ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Sembilan Tujuh


__ADS_3

Perusahaan Aka menerapkan kerja di hari Sabtu tapi hanya sampai pukul 12 siang atau tepat jam makan siang semua boleh pulang.


"Selamat sore bu Al," sapa dua sekretaris Aka menyambut kedatangan nyonyah.


"Sore. Belum pulang?" tanya Fathia mendapati sekretarisnya Aka masih berada di balik meja kerja mereka.


"Belum bu, pak bos aja masih kerja di dalam," kata Selvi sang sekretaris.


"Oh, saya masuk boleh?"


"Silahkan bu, kok izin kami segala," sambung Fina.


"Takutnya bos kalian ada tamu dan nggak boleh di ganggu," ujar Fathia. "Saya masuk ya."


"Assalamualaikum" sapa Alodie palsu membuka pintu ruang kerja Aka.


"Waalaikumsalam" balas Aka masih sibuk dengan laptopnya.


"Masih banyak ya Mas kerjaannya?" tanya Fathia menghampiri Aka ke meja kerja.


"Nggak kok Al, tinggal dikit ini," jelas Aka memeluk istrinya sebentar.


"Mau jalan kemana sih?"


"Istri aku mau jalan kemana?"


Fathia beralih ke sofa sambil memikirkan tempat untuk menghabiskan malam minggu bersama sang suami. "Gimana kalau ke Monas aja, aku belum pernah kesana."


"Maksudnya nggak inggat ke sana!" pembenaran Aka.


"Ia gitulah. Tapi kita jalannya naik motor."


"Naik motor?"


Fathia mengangguk cepat "Seru loh Mas, kayak orang pacaran gitu."


"Bukannya dulu kamu anti sama motoran!?"


"Ih, Masaka gimana sih katanya mau lupakan masa lalu tapi masih suka bahas," rengek Alodie palsu.


"Ia maaf ya sayangku," bujuk Aka mematikan laptop lalu menyusul istrinya di sofa.


"Jadi fix ya kita malam mingguan di Monas naik motor?"


"Ia, tapi aku pinjam motor dulu sama Beno." Aka mencubit gemas pipi istrinya.


"Pengusaha kok nggak punya motor," ledek Fathia.


"Besok aku beliin motor sepuluh buat kamu. Ntar kalau aku ngomong alasan nggak punya motor kamu bilang ungkit masa lalu lagi," cibir Aka.


Fathia nyengir menampilkan jejeran gigi putihnya. "Pulang dulu yuk, mau ganti baju sekalian mau mandi aku gerah dari tadi."


Aka mengambil jas nya yang di sampirkan di kursi kerja lalu mengandeng sang istri keluar dari kantornya.

__ADS_1


"Kalian boleh pulang," ujar Aka pada dua sekretarisnya.


"Serius pak?" tanya mereka berdua tak percaya.


"Ia, gih beres-beres kami duluan ya," izin Fathia melanjutkan.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Sampai di rumah Aka dan Fathia bergantian membersihkan diri lalu berganti pakaian. Long denim hitam, kaos putih di padukan dengan jaket bomber motif army menjadi pilihan Aka. Sedangkan Fathia memakai jeans hitam dalaman putih di padukan dengan jaket kulit warna hijau army agar senada dengan Aka tak lupa sneaker putih sebagai pelengkap.


"Ready?" tanya Aka.


"Ayo kita go," ajak Fathia penuh semangat.


"Kita ke rumah Beno dulu ya, ganti mobil sama motor."


"Ok. Tapi kita mampir ke toko kue dulu ya Mas buat mamanya Mas Beno, nggak enak kita mampir terus langsung pergi masih jam tujuh untuk kita bertamu sebentar," ujar Fathia saat mereka di dalam mobil.


πŸ₯¨πŸ₯¨πŸ₯¨πŸ₯¨


"Pada mau kemana ini?" tanya Risma menyambut Alodie palsu dan Aka di ruang tamu rumahnya.


"Mau pergi pacaran dulu Tan," kata Aka.


"Kok mampir kesini? mau ajak Beno?"


"Nggak Mah, mereka mau pinjam motor aku mau motoran katanya," sambung Beno.


"Maaf Tante, ini ada kue. Tadi pas mau kesini lewat toko kue sekalian beli buat Tante," ujar Alodie palsu memberikan dua kotak kue.


"Jadi mau pinjam motor yang mana?" tanya Beno melanjutkan obrolan.


"Emang Mas Ben ada motor berapa?" tanya Fathia.


"Ada 4. Satu motor matic biasa sering di pakai ART atau satpam sini, dua motor matic juga tapi yang gede, tiga motor sport, empat Harley-Davidson," jelas Beno dengan tampang sombongnya.


Fathia menganggukkan kepala. "Lengkap ya, semua jenis ada, mas Aka mah kalah."


Aka hanya menipiskan bibir merasa tak terima dengan ledekan istrinya sedangkan Beno hanya cekikikan.


"Jadi mau yang mana?" Beno.


"Matic yang gede aja." Fathia


"Yang Harley aja Han, lebih keren gitu," sanggah Aka.


"Nggak Mas, aku maunya motor yang santai dan nyaman. Harley itu terlalu gede."


"Yang sport?"


"Nggak, nanti pinggang aku sakit."


Aka menghela nafas pasrah, mengalah juga akhirnya. Tampak Beno sedang mengejeknya, mengatakan Aka bucin tapi hanya dengan gerakan bibir tanpa suara.

__ADS_1


"Mas Ben nggak ada janji sama dokter Biya?"


"Ada, ini juga mau berangkat, nungguin kalian dulu."


"Kalau gitu kita berangkat sekarang aja yuk Al," ajak Aka.


Mereka bertiga berangkat bersama tapi menuju arah yang berlawanan. Aka dan Alodie palsu menuju monas menggunakan motor Beno merek PCX sedangkan Beno menggunakan mobil menjemput sang kekasih hati terlebih dahulu sekalian izin pada calon mertua.


"Kemana dulu nih tujuan utama?" tanya Aka pas mereka sudah sampai di monas.


"Naik puncak monas dulu, habis itu kita lihat air mancur, terakhir kita ke Lenggang Jakarta beli camilan dan makan malam," kata Fathia sudah tak sabar.


Pasangan suami istri itu melangkah ke tujuan pertama meski harus antri Aka dan Alodie palsu tak merasakan bosan, malah ini jadi pengalaman pertama bagi mereka berdua khusunya untuk Aka yang memang belum pernah datang ke wisata malam. Sedangkan Fathia ini kali pertama baginya menghabiskan malam atau jalan bersama seorang pria apalagi dengan suami.


Puas menikmati view kota Jakarta di puncak tugu monas mereka lanjutkan melihat air mancur menari dengan permainan cahaya yang di iringi oleh lagu daerah atau tradisional. Semakin malam udara pun mulai semakin dingin kedua sejoli itu memutuskan untuk mencari jajanan yang dapat menggugah selera, memanjakan lidah dan mengenyangkan.


Saking laparnya mereka mencoba beberapa jenis makanan dan juga jajanan yang ada di sana sebab mereka memang sengaja mengosongkan perut sebelum berangkat tadi jadilah kini mereka berdua seperti orang kelaparan jajan sana beli sini bahkan Aka sudah tak memikirkan lagi berapa lemak yang harus ia bakar besok pagi.


"Sudah puas? pulang sekarang?" tanya Aka pada Alodie palsu.


"Ia, yuk pulang capek," rengeknya.


Aka merasa gemas dengan sang istri ia mengacak rambut Fathia lalu bergandengan menuju parkiran.


Sampai di rumah mereka berdua tak lupa untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum tidur.


"Lihat deh Mas, aku kayak orang hamil," ujar Fathia mengelus perutnya yang buncit saat mereka duduk di atas kasur.


Aka pun ikut gemas dan mengelus perut buncit istrinya nan berisi makanan. "Jadi gemas deh, nggak sabar nunggu kamu hamil."


"Sabar ya Mas, nanti kita di marahin dokter Biya sama dokter Labib loh," ingat Fathia.


"Ia ya, kayak beberapa minggu kemaren pas kamu aku bawa kerumah sakit karena muntah-muntah. Mereka pikir kamu hamil padahal kan cuma salah makan."


Fathia mengangguk "Serem loh Mas mereka marahnya."


"Ia sih, tapikan niat mereka baik Han untuk kebaikan calon anak kita juga kalau seandainya kamu beneran hamil."


"Hhhhoooooaaaammm ngantuk! tidur yuk Mas," ajak Fathia merebahkan kepalanya di bantal.


Aka pun merebahkan kepalanya di dada sang istri tempat ternyaman baginya jika ingin segera terlelap.


...****************...


Jangan pelit dong kasih dukungan dan tinggalkan jejek ya😣πŸ₯Ί


LikeπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Komen πŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š


FavoritπŸ–€πŸ’œπŸ’šβ€


Hadiah🎁🎁🎁🎁

__ADS_1


Terimakasih πŸ™


__ADS_2