
Tinggalkan jejaknya π₯³π
Like πππ
Komen πππ
Favorit β€β€β€
......................
"Sebelum pulang kita ke dokter kandungan ya," ajak Aka pada Fathia.
"Buat apa Mas?" tanya Fathia bingung.
__ADS_1
"Sebaiknya kita lakukan pemeriksaan dulu, aku pengennya kamu bisa cepat hamil.Mengigat kondisi kamu sekarang sebaiknya kita konsultasi terlebih dahulu," jelas Aka.
Fathia setuju. Dilema lagi pasti hatinya sekarang tapi mau bagaimana lagi ya hadapi saja, pikirnya saat menemui dokter OBGYN.
"Sebaiknya di tunda dulu kehamilan satu setengah tahun kedepan. Mengingat Alodie masih harus melakukan terapi juga sinar leser takutnya akan membahayakan nanti kalau sampai ada janin di rahimnya. Apalagi Alodie juga masih minum beberapa obat, tidak baik bagi ibu hamil mengkonsumsi bahan kimia," jelas Biya.
Fathia bernafas lega, setidaknya tak ada anak yang menjadi korban akibat ke egoisannya ini. Meski hati kecilnya juga ingin memiliki buah cinta bersama Aka, tapi ada rasa takut kalau seandainya nanti Aka tau identitas aslinya ia akan di usir atau di campakkan. Tak mau Fathia mengambil resiko jika nanti anaknya menjadi anak buangan, cukup dirinya saja yang akan menanggung resiko itu nanti.
Aka setuju atas saran dokter Biya, ia juga tak mau ada resiko yang menimpa anaknya nanti jika masih ingin Fathia hamil sekarang. Jadilah ia harus sabar menanti kehadiran sang buah hati selama satu setengah tahun.
"Kamu nggak apa-apa kan Mas?" tanya Fathia saat mereka kembali ke kamar rawat untuk mengambil barang segera pulang.
"Nggak apa-apa sayang. Memang aku sedikit kecewa cuma kalau ini yang terbaik kenapa tidak. Yang terpenting kamu sembuh dulu. Ayok kita pulang," ajak Aka mengandeng istrinya.
__ADS_1
Kini Aka mengemudikan mobilnya menuju rumah baru yang sudah di persiapkan untuk sang istri. Aka hanya ingin memulai hidup baru bersama Fathia atau Alodie palsu. Seluruh kenangan lama sudah ia lupakan berharap setelah ini mereka bisa membangun rumah tangga dengan baik.
"Selamat datang!" sambut Alia di depan pintu rumah.
"Loh, Mama kok sudah di sini duluan?" tanya Fathia.
"Sengaja, tadi Aka minta bikin sedikit kejutan buat kamu mari masuk. Sekarang ini rumah kamu, rumah kalian berdua yang baru."
"Baru?" bingung Fathia.
"Rumah lama kita aku jual sayang, terlalu banyak kenangan buruk di sana. Apalagi aku juga ingin melupakan masa lalu," jelas Aka.
Fathia hanya mengangguk tapi otaknya bertanya-tanya memangnya seperti apa rumah tangga Alodie dan Aka dulu sampai Mama mertuanya juga tak pernah akrab dengan dirinya, dan bahkan Aka juga sempat membayarnya untuk tidur semalam.Mungkin nanti ia akan coba mencari tau.
__ADS_1
Fathia dan Aka juga Alia mengobrol sambil menjelajahi rumah baru itu. Tak terlalu luas tapi halamannya yang tampak luas banyak tanaman dan bunga hal yang di sukai Fathia. Aka tau itu saat istrinya begitu betah di halaman rumah sakit.Dan entah kenapa Aliya yang dulu begitu tak sukanya pada Alodie tapi sekarang lihat lah ia tampak nyaman dan betah menghabiskan waktu bersama menantu barunya itu.
Memang wajahnya begitu persis tapi sifat dan tingkahnya jauh berbeda. Apa karena Alodie mengalami amnesia? Alia tak begitu peduli jika memang sekarang Alodie menjadi pribadi yang baik ia akan sangat bersyukur.