ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Lima Tiga


__ADS_3

"Shadaqallahul-'adzim'" Fathia menyudahi bacaan Al Quran setelah menunaikan solat Ashar.


"Loh, Mas kamu sudah pulang?aku pikir pulangnya malam!?" tanya Fathia melipat mukenah lalu menghampiri Aka yang berdiri di ambang pintu dan mencium tangan suaminya.


Hati Aka berbunga dan menghangat. "Sengaja pulang cepat mau temanin kamu, takutnya nanti kamu bosan sendiri di rumah," jelas Aka melepas jas kerja dan di ambil alih oleh Fathia.


"Bersih-bersih dulu ya, setelah itu solat mumpung masih ada waktu. Aku kedapur siapkan minum untuk kamu."


Aka mempersilahkan istrinya turun kebawah lalu ia juga bergerak membersihkan diri agar bisa segera melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.


"Makasih sayang," pinta Aka sudah di sajikan secangkir kopi panas oleh Fathia."Oh ya kamu pintar ngaji ya, tadi aku sempat dengar saat mau masuk kamar," puji Aka.


Fathia mengerutkan keningnya. "Emangnya Mas nggak tau?" tanya Fathia bingung juga sekalian mencari informasi tentang Alodie.

__ADS_1


Aka mengangkat bahunya. "Setahun kita berumah tangga aku nggak pernah lihat kamu ngaji atau solat!"


Fathia mencoba menerka akan tingkah dan sifat Alodie tapi ia butuh informasi lebih untuk tau seperti apa sebenarnya keadaan rumah tangga Aka dan Alodie. "Memangnya dulu Alodie itu gimana sifatnya? maksud aku sebelum aku hilang ingatan tingkah laku aku itu seperti apa?"


Aka hanya diam sambil memandang lurus kedepan memperhatikan beberapa tanaman di halaman belakang rumah karena kini mereka tengah bersantai di dekat kolam berenang.


"Untuk apa aku cerita? bukankah kita ingin melupakan masa lalu dan memulainya dari awal?! "


"Ya, aku hanya ingin tau saja, dan siapa tau aku bisa memperbaikinya?" alasan Fathia.


"Dan juga sebaiknya kita kembali harus saling mengenal satu sama lain. Contohnya saja kopi ini, aku baru tau kopi bikinan kamu enak," puji Aka.


Fathia hanya menampilkan senyum palsu. Begitu aneh menurutnya seorang suami yang tak mengenali pribadi istrinya. Masak sudah setahun menikah Aka tak pernah mencicipi secangkir kopi sajian Alodie, bahkan Aka juga tidak tau apakah Alodie bisa mengaji atau tidak, rumah tangga yang macam apa itu pikir Fathia berdebat dalam hati.

__ADS_1


Sudahlah, kalau Aka memang tak mau menceritakan tentang sikap Alodie. Fathia tak mau ambil pusing. Lebih baik jadi diri sendiri saja toh Aka juga tak mempermasalahkan atau curiga karena ia juga belum begitu mengenal dengan kepribadian istri aslinya


"Maaf Mas, Mbak di depan ada mas Beno," sela bi Runi datang dari arah depan.


"Ya bi, kami segera kesana," sahut Aka.


"Siapa Mas?" tanya Fathia mengikuti langkah suaminya menuju ruang tamu.


"Sini aku kenalin, ah maksudnya kamu pasti nggak ingat jadi kenalan lagi. Ini Beno sepupu juga asisten dan sekretaris aku di kantor," jelas Aka menepuk pundak Beno.


"O, oo. Ya sudah silahkan ngobrol dulu aku tinggal kebelakang. Masnya mau minum apa?" tawar Fathia.


"Apa aja boleh," jawab Beno.

__ADS_1


"Di tunggu ya! Mas, kamu sekalian nanti kopinya aku ambilin ya."


"Iya sayang, tapi tolong antar ke ruang kerja aja ya.Aku sama Beno ngobrol di sana," tambah Aka.


__ADS_2