ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
S2 bab 1


__ADS_3

1 tahun kemudian....


Banyak hal yang sudah Aka dan Alodie palsu hadapi bersama. Kesuksesan mereka berdua dalam karir masing-masing membuat Aka dan Alodie menjadi contoh pasangan muda yang bukan hanya sukses dari segi karir tapi juga sukses dalam membangun rumah tangga yang harmonis.


Alodie palsu sekarang dikenal sebagai selebriti papan atas yang membintangi banyak iklan, menjadi beberapa brand ambasador dari beberapa produk, bermain di film layar lebar, dan juga sukses berperan di beberapa sinetron tapi ia juga sukses menjadi seorang istri yang bisa membagi waktu antara pekerjaannya dan mengurus sang suami, Akalanka.


Sedangkan Aka kerajaan bisnisnya di dunia obat-obatan semakin melebarkan sayapnya, memiliki beberapa cabang di negri tetangga bahkan Aka baru saja menandatangani kontrak kerja sama dengan kliennya yang berada di luar negri untuk dapat mengekspor produk andalannya ke beberapa rumah sakit, apotik dan juga supermarket yang ada di sana.


Rumah tangga mereka pun semakin berdiri kuat. Meski sosok buah hati belum dapat hadir di tengah-tengah kebahagiaan mereka itu tak menjadi permasalahan bagi mereka berdua. Semua pasti ada waktunya, baik Aka dan Alodie palsu hanya ikhlas menunggu waktu itu tiba. Cinta Alodie palsu buat Aka semakin bertumbuh besar, begitu pula dengan Aka yang setiap hari tak henti-hentinya mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya untuk sang istri, tapi satu hal yang masih belum di sadari oleh Aka apakah cintanya untuk Alodie palsu atau masih milik Alodie yang asli.


Hari ini seluruh keluarga besar Aka sedang menghadiri acara resepsi pernikahan Beno dan dokter Biya. Acara di lakukan saat siang hari sebab pada malam harinya Alodie palsu sudah menyiapkan acara kejutan ulang tahun Aka yang ke 30 tahun. Masih di hotel yang sama hanya saja di tempat yang berbeda. Acara ulang tahun Aka akan di lakukan di restauran hotel sambil makan malam bersama seluruh keluarga dan kerabat terdekat serta teman dan sahabat dari mereka berdua.


Acara resepsi siang ini begitu ramai di datangi oleh para tamu undangan. Tapi tak membuat seluruh anggota keluarga tampak kelelahan, malahan sebaliknya mereka semua sudah tak sabar memberikan kejutan bagi yang berulang tahun hari ini.


"Capek," rengek Aka memeluk istrinya yang sedang menyapa para teman-temannya.


"Silahkan di nikmati makanannya ya, aku permisi dulu," izin Fathia membawa Aka ke sudut ballroom.


"Mau istirahat di kamar?" tanya Fathia menangkup kedua pipi suaminya yang duduk di sebuah kursi.


"Maunya sama kamu," rengek Aka memeluk pinggang istrinya lalu membenamkan wajah di dada Fathia.


"Nggak bisa dong Mas, tamu banyak gini masak kita pergi gitu aja."


"Ya udah deh, aku duluan ke kamar ya," putus Aka. Mereka sekeluarga memilih menginap di hotel itu sejak 3 hari kemarin, sebelum acara akad nikah di lakukan.


Fathia mengangguk "Nanti aku nyusul! sebentar lagi para tamu pasti udah pada pulang."


Dengan langkah letoy Aka menaiki lift menuju kamar mereka. Tak berselang lama para tamu pun sudah meninggalkan gedung hotel. Tepat jam setengah delapan seluruh keluarga mulai menyusun rencana untuk memberikan kejutan pada Aka.


"Jadi gimana?" tanya Fathia pada Beno yang baru saja turun dari kamar selesai berganti pakaian bersama dokter Biya nan sudah sah menjadi istrinya.


"Kamu nggak usah naik ke atas!" usul Biya.


"Terus gimana caranya biar Mas Aka turun?"


"Nanti biar tante Alia yang telpon Aka, bilang kalau kamu pingsan," ide Beno.


"Jadinya aku nggak ganti baju dulu gitu? masak pakai kebaya gini," malas Fathia.


"Udah Nggak apa-apa, yuk sekarang kita siap-siap," ajak Ciara.


Di dalam restauran yang sudah di booking Alodie palsu semua sudah di dekor dan di tata sesuai permintaannya. Keluarga pun sudah berkumpul di sana.


"Gue tunggu Aka di lift, kalian semua siap-siap," kata Beno.

__ADS_1


"Ok, mama telpon Aka dulu," ujar Alia.


tut... tut... tut..


📱Hallo, ia mah ada apa? Alodie mana?


tanya Aka lewat sambungan telpon, terdengar dari suaranya ia baru saja terbangun dari tidur.


📱itu Ka, Alodie pingsan. Kamu cepatan turun kebawah ya kita semua mau bawa Alodie ke RS.


📱Hah... oh... ia ia mah.


Cemas Aka menutup sambungan telpon.


Sedangkan Alia berusaha menahan tawanya. "Sudah, Aka mau turun katanya."


"Ssiipp, aku tunggu Aka di lift ya," ujar Beno pada semuanya keluar dari restauran.


"Sampai juga lo, yuk ajak Beno pada Aka yang tampak cemas serta pakaiannya tampak kusut sehabis bagun tidur. Tadi memang Aka tak menganti baju. Masih mengunakan stelan kemeja dan jas ia langsung merebahkan diri di atas kasur saking capeknya.


"Bini gue kenapa? sampai pingsan gitu?" tanya Aka.


"Makanya, ayok cepat ikut gue," jawab Beno.


"Kok malah ke restauran sih Ben?"


Happy Birthday to you


Happy Birthday to you


Happy Birthday, Happy Birthday


Happy Birthday to you


Seluruh keluarga, teman dan sahabat bertepuk tangan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Aka.


Tiup lilin nya, tiup lilin nya


Tiup lilin nya sekarang juga, sekarang juga


Sekarang juga...


Alodie palsu datang menghampiri sang suami membawakan kue ulang tahun dengan lilin angka 30. Sebelum meniup lilin Aka membuat permohonan dalam hatinya.


Fffuuuiiiihhh....

__ADS_1


Lilin pun mati seketika di tiup Aka. Lalu ia merangkul sang istri memberikan kecupan terimakasih.


"Sengaja ya, kalian semua ngerjain aku?" tanya Aka menuju meja makan.


"Ide Beno ini sama istri kamu. Selamat ya Ka," jelas Alia memeluk anaknya.


"Makasih Mah!"


"Selamat bertambah umur anak papa!" lanjut Faris.


"Ok, selamatannya kita lanjutkan nanti ya, waktunya makan-makan," sela Beno. "Soalnya pengantin baru sudah kelaparan dari tadi."


Semua tertawa bersama, menikmati makan malam istimewa di iringi live musik. Meskipun acaranya tak meriah, tapi Aka sangat senang semua keluarganya dapat hadir untuk merayakan hari ulang tahunnya. Bahkan Aka merasa ulang tahun kali ini sungguh begitu spesial.


"Oh ya Al, kamu kasih hadiah apa buat Aka?" tanya Kila.


"Ia, kita kepo nih," timpal Mita.


"Ok, aku mau kasih sesuatu." Fathia memberikan kotak kecil terikatkan pita pada suaminya.


"Apa ini?" tanya Aka mengkerut kan alis.


"Di buka aja dulu!"


Aka membuka kado kecil dari sang istri. Jujur ia tak begitu mengharapkan hadiah, karena apapun itu ia bisa mendapatkannya sendiri. Tapi tetap saja Aka di buat penasaran.


"Spiral? alat kontrasepsi?" tanya Aka bingung.


Fathia tersenyum senang dan bahagia. "Aku udah lepas alat kontrasepsi nya. Yang artinya... aku sudah boleh hamil," jelas Fathia penuh semangat.


"Serius?" tanya Aka tak percaya.


Fathia mengangguk cepat dan tersenyum bahagia. Aka pun memeluk istrinya.


"Bi, serius istri gue udah boleh hamil?" tanya Aka memastikan pada dokter Biya.


"Ia, kalian bisa langsung program," jelas dokter Biya.


"Alhamdulillah," ucap syukur Aka di barengi dengan seluruh keluarga dan sahabat.


"Selamat kerja keras bro,"kata Adnan.


"Hahaha... Ia nih Mas. Kayaknya saya saingan nih sama Beno, siapa yang gol duluan," balas Aka.


"Ssiiipp.Kita mulai malam ini," sahut Beno.

__ADS_1


Semua tertawa bersama merasakan kebahagian yang bertubi-tubi. Makan malam masih terus berlanjut, para pasangan ada yang berdansa mengikuti irama live musik. Sedangkan yang lain sudah pada pulang duluan.


__ADS_2