ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Delapan Satu


__ADS_3

"Nggak bisa besok aja Mas? nggak bisa gitu seharian ini kamu habiskan waktu sama aku?"


"Cuma sebentar kok Al," bujuk Aka.


"Ya sudah, kalau memang kerjaan kamu lebih penting silahkan kamu pergi," jawab Fathia kesal meninggalkan Aka.


Egois memang ia menginginkan Aka untuk di sampingnya saat ini. Tapi mau bagaimana lagi ia benar-benar sedang butuh Aka untuk bisa menenangkan hatinya yang sedang gundah-gulana. Meski ia tak bisa bercerita tentang apa yang terjadi, tapi setidaknya jika Aka ada di sampingnya sudah cukup untuk Fathia.


Berada di dekat Aka setidaknya membuat ia merasa tak sendirian lagi. Membuatnya lebih mampu untuk menata hati kembali setelah di tinggal sang ibunda. Tapi bagaiman menjelaskan pada Aka?


Bingung, ia Fathia bingung satu sisi ia sangat butuh Aka tapi di sisi lain ia tau betul kalau suaminya tak tau tentang keadaan hatinya saat ini jadi Fathia tak bisa memaksa.


Tangisnya pecah meluapkan segala kesedihan di hatinya.Hanya air mata yang selalu setia menemaninya di saat seperti ini.


Aka menyusul sang istri ke kamar mereka. Sempat bingung kenapa Alodie palsu marah seperti tadi, tapi ia mencoba mencerna. Mungkin saja istrinya sedang rindu akan dirinya yang belakangan ini terlalu sibuk di kantor. Mungkin juga sang istri ingin di manja atau di perhatikan. Toh saat ia sibuk Alodie palsu tak pernah komplain, bahkan ia selalu mendukung Aka dalam bekerja. Wajarlah kalau istrinya mulai merasa kesepian.


Aka membuka pintu kamar, tampak istrinya sedang menangis, sungguh pilu rasanya hati Aka melihat tangisan istrinya.

__ADS_1


Sesakit itukah hati istrinya karena Aka akan meninggalkannya meski hanya ke kantor?


Tangisan Alodie palsu terdengar begitu menyayat hati. Aka langsung saja menghampiri istrinya dan mendekap di dada.


"Maaf, maaf kalau aku nggak ngerti perasaan kamu," lirih Aka merasa bersalah.


"Aku cuma lagi butuh kamu Mas, butuh kamu buat temanin aku di rumah. Sehari aja," rengek Fathia di dada Aka.


"Ia, ok aku nggak akan jadi ke kantor. Aku bakalan di rumah aja. Maaf ya kalau belakangan aku sibuk terus di kantor sampai mengabaikan kamu." kata Aka lembut menggosok punggung Alodie palsu.


"Emang kamu nggak kangen apa sama aku? aku kangen tau berdua sama kamu. Kamu lebih memilih kantor dari pada aku. Pas sakit manjanya minta ampun, eh udah sembuh akunya di tinggal ke kantor lagi. Emangnya kamu aja yang butuh perhatian, butuh di manja!? aku kan juga Mas, jadi sedih aku."


"Maaf ya istriku tercinta , maaf. Tadinya aku ke kantor cuma sebentar kok habis itu pasti pulang. Tapi karena istriku ini nangisnya kayak mau di tinggal selamanya aku nggak jadi pergi, nanti minta Beno aja yang datang ke rumah," ujar Aka mengusap pipi istri palsunya yang basah akibat air mata yang begitu deras.


"Benar?"


"Janji.Hari ini kita habiskan waktu berdua di rumah."

__ADS_1


"Mana ada berdua, kan ada bi Runi."


"Nanti aku usir bi Runi ke rumah mama bantu-bantu mama di sana soalnya ART mama pulang kampung. Kamu nggak pelu masak hari ini, nanti kita pesan makanan online aja."


Wajah Fathia tersenyum merekah."Makasih ya Mas, maaf kalau aku egois kali ini." Memeluk erat suaminya.


"Wajarlah kalau seorang istri kangen suaminya,itu tandanya cinta, tandanya kamu butuh aku.Jadi makin sayang, love you istriku," kata Aka membalas pelukan istri palsunya. "Jadi hari ini kita ngapain?"


...----------------...


Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Komen πŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š


Favorit ❀❀❀❀


Hadiah 🎁🎁🎁🎁

__ADS_1


__ADS_2