ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Sembilan Enam


__ADS_3

"Bisa nggak kita nggak usah bahas masa lalu? apa pun nanti omongan orang tentang kamu di masa lalu lupain aja ya, aku nggak mau membuka luka lama," pinta Aka dengan raut wajah sedih.


Fathia langsung memeluk suaminya, entah seberapa besar luka yang di torehkan Alodie palsu pada hati Aka, tapi kenapa pria ini masih begitu baik mau memaafkan Alodie dan memberikan kesempatan kedua meski sekarang yang mendapatkan kesempatan kedua itu adalah dirinya.


"Maaf ya Mas, atas nama Alodie yang dulu aku minta maaf," ujar Fathia merasa perlu melakukannya, anggap saja ia mewakili Alodie palsu.


Aka mengangguk melepaskan pelukan mereka. "Kita tidur yuk, nggak usah membahas masa lalu lagi kita lupakan dan jalani hidup kita yang baru," ajak Aka.


🥯🥯🥯🥯


"Kamu hebat banget sih Al sekarang, nggak perlu banyak arahan kamu memberikan yang kami mau," puji sutradara.


"Terimakasih Om."


Semua kru dan tim bertepuk tangan syuting iklan berjalan lancar dan tak memakan waktu lama akibat Fathia yang sangat hebat melalukan semua adegan di depan camera.


"Al, kamu ikut kursus acting atau ikut sekolah gitu? soalnya bakat akting kamu sekarang makin kelihatan loh nggak kayak dulu meski sudah di kasih arahan tapi masih butuh take berkali-kali," tanya sutradara.


"Masak sih Om?"


"Ia.Awalnya saya agak ragu saat tau model iklannya kamu, sebab beberapa kali syuting sama kamu dulu pasti memakan waktu yang lama."


Fathia hanya menganggkat bahu dan tersenyum.


"Sukses ya buat kamu kedepannya," ujar sutradara meninggalkan Alodie palsu.


"Ini minumnya Mbak Al," kata Mita memberikan botol minum mineral.


"Dari sini kita kemana lagi Mit?" tanya Fathia duduk di ruang make up untuk istirahat sekalian nanti ia akan berganti pakaian.


"Kita ke kantor PH X, mbak Rike sudah menunggu di sana.


"Ok, saya ganti baju dulu."


🌶🌶🌶🌶


"Jadi gini Al, saya sudah minta mereka untuk atur jadwal syuting nan fleksibel khusus buat kamu dan mereka setuju," jelas Rike menemui Alodie palsu di lantai bawah gedung PH.


"Sesuai dengan peran yang aku pilih kemaren kan Mbak?"

__ADS_1


"Ia,sekarang naik dulu ke atas mau proses big reading," ajak Rike.


Fathia, Rike dan Mita naik ke lantai tiga di sana semua tim produksi untuk sinetron terbaru ini sudah berkumpul termasuk beberapa artis yang sudah di pilih lewat casting.


Saat Fathia masuk dan mau duduk pandangannya menangkap seseorang yang selama ini sangat ia rindukan, Ciara. Ya ternyata Ciara ikut bermain di sinetron terbaru ini. Tubuhnya kaku seketika, antara bigung, bimbang, takut juga merasa bersalah. Fathia seolah-olah merasa akan di kenali oleh Ciara. Seakan lupa kalau wajahnya bukan seperti Fathia melainkan wajah Alodie.


"Kenapa Al?" tanya Rike.


"Hah, a itu em nggak apa-apa," gugup Fathia duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Semua artis sudah berkumpul kini mereka semua sedang melakukan proses reading sebelum syuting di mulai. Fathia sesekali melirik Ciara yang tampak fokus membaca beberapa skrip yang di tandai untuknya.


Jam makan siang proses reading di tunda dulu untuk istirahat. Semuanya di persilahkan untuk mengambil menu makanan yang sudah di sediakan oleh pihak PH. Sambil mengambil makanan Fathia melirik Ciara mencoba memberanikan diri untuk mendekati sahabatnya itu.


"Hai" sapa Alodie palsu. "Boleh duduk di sini?"


Ciara mengangguk sambil menyuap makanannya.


"Sendirian? kok nggak gabung sama artis lain?"


"Nggak kenal gue!" jawab Ciara. Lo sendiri ngapain samperin gue? gabung aja sana sama artis terkenal lainnya."


Fathia paham betul sikap Ciara. "Aku juga nggak kenal sama mereka!"


"Boleh kenalan nggak?"


"Ciara," jawabnya santai mengunyah makanan.


"Saya Alodie."


"Gue tau nama lo!"


Meski Ciara bersikap cuek padanya tapi Fathia tak mau menyerah untuk mendekati sahabatnya. Bagaiman pun ia harus membuat Ciara mau berteman dengan Alodie palsu.


"Nanti di lokasi syuting kita harus sering ngobrol ya, soalnya aku nggak punya teman," ajak Fathia.


"Boleh! asal lo nggak sombong aja kayak dulu sebelum lo amnesia."


"Hhmm anggap aja aku orang baru. Kalau seandainya dulu kamu kesal dan nggak suka dengan sikap aku sebaiknya lupain aja, jadi kita mulai berteman dari sekarang ya," bujuk Fathia lagi. mengulurkan tangan.

__ADS_1


Di sambut Ciara. "Ok."


Ciara dan Alodie palsu melanjutkan makan siang mereka kembali. Fathia sudah memancing Ciara untuk mengobrol akrab dengannya tapi semua usahanya sia-sia, Ciara hanya memberikan jawaban seperlunya saja jika Alodie palsu bertanya.


Sebelum kembali melakukan proses reading Fathia menelpon dulu suaminya, menanyakan apakah Aka sudah makan siang sebab ia selalu mengirim makanan untuk suaminya jika tak sempat datang ke kantor atau memasak makan siang di rumah kalau tak ada jadwal di siang hari.


📱Udah sayang, kamu sendiri udah makan?


📱Sudah Mas, di sediain sama PH nya di sini. Aku mau lanjut reading lagi, mungkin pulangnya sekitar jam tiga an lah.


📱Lanjut lagi aja, tapi nanti pas kamu pulang mampir ke kantor ya aku mau ajak kamu jalan soalnya.


📱Ok, muach dah Masaka.


📱muach da honey.


Semua kembali berkumpul di satu meja. kali ini Alodie palsu sengaja memilih duduk di dekat Ciara. Proses reading berjalan kembali sampai semua talent paham dengan karekter dan peran yang akan mereka mainkan. PH dan produser serta tim produksi merasa puas dengan kemampuan para artis proses reading pun berakhir.


"Terimakasih loh Mbak Alodie mau mengambil bagian di sinetron ini," pinta PH ketika semua artis sudah meninggalkan ruangan.


"Sama-sama Pak, malah saya merasa beruntung loh bisa di ajak main tapi nggak perlu casting. Tapi maaf kalau saya nggak ambil peran utama hanya bisa jadi peran pembantu," ujar Alodie palsu sebelum pulang.


"Tidak masalah, peran pembantu pun sangat penting untuk mendukung pemeran utama."


"Kalau begitu saya pamit pulang Pak," izin Fathia.


"Silahkan, nanti kalau ada up date lagi akan kami infokan lewat Mbak Rike."


"Terimakasih Pak Wen, senang bekerja sama dengan anda," pinta Rike saling menjabat tangan. "Kami izin dulu," tambahnya lagi.


🍆🍆🍆🍆


"Besok libur ya Mit!" kata Fathia pada Mita saat di perjalanan menuju kantor Aka


"Ia Mbak!"


"Pak, saya turun di kantor Mas Aka, setelah itu bapak tolong antar Mita pulang ke rumah nah dari sana bapak juga bisa langsung pulang," kata Fathia pada supirnya.


"Baik Buk!" jawab sang supir.

__ADS_1


"Mau kemana Mbak Al sama pak dokter?" tanya Mita.


"Nggak tau, tadi sih katanya mau ngajak jalan."


__ADS_2