ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
S2 bab 18


__ADS_3

"Selamat ya Ci," ucap Fathia usai ijab kabul dan tukar cincin.


"Makasih ya Al," balas Ciara memeluk Alodie palsu. "Makasih sudah ada buat gue, nggak ada orang lain selain Fathia yang mau sahabatan sama gue, cuma lo Al yang mau jadi sahabat gue, lo datang di saat gue sendiri nggak punya siap-siapa dan sejak ketemu sama lo hidup gue kembali berjalan normal dan sekarang gue ketemu dan menikah sama laki-laki yang gue cintai berkat lo Al, makasih banyak, lo dan Fathia adalah sahabat sejati gue. Sayangnya Fathia nggak ada dj sini," tangis Ciara di punggung Alodie palsu.


Fathia juga ikut meneteskan air mata ingin rasanya ia mengatakan pada Ciara kalau orang yang di peluknya kini adalah Fathia sahabat yang ia rindukan, sahabat serta saudara yang ingin Ciara lihat kehadirannya di saat hari bahagia ini. "Gue ikut senang dan happy lihat lo, dan gue juga yakin Fathia akan bilang hal yang sama. Jadi jangan nangis lagi ya, ntar make up nya luntur. Ini hari bahagia kok sedih," ujar Fathia menggosok punggung Ciara menenangkan sahabatnya itu.


Ciara melepaskan pelukan mereka. "Janji ya Al, jangan ninggalin gue kayak Fathia yang hilang gitu aja!"


Senyuman tipis di berikan Alodie palsu. "Kan udah ada suami!"


"Beda lah Al, suami sama sahabat itu beda rasanya!" rengek Ciara.


"Ia, ia aku cuma becanda. Lagian emang aku mau kemana, ngaco kalau ngomong."


"Siapa tau aja kamu pergi keluar negri di bawa mas Aka."


"Nggak lah! kita foto-foto keluarga dulu yuk," ajak Fathia.


Acara foto keluarga dan bersama tamu undangan selesai pengantin serta keluarga kembali ke kamar masing-masing. Istirahat dahulu sebelum acara resepsi nanti malam yang pastinya akan menguras tenaga sebab Ciara dan Joe akan menyalami ratusan daftar tamu undangan. Semuanya merupakan rekan kerja, teman, sahabat dan kerabat dari keluarga lainya.


πŸ†πŸ†πŸ†πŸ†


Resepsi pun sudah berjalan sejak dua jam yang lalu, semakin malam para tamu malah semakin ramai ada yang lagi antri menuju panggung pengantin untuk mengucapkan selamat, ada juga yang sedang menikmati makanan sambil bercengkrama dengan tamu lainnya, ada juga yang asik bernyanyi dan berjoget di depan panggung live musik.


Alodie palsu dan Aka berdiri di panggung pengantin mengantikan posisi kedua orang tua Aka yang mewakili pengantin perempuan sebab Alia dan Faris sudah tak tahan berdiri lama dari tadi. Jadinya mereka sudah istirahat duluan di kamar.


"Kamu capek?" tanya Aka pada Alodie palsu.


"Dikit Mas, apalagi pakai heels jadinya kaki aku sakit," jelas Fathia.


Aka pun meminta pada pihak WO yang standby di dekat mereka mengambilkan sendal untuk istrinya.


"Nyaman?" tanya Aka.


"Lumayan lah, tapi aku kelihatan pendek kamu nya tinggi gini," cemberut Fathia yang hanya sebahu suami merasa tak PD


"Udah, santai aja nggak usah malu!"


Fathia memanyunkan bibir.


Malam semakin larut para tamu undangan sudah pulang meninggalkan pesta. Gedung hotel yang tadinya penuh dengan lautan manusia, kini hanya tersisa meja-meja dan kursi yang kosong tampak berserakan.


Aka menemani istrinya makan terlebih dahulu sebelum kembali kekamar mereka di ikuti pengantin baru juga Beno dan Biya yang sengaja datang terlambat.

__ADS_1


"Kenapa lo datangnya telat?" tanya Joe pada Beno.


"Sengaja, bini gue tadi pulang dinas jam 10 nah kalau kita langsung berangkat pasti ramai banget jadinya kita pilih penghabisan aja," jelas Joe.


"Kasian dong, dokter Biya nya capek," ujar Ciara.


"Nggak kok Ciara, tadi sempat istirahat dulu kok. Kebetulan besok saya juga libur," jelas Biya.


"Nggak ikut makan dokter Bi?" tanya Fathia.


"Udah tadi Al, kamu lanjut aja."


"Nggak takut gemuk Al makan malam-malam gini?" tanya Beno.


"Mau gimana lagi Mas Ben, laper dari tadi berdiri terus nyalamin tamu."


"Gemuk pun nggak masalah, gue suka kok," timpal Aka.


"Doyan yang padat-padat sekarang lo?" tanya Beno.


"Ia! bosan sama yang langsing mulu," tambah Aka.


"Kenapa sih Mas, kalian obrolannya mesum mulu kalau ketemu?" tanya Biya.


Biya dan Alodie palsu hanya geleng-geleng kepala.


"Nginap sini aja Ben!" ajak Joe.


"Ia, udah malem banget ini kalau pulang," tambah Ciara.


"Gimana sayang? apa kita juga ikut meramaikan malam pertama pengantin baru?" tanya Beno pada sang istri.


"Mereka mana ada malam pertama Ben," sanggah Aka.


"Ia juga ya, udah kawin duluan sih mereka."


"Eh, jangan asbun lo, kita sudah sah secara agama ya, tapi yang ini nikah resmi nya," jelas Joe kesal.


"Hahahaha... ia tau gue! becanda bro. Gue ke resepsionis dulu mau cek in. Lo ikutan ya Ka meramaikan malam pengantin resmi." Beno.


"Nggak! lagi libur tanggal merah."


"Ah, nggak seru!"

__ADS_1


"Sana pergi cepat," usir Joe.


"Tapi Mas, kita nggak bawa baju ganti." Biya.


"Minta bibi siapin, dan antar supir," kata Joe meninggalkan meja menuju resepsionis.


Baliknya Beno dari cek in mereka semua memasuki lift menuju lantai tempat kamar mereka berada.


"Capek banget," kata Fathia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur pas sampai di kamar.


"Mandi dulu Al," kata Aka membuka jas dan dasi.


"Capek, bentar lagi aja."


"Ya udah, aku mandi dulu," kata Aka menuju kamar mandi.


Lama berguling-guling di atas kasur Fathia pun menyusul suaminya yang sedang mandi. Jujur ia merasa gerah dan nggak nyaman jika tidur tanpa mandi.


πŸ¦ͺπŸ¦ͺπŸ¦ͺπŸ¦ͺ


Hari ini Fathia sedang membereskan pakaian ia dan Aka. Sebab mereka akan kembali pulang kerumah karena proses renovasi kamar sudah selesai.


"Yaah, Mama kesepian dong nggak ada kalian," kata Alia duduk di tepi kasur.


"Kan Mama bisa main kerumah atau aku yang main kesini," ujar Fathia.


Alia menghela nafas berat. " Sini Mama bantu."


"Nggak usah Mah, udah mau beres kok. Cuma kemas pakaian aja pakai di bantu segala," tolak Fathia.


"Mama boleh ikut ya, mau lihat kamar baby nya."


"Boleh! aku juga penasaran sih, kita tunggu Mas Aka pulang dulu."


"Si Mita kemana sih Al? kok sekarang Mama jarang lihat dia sama kamu."


"Mita itu lagi kuliah Ma. Sayang loh kalau cuma tamatan SMA doang. Siapa tau nanti dia bisa kerja dan punya karir bagus."


"Betul juga sih, emang kuliah di jurusan apa?"


"Mita ambil jurusan Hukum, katanya sih cita-cita dari kecil."


"Bagus itu, semoga dia jadi anak yang hebat dan sukses."

__ADS_1


"AMIN."


__ADS_2