
Aka sedang menikmati satu batang rokok di balkon kamarnya sambil melihat ke arah sang istri yang sudah tertidur pulas di atas kasur, punggung mulusnya dapat di lihat Aka sebab tak tertutup selimut.Menghisap rokoknya dalam lalu menghembuskan nya sambil tersenyum. Bayang-bayang kegiatan panas mereka tadi masih terulang kembali di benak Aka.
Ada rasa bangga, senang dan puas di dada Aka. Sebagai laki-laki ia membuktikan betapa jantan dan perkasanya ia tadi dalam urusan ranjang. Begitu pula sebaliknya, sang istri juga dapat mengimbangi dirinya hingga permainan mereka berakhir seri.Ia sempat ingat masa-masa dulu sebelum Alodie amnesia semua terasa hambar. Tapi kini mereka bisa saling menikmati, saling memuaskan.
๐ ๐ ๐ ๐
Dering ponselnya yang kelima kali membuat Aka terbangun dari tidur panjangnya.Ternyata hari sudah pukul sepuluh pagi. Aka melihat layar ponselnya, ternyata sang mama sudah menelponnya berkali-kali sejak tadi.
๐ฑAka, kamu kemana kok baru angkat telpon mama...
๐ฑMaaf mah, bangunnya kesiangan.Memangnya ada apa telpon aku sampai berkali-kali?
๐ฑmama cuma mau bilang, nanti siang kamu sama Alodie ke rumah soalnya semua saudara papa kamu ngumpul di sini...
๐ฑhhmm... ok tapi aku sama Alodie agak telat dikit ya...
Aka meregangkan tubuhnya. Di lihatnya sang istri masih tertidur pulas.
__ADS_1
"Honey, Han" panggil Aka memeluk istrinya.
"Hhmm"
"Bangun yuk, udah siang ini."
"Bentar lagi Mas, masih ngantuk."
"Nanti siang kita harus kerumah mama, ada kumpul keluarga di sana."
"Hhmm... bentar lagi aja, aku masih capek," jawab Fathia dengan mata terpejam.
๐ฅฆ๐ฅฆ๐ฅฆ๐ฅฆ
Jam dua belas siang Fathia bangun dari tidurnya, ia teringat dengan perkataan Aka mereka akan pergi ke rumah mama mertua jadi ia bergegas membersihkan diri. Setelah mandi masih mengenakan piyama tidur dan rambut di bungkus handuk ia mencari suaminya di ruang kerja.
"Sudah segar aja istri ku," sapa Aka melihat ada yang masuk.
__ADS_1
"Ia dong, kan mau kerumah mama," jawab Fathia duduk di pangkuan Aka dan mengecup bibir suaminya.
"Langsung berangkat kita?"
"Hhmm... makan dulu yuk laper nih tadi aku udah pesan makanan sebelum mandi.Eh, tapi kerjaan kamu udah beres emangnya?"
"Dikit lagi, ntar malam bisa di lanjut. Yuk kebawah."
Karena melewatkan sarapan pagi jadi kini mereka mengisi perut terlebih dahulu sebelum berangkat ke rumah orang tua Aka. Meski nanti mereka akan makan siang di sana tapi cacing di perut sudah pada berontak untuk segera di beri makan.Anggap saja ini sarapan pagi yang terlewatkan.
๐๐๐๐
"Ini Mamanya Beno, namanya tante Risma adiknya papa Faris yang nomor tiga," ujar Alia memperkenalkan seluruh anggota keluarga pada Alodie palsu. "Ini Om lukman suaminya tante Risma."
"Nah kalau ini adiknya papa Faris nomor dua, Om Ardi kalau istrinya sudah meninggal satu tahun yang lalu. Ini anaknya Om Ardi yang paling tua namanya Adnan juga istrinya Kila."
Fathia menyalami seluruh anggota keluarga Aka. Ia senang bisa di terima dengan baik di sana.Dan acara kenal mengenal ini terjadi sebab Alia sudah menjelaskan kondisi Alodie palsu yang mengalami amnesia setelah kecelakaan. Jadilah kini mereka kembali menyambut Alodie palsu seperti menyambut orang baru.
__ADS_1
"Eh, ada dokter Biya juga di sini?" heran Fathia.
"Ia, dia calonnya Beno jadi sekalian di ajak kemari biar kita semua kenalan. Kalau Mama mah udah kenal kan," jawab Alia.