu restoran untuk makan malam sebelum pulang kerumah.
"Kamu sibuk banget di kantor sekarang kalau Papa lihat-lihat," kata Faris pada anaknya.
"Emang lagi banyak kerjaan aja Pa, lagian nanti aku mau kerja santai pas Alodie sudah jalani program hamilnya biar aku bisa ada di rumah nemanin dia," jelas Aka.
"Tapi kalian baik-baik aja kan? Papa takutnya kalian sama-sama sibuk sebagai pengalihan untuk melupakan musibah kemaren."
"Nggak lah Pa, kita baik-baik aja kok, kita juga udah sama-sama ikhlas. Jadi Papa tenang aja, kita sama-sama sibuk karena pas jalani program hamil nanti Alodie nya cuti aku kerja santai dari rumah, sesekali ke kantor kalau ada hal yang perlu," terang Aka.
"Ooh, syukurlah. Bagus juga kalau kalian sudah mengatur dan mempersiapkan semuanya dari awal biar nanti nggak kejadian lagi musibah kayak kemaren dan kita semua bisa saling jaga," tambah Faris.
Usai menikmati makan malam, mobil Aka melaju menuju rumah kedua orang tuanya terlebih dulu untuk mengantar kedua orang tuanya pulang.
"Nginap di rumah Mama yuk," ajak Alia pada anak dan menantunya.
__ADS_1
"Kapan-kapan deh Mah," tolak Alodie palsu.
"Benar ya, soalnya kalian jarang mau nginap sini."
"Pas libur kita nginap sini," timpal Aka.
"Langsung pulang? nggak mampir dulu?" tanya Faris.
"Ia, kita langsung pulang, aku mau bersih-bersih gerah banget dari tadi," ujar Aka.
"Hati-hati di jalan Ka, sampai rumah kabari!"
"Ia Pah! kami jalan dulu."
Kedua orang tua itu menunggu kepergian mobil anak nya dari pandangan sebelum masuk kedalam rumah.
ππππ
"Aku mandi dulu ya honey," kata Aka pas sampai di rumah dan langsung ke kamar.
"Ia Mas," jawab Fathia berjalan menuju meja rias membersihkan wajahnya dari make up. Setelah itu menuju lemari mengambil baju ganti untuk Aka dan meletakkannya di atas kasur.
Menunggu suaminya keluar dari kamar mandi, Fathia duduk di pinggir kasur mengetik dan mengirim pesan pada dokter Biya untuk menanyakan sesuatu dan dokter Biya pun membalasnya menjawab semua pertanyaan Alodie palsu.
π©Sama-sama. Tapi ingat nggak boleh hamil dulu!
π¨ Sssiipp π
π© Jangan lupa pengamannya! π
π¨ ia dokter Bi.. π
"Chatingan sama siapa?" tanya Aka keluar dari kamar mandi.
"Dokter Biya. Nih bajunya udah aku siapin. Aku mandi dulu ya," kata Fathia berjalan menuju kamar mandi.
"Makasih sayang!"
Aka menuju ruang kerja nya mengambil laptop di sana untuk mengerjakan beberapa laporan yang akan di bawa meeting besok pagi.
"Mas," panggil Fathia selesai mandi ia tak menemukan Aka di dalam kamar.
__ADS_1
"Pasti lagi di ruang kerja!" katanya sendiri lalu keluar dari kamar untuk mencari Aka. Benar saja suaminya tampak fokus pada layar laptop sampai tak menyadari istrinya masuk.
"Mas!" duduk di sofa
"Hhmm"
"Mas!"
"Apa sih Al? aku lagi bikin laporan, kalau mau tidur duluan aja!" jawab Aka tanpa mengalihkan mata dari laptopnya.
Sedikit kesal di cuekin oleh suaminya Fathia menuju meja kerja itu dan menutup laptop Aka ia pun duduk di atas paha suaminya.
Awalnya Aka kaget dan kesal dengan sikap sang istri tapi sedetik kemudian senyum pun terbit di wajahnya. "Mau apa pakai-pakai baju **** gini?" tanya Aka melihat istrinya memakai lingerie.
"Liburnya habis, kata dokter Bi udah boleh! kita kekemar yuk," ajaknya manja merangkul leher Aka.
"Oohh...kenapa nggak tanya sama aku aja?"
"Kamu nya aja nggak tau!"
"Kata siapa?"
"Buktinya kamu malah kesini, kalau tau dan ingat pasti udah minta jatahnya!"
"Hahaha.. bukan nggak ingat sayang, aku emang lagi nunggu kamu aja. Takutnya kamu belum siap, tapi sepertinya kamu sudah sangat siap!" goda Aka mencolek dagu istrinya.
"Kalau gitu ayok ke kamar!"
"Tapi kamu belum boleh hamil honey, gimana dong?"
"Aku udah beli pengaman buat kamu, ada di kamar."
"Oh, ok let's go kalau begitu," kata Aka penuh semangat mengendong istrinya ala bridal keluar dari ruang kerja menuju kamar.
Di kamar Aka mendudukkan Alodie palsu di atas pahanya. Tangannya mulai menjelajahi tubuh yang sudah satu bulan ini tak ia jamah. "Kamu makin padat ya sekarang," kata Aka meremas bokong istrinya.
"Kamu juga makin hot," balas Fathia membuka satu persatu kancing kemeja suaminya.
...----------------...
Sebenarnya agak malas ya untuk up date, tapi mau gimana lagi. Ya udah lah... semangat aja nulisnya sampai novel ini tamat.
__ADS_1
Terimakasih banyak buat kalian yang udah kasih dukungannya. Meskipun yang baca ada ribuan tapi pada nggak mau like π komen π favorit π hadiah π.
Aku jadi ngerasa sedih... dan kadang suka nangis π«π