ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
119


__ADS_3

"Alodie kenapa Ka?" tanya mama Alia mengunjungi menantunya itu.


"Kurang istirahat Mah," kata Aka sedang menyuapi istrinya makan.


"Mungkin kemaren aku sibuk syuting sama ngurus Mas Aka, Mah jadinya drop gini," tambah Alodie palsu.


"Apa kata Mama kemaren? kamu nya sih nggak mau nginap di rumah Mama, jadinya sekarang kamu yang sakit."


"Ya udah sih Mah, gantian sekarang aku yang urus Alodie," balas Aka.


Alia menghela nafas. "Kamu mau makan apa? biar Mama masakin."


"Benar Mama mau masak buat aku?" tanya Alodie palsu tak enak.


"Ia, mama serius ini. Lagi sakit kok masih jajan."


"Alodie nggak ***** makan Mah, tadi sempat muntah pas aku kasih susu," jelas Aka. "Makanya aku beliin jajan yang lagi dia pengen, seenggaknya perut Alodie ke isi."


"Ya sudah, kalau gitu Mama ke dapur dulu masakin makan siang sekalian untuk makan malam, ntar tinggal minta panasin sama bi Runi."


"Makasih Mah, maaf merepotkan," pinta Alodie palsu merasa sungkan.


Alia tersenyum hangat berlalu keluar dari kamar Aka dan Alodie palsu.


"Sudah Mas, aku nggak mau lagi," tolak Fathia mendorong piring yang berisi mie ayam pesanannya tadi.


"Ok, minum obatnya lagi ya," kata Aka memberikan obat istrinya dan segelas air putih.


"Makasih Mas," kata Fathia menyerahkan gelas kosong pada Aka.


"Aku ke ruang kerja dulu ya, mau ambil laptop habis itu ke sini lagi."


Tangan Aka di tahan oleh Fathia. "Mita mana?"


"Ada di bawah, lagi ngurusin paket endorse yang datang."


"Aku mau nonton di bawah boleh nggak? bosan di kamar."


"Yuk, kita di ruang tengah aja nanti aku kerja juga di sana," ajak Aka mengendong istrinya.


"Mita, tolong bawa in tiang infus dong," sorak Aka dari lantai atas.

__ADS_1


"Ia pak dokter," gegas Mita menyusul.


"Sekalian bawa selimut sama bantal," tambah Aka menuruni tangga.


Di ruang tengah Aka membaringkan istrinya di atas sofa bersandarkan bantal. Menyelimuti Alodie palsu agar tetap hangat. Memeriksa kembali infus yang tinggal setengah. Aka menyalakan TV dan memberikan remote pada istrinya supaya Alodie palsu bisa memilih chanel TV yang mau di tonton nya.Setelah itu Aka menuju ruang kerjanya.


"Banyak ya Mit?" tanya Alodie palsu melihat paket-paket yang berserakan.


"Ia Mbak. Aku juga harus kirim pesan sama klien kalau vidio endorse nya belum bisa di kirim dalam minggu ini, kan Mbak lagi sakit," jelas Mita sibuk dengan ponselnya.


Aka dan Mita pun menemani Alodie palsu di ruang tengah. Sambil mengerjakan pekerjaan mereka dan juga menunggu makan siang siap di masak oleh mama Alia. Sedangkan Alodie palsu tampak asik menikmati acara TV hingga tanpa sadar ia pun terlelap.


🍈🍈🍈🍈


Sore harinya Ciara dan Beno datang menjenguk Alodie palsu. Sekalian Ciara membawa sate kacang dan minuman boba pesanan Alodie palsu.


"Nggak enak," kata Alodie palsu setelah menyicipi sedikit sate kacang yang di bawa Ciara.


"Mau nya banyak, pas udah di beliin cuma di cicip dikit," ujar Ciara.


"Tadi tuh ngebayangin nya kayak enak gitu, eh pas udah di makan cuma pahit aja yang kerasa," jelas Fathia.


"Ya udah, terus kamu mau makan apa lagi? tadi sup yang di masak mama juga nggak di makan," tanya Aka.


Aka terpaksa menuruti kemauan istrinya, yang penting perut Alodie palsu bisa terisi sedikit. "Enak?" tanya Aka.


Fathia mengangguk sambil menyeruput minuman boba rasa tiramisu.


"Bubur ayam mau nggak?" tawar Beno.


"Boleh!" jawab Fathia cepat.


"Ok, aku pesanin dulu," ujar Beno.


"Alodie kenapa sih Mas Aka? pengen makan ini itu, tapi pas di beliin nggak di makan kayak orang hamil lagi ngidam tau nggak," tutur Ciara.


"Cuma demam karena kurang istirahat, tapi Alodie nggak hamil kok. Mungkin selera makannya aja kali yang nggak enak, jadinya semua makanan pengen di coba," jelas Aka.


"O, oh," kata Ciara membulatkan mulutnya.


"Acara syukuran di kantor 2 hari lagi loh, yakin Alodie bisa hadir?" tanya Beno.

__ADS_1


"Dua hari lagi pasti aku udah sembuh Mas Ben," jawab Alodie palsu.


"Gimana mau sembuh, makan aja nggak mau," timpal Mita.


"Di undur aja gimana Ben?" tanya Aka khawatir istrinya nanti tak dapat ikut hadir.


"Jangan Mas! semua kan sudah di persiapkan. Percaya deh sama aku, dua hari lagi aku pasti sembuh," Fathia meyakinkan Aka.


Aka mengangguk setuju. "Kalian juga datang ya, ke acara syukuran di kantor saya dua hari lagi," ajak Aka pada Ciara dan Mita.


"Siap pak dokter! undangannya juga udah di kasih Mbak Alodie," balas Mita.


"Sudah malam, gue sama Mita cabut pulang dulu ya Al," izin Ciara.


Fathia hanya mengangguk.


"Terimakasih sudah jenguk istri saya dan bawaiin makanan," tambah Aka.


"Santai aja, kita balik dulu," ujar Ciara dan Mita berlalu dari ruang tengah.


Tak lama bubur pesanan Beno pun datang di antar oleh ojek online. Syukurnya bubur ayam itu di lahap abis oleh Alodie palsu, akhirnya Aka bisa merasa tenang karena perut sang istri sudah dapat terisi bahkan tidak sampai muntah lagi seperti tadi siang.


"Syukur lah kalau Alodie suka buburnya, besok pagi gue kirim lagi ke sini. Gue pulang dulu ya," pamit Beno pada Aka.


"Ok, makasih buburnya. Makasih juga sudah handle kantor," ujar Aka.


"Biasa aja kali Ka, kayak sama siapa aja." Beno menaiki mobil dan meninggalkan pekarangan rumah sepupunya.


πŸŽ‚πŸŽ‚πŸŽ‚πŸŽ‚


Sekitar jam 10 pagi acara syukuran di AkaFarma sudah di mulai. Aka mengundang beberapa anak yatim dan juga lansia dari panti sosial yang di urusnya.


Semua keluarga besar dan teman-teman Aka juga Alodie tampak hadir di sana ikut mendoakan kesuksesan AkaFarma kedepannya. Doa pun sudah di panjatkan yang di pimpin oleh seorang ustad. Selanjutnya Aka memberikan sedikit uang dan bingkisan bagi anak yatim dan lansia yang di undangnya.


Setelah itu seluruh tamu dan juga karyawan di persilahkan menyicipi hidangan yang sudah di sediakan. Senyum di bibir Aka tak pernah luntur menandakan hatinya yang begitu penuh kebahagiaan. Setahun setelah kecelakaan sang istri Aka merasakan hidupnya jauh berubah ke arah yang lebih baik. Rasa syukur selalu ia panjatkan dalam doa dan sujud nya pada yang maha kuasa. Berharap hidupnya akan terus seperti ini, bersama Alodie mendulang kebahagiaan dan kesuksesan.


"Doa Mama dan Papa selalu untuk kamu, untuk rumah tangga kamu, untuk kesuksesan kamu selalu," kata Alia memeluk bangga anaknya.


"Semoga hidup kamu kedepannya lebih baik lagi, dan rumah tangga kamu bersama Alodie semakin harmonis," tambah Faris.


"Mas, selamat ya atas kesuksesan kamu,aku sebagai istri ikut bangga dan senang atas semua pencapaian yang sudah kamu raih," kata Alodie palsu memeluk suaminya.

__ADS_1


"Sama-sama sayang, aku juga berterimakasih sama kamu, makasih dukungannya, doanya, semangatnya, perhatiannya. Semua juga berkat kamu sayang," balas Aka mencium puncak kepala Alodie palsu.


Pasutri itu saling mendekap erat satu sama lain. Berharap ini semua tak akan berakhir, berharap mereka berdua bisa melewati badai nantinya jika datang menerpa. Semoga Tuhan dapat mendengarkan suara hati mereka.


__ADS_2