
"Honey!" panggil Aka mencari istrinya yang tak ada di kamar.
"Ia Mas, aku di dapur," jawab Fathia dengan suara keras.
"Aku pikir tadi kamu tidur lagi," kata Aka duduk di kursi meja makan.
Fathia menggeleng. "Aku bantuin Bi Runi masak sarapan. Yuk makan," ajaknya ikut duduk di samping Aka.
"Aku makan roti tawar aja sama selai kacang," ujar Aka.
Fathia mengoleskan selai kacang pada selembar roti gandum lalu di tambah satu lembar lagi di atasnya. Di letakkan di atas piring untuk di berikan pada Aka.
"Minumnya apa Mas?"
"Air putih aja, tadi kan udah minum teh susu."
" Permisi Mas, ada pak Jio nungguin di depan," kata Bi Runi.
"Suruh masuk aja Bi!"
"Baik Mas," jawab Bi runi kembali menemui Jio.
"Ayok, ikut sarapan Ji," ajak Aka pada asprinya itu.
"Terimakasih Pak, tadi saya sudah sarapan silahkan di lanjutkan," jawabnya sopan.
"Nggak basa-basi kan?" tanya Fathia.
"Nggak kok Mbak! benaran saya habis sarapan di apartment.
" Ya udah, kamu langsung aja ke ruang kerja. Berkasnya sudah jadi satu dalam map biru," kata Aka mengangkat dagu.
"Siap Pak, saya permisi," izin Jio meninggalkan meja makan.
Tak berselang lama Jio kembali menemui Aka. "Semua lengkap Pak, kalau gitu saya langsung ke kantor."
Aka mengangguk. "Tolong bilang sama Beno, saya nggak bisa ikut meeting. Saya serahkan semuanya sama dia."
"Baik Pak, akan saya sampaikan. Nanti kalau ada hal yang di rasa perlu saya akan hubungi bapak."
Aka mengangguk. "Terimakasih."
Jio meninggalkan rumah mewah modern itu. Memacu mobilnya menuju AkaFarma.
Fathia sedang membersihkan meja makan. Tanpa aba-aba tubuhnya serasa melayang di udara. Ternyata sang suami sudah mengangkat tubuhnya pergi menjauhi tempatnya berdiri tadi.
"Bikin kaget tau," gerutunya menepuk dada bidang Aka.
"Kita ke kamar, bantuin!"
"Bantuin apa?"
Aka berbisik di telinga Fathia.
Fathia pun mengerutkan dahi. "Sendiri aja kenapa sih?"
"Nggak seru! maunya di panasin dulu," jawabnya sambil meminta sang istri membuka handle pintu kamar.
"Apanya yang di panasin?"
"Ya aku lah!"
__ADS_1
"Emang kamu mobil di panasin?"
"Ah, banyak tanya mau bantu nggak?" kesal Aka membaringkan Fathia di atas kasur.
"Ia tapi aku bantu apa?"
"Kita pemanasan dulu, habis itu lanjut di kamar mandi. Mainin pake tangan kamu, aku yang pegang wadahnya," jelas Aka mencoba membangkitkan gelora dengan menyentuh istrinya.
Meski rasanya nanti ia akan terbelenggu hasrat Fathia rela jika keinginan jiwanya tak terlepaskan.
"Makasih honey! ternyata tangan kamu lihai juga aku suka," goda Aka menutup wadah plastik tempat sempel sperm nya.
"Mandi yuk, biar segar," ajak Fathia berusaha menahan gejolak di dada. Ia tak bisa menuntaskan gelora yang sudah memuncak akibat perbuatan Aka sebab ia di larang untuk melakukannya sebelum tindakan inseminasi.
Keluar dari kamar mandi Fathia hendak menyiapkan baju untuk Aka. "Habis dari RS kamu ke kantor atau pulang ke rumah Mas?"
"Aku mampir ke kantor sebentar boleh ya, soalnya ini Jio kirim pesan ada hal yang perlu di bahas segera."
"Jadi aku siapin baju kantor aja?"
"Nggak usah! baju santai aja juga nggak apa."
Aka memakai baju yang disiapkan sang istri yaitu kaos kemeja polo dan celana denim. Untuk mengimbangi style santainya ia memakai sneakers dan tas ransel yang keren. "Aku berangkat dulu ya, nanti kalau aku belum pulang kita temuan di RS aja," kata Aka mengecup kening Alodie palsu.
Fathia mengangguk. "Nanti aku kabarin kalau mau berangkat."
"Ia.Tidur aja dulu ya, kasian istri aku harus nahan diri," kata Aka tersenyum menggoda.
"Gara-gara kamu! kan bisa main sendiri malah pakai ngajak-ngajak aku segala," kesal Fathia.
"Hahahaha... maaf istri ku," pintanya merangkul tubuh sang istri.
"Ia.Nanti sampai kantor aku kabari. Da-da sayang." Aka meninggalkan kamar mereka menuju halaman rumah memasuki mobilnya.
🧇🧇🧇🧇
Sehabis makan siang Fathia bersiap untuk segera berangkat ke rumah sakit. Ia sudah menghubungi mama mertuanya untuk siap-siap.
Di kantor Aka tampak sibuk dengan layar laptopnya bersama Jio di ruang kerja. Dering di ponselnya membuat benda persegi itu menari-nari di atas meja kerja membuat Aka bergegas untuk mengangkatnya.
📱Ya honey
📱Aku udah jalan ke RS Mas, tapi jemput mama dulu.
📱Sama supir kan?
📱Ia sayang ku. Mana boleh nyetir sendiri sama mama, yang ada nanti beliau marah.
📱Ok deh, 5 menit lagi aku jalan.
📱Benar ya datang!
📱Pasti! tapi telat dikit nggak apa kan?
📱Nggak masalah! pokoknya temanin aku.
📱Pasti dong! kan perjuangan kita berdua buat dapat Aka junior.
📱Hahaha... ia deh. Aku tunggu ya da Masaka love you.
📱love you to.
__ADS_1
Keduanya menutup sambungan telpon. Sedangkan Aka kembali menatap layar terpaku dengan grafik yang merangkak naik- turun lalu naik lagi dan sejajar.
"Lo belum berangkat?" tanya Beno yang tiba-tiba masuk.
"5 menit lagi!"
"Udah berangkat aja, sisanya bisa gue handle kok," saran Beno.
"Ok deh gue siap-siap."
"Sukses ya bro! dukung Beno.
" AMIN. Eh tapi lo sama Biya kok belum juga?"
"Gue sama Biya sih santai mau di kasih cepat Alhamdulillah kalau belum yaa kerja lembur," kekeh Beno.
"Silan lo. Katanya santai tapi kerja lembur bagai kuda," seloroh Aka.
"Hahaha... buat pengantin baru kayak gue sama Biya, soal anak mungkin belum jadi masalah. Kita masih baru, masih punya banyak waktu apalagi gue sama Biya nggak pacaran jadi setelah nikah kita baru ngerasain yang namanya pacaran, halal lagi. Kalau pun Biya belum hamil sampai sekarang yaa mungkin belum rezeki," kata Beno santai. "Tapi beda ceritanya lo sama Alodie. Sudah waktunya rumah tangga kalian di isi oleh tangisan bayi, buah cinta kalian sebagai permata dalam hati yang dapat membuat hidup kalian makin berwarna. Juga dapat mengajarkan kalian untuk jadi orang yang lebih baik lagi."
"Wwwiiihh...saudara gue jadi lebih bijak setelah menikah," puji Aka.
"Harus itu! karena kita sudah menjadi imam setiap sikap dan tutur kata kita akan menjadi contoh untuk istri. Jadi gue sekarang banyak belajar sama Abi."
"Syukur Alhamdulillah kalau lo berubah ke jalan yang lebih baik. Berarti Biya adalah orang yang tepat buat lo." Tunjuk Aka di dada Beno.
"Alhamdulillah !makanya gue pun sedang belajar untuk menjadi orang yang tepat dan pantas bagi Biya."
"Masyaallah." Aka seraya geleng-geleng kepala merasa takjub dengan perubahan drastis saudara sepupunya.
🥨🥨🥨🥨
Di RS Alodie palsu tengah bersiap melakukan proses inseminasi. Sang Mama mertua, Alia tidak di perbolehkan untuk masuk kedalam ruangan dokter Biya.
Alodie palsu tengah berbaring di atas ranjang.
"Siap Al?" tanya Biya. "Apa mau nunggu Aka datang dulu?"
"Lanjut aja dok, mungkin Mas Aka telat."
"Ok kalau begitu saya mulai." Dokter Biya di bantu suster menyiapkan sebuah alat atau kateter kecil di isi dengan sel sperm Aka.
"Rileks dan santai rasanya nggak sakit kok cuma paling kram sedikit tapi di tahan ya," jelas Biya tenang agar pasiennya juga merasa aman.
Dokter Biya mulai memasukkan kateter yang sangat kecil, ramping, dan juga fleksibel itu ke dalam rahim melalui ****** dan leher rahim Alodie palsu. Saat alat tersebut telah sampai di dalam rahim, dokter Biya pun melepaskan sel sperm dengan harapan sel tersebut berhasil membuahi sel telur Alodie palsu.
...----------------...
Sumber: Google.
Terimakasih atas dukungannya 😊🙏
Terus tinggalkan jejak kalian jika sudah membaca novel ini.
Like👍
Komen🖊
Favorit💜
Hadiah🎁
__ADS_1