
Keluarga dokter Andan akan datang berkunjung pagi ini, jadi Fathia atau Alodie palsu sudah menyiapkan beberapa kue juga makanan tentunya di bantu oleh suami tercinta. Terdengar bel rumah berbunyi pasutri itu bergegas menuju pintu utama.
"Eee... udah sampai mari masuk," ajak Alodie palsu pada tamunya. "Duduk dulu Mas, Mbak pasti capek ya dari Bandung ke Jakarta macet nggak tadi?"
"Macet sebentar habis itu lancar, soalnya kita berangkat pagi-pagi tadi," jawab Kila.
"Di minum dulu aku udah siapin teh hangat sekalian cicipin kue nya ya aku yang masak tadi," ujar Alodie palsu. "Sini baby Kinan sama Amy Alodie aja," ajaknya mengambil bayi itu dari gendongan Kila.
"Amy?" tanya Aka.
"Ia Mas, aku maunya di panggil Amy aja kamu Aby nya." Aka pun setuju.
Adnan dan Kila datang ke Jakarta ingin melihat-lihat rumah yang sempat di rekomendasikan Beno untuk mereka beli dan segera di tempati karena Adnan akan segera bertugas di rumah sakit terbesar di Jakarta yang merupakan milik keluarga ia dan Aka juga Beno.
"Udah ada pilihan rumahnya Mas?" tanya Aka
"Dari 10 yang di tawarin Beno aku sama Kila pilih 3 di antaranya dan sekarang kita mau survey lokasi kalau cocok dan suka langsung beli agar bisa langsung pindah."
"Bagus itu lebih cepat lebih baik, Papa udah sering desak juga kan."
"Ia makanya Mas sempatin ke Jakarta, sebenarnya nggak ada waktu ya tapi mau gimana lagi."
"Mas mu ini sibuk banget Ka, apa lagi mengurus surat-surat kepindahan kita nggak ada waktu buat keluarga. Makanya Mbak juga pengen cepat-cepat pindah kesini biar bisa main dan ngobrol sama Alodie," tambah Kila.
"Mas Aka juga sibuk mulu di kantornya Mbak, kadang aku sering kesepian di rumah," timpal Alodie palsu.
"Ya kan kamu kadang syuting juga sayang," kata Aka.
"Ia tapi syutingnya kan nggak padat," jelas Alodie sambil bermain dengan baby Kinan.
"Kalau Mas sama Mbak mau makan yuk kita ke ruang makan," ajak Aka.
"Bentar lagi lah Ka, masih capek. Si Beno udah jalan kemari belum ya?" Adnan mengecek ponselnya.
"Lagi di jalan kali Mas, soalnya tadi aku hubungin nggak di angkat," kata Aka.
__ADS_1
"Kayaknya ia, ini aku hubungin juga nggak di angkat," tambah Adnan.
"Nanti aku nggak ikut ya Mas, di sini aja kasian baby Kinan kalau di bawa-bawa capek dia," izin Kila pada suaminya.
"Yakin nggak ikut? nanti nyesal loh kan aku nggak tau kamu suka rumahnya yang mana, kalau aku salah pilih ntar kamu ngambek," tutur Adnan.
"Pergi aja Mbak, biar baby Kinan di tinggal sama aku," timpal Alodie palsu.
"Emang kamu bisa?" ragu Kinan juga Aka.
"Walau belum punya anak tapi aku bisa kok ngurus baby. Kan di lokasi syuting juga ada baby seumuran Kinan yang ikut syuting, nah aku sering tuh main sama dia dan bantuin mamahnya." Yakin Alodie palsu.
"Benaran kamu bisa han? nanti kalau Kinan rewel gimana?" tanya Aka lagi.
"Percaya deh sama aku, Kinan nggak akan rewe!"
Kila dan Adnan pun setuju entah kenapa melihat bayi mereka mudah dekat dan nyaman bersama Alodie palsu membuat mereka yakin untuk menitipkan Kinan sebentar bersama Alodie juga Aka.
"Makan dulu gih Mbak sama Mas nya nanti habis makan Mbak bisa pumping dulu ASI nya sebelum pergi," ujar Alodie masih bermain dengan Kinan.
Adnan dan juga Kila di bawa Aka menuju meja makan, tak lama Beno pun datang juga ikut bergabung di sana. Baby Kinan sedang di suapi oleh Alodie palsu di halaman belakang sambil melihat kupu-kupu yang sedang hinggap di taman bunganya Alodie nan bermekaran. Bayi 9 bulan itu tampak tenang dalam stroller nya menikmati bubur bayam plus ikan salmon hasil olahan Amy Alodie.
"Wwahh Amy Alodie hebat ya, Kinan tidur loh," bisik Kila melihat anaknya.
"Udah pumping ASI nya?"
"Udah, ada 3 botol nanti kalau Kinan bagun di panasin dulu. Pempers dan semua perlengkapannya di dalam tas ini," kata Kila memberikan tas yang berisikan keperluan Kinan.
"Mbak usahain cepat ya, nanti kalau Kina rewel langsung telpon," tambah Kila pada Alodie palsu sambil mereka berjalan keluar kamar.
"Santai aja Mbak, Kinan beres sama aku ada Mas Aka juga kok," ujar Alodie.
"Aka nggak bisa di percaya, dia belum berpengalaman," timpal Beno.
"Sialan lo, ngomong kadang suka-"
__ADS_1
"Suka benar," sambung Beno.
"Eh kalian udah jadi bapak-bapak kelakuan masih kayak ABG," lerai Adnan."Ka Mas sama Mbak mu berangkat dulu.Al, kami titip Kinan ya kalau rewel nanti telpon aja," pamit Adnan sebelum berangkat melihat rumah yang akan di belinya.
"Ia Mas hati-hati. Kalau Kina pasti aman sama Aku," kata Alodie palsu mengantar sampai halaman.
Kepergian Adnan, Kila dan Beno Ia dan Aka kembali masuk kedalam rumah.
"Mas, tolong jagain baby Kinan dulu ya, aku mau ke dapur beresin sisa di meja makan," pinta Alodie palsu.
Kebetulan kamar tamu dekat dengan ruang keluarga tempat nonton TV akhirnya Aka memilih duduk di sana sambil menikmati acara di TV sesekali ia mengintip baby Kinan yang ternyata masih tertidur pulas.
Aku mandi ya Mas," ujar Alodie bergegas naik ke kamar.
Asik menikmati tontonan nya Aka mendengar tangis baby Kinan ia pun bergegas masuk ke kamar tamu ternyata bayi itu sudah bagun.
"Oh, cup cup cup sayang udah bagun ya? sini Aby gendong dulu Amy nya lagi mandi," kata Aka menghibur Kinan
Awalnya tangis baby Kina mulai reda saat Aka membawanya duduk di sofa dan ikut menonton TV yang acaranya sudah di ganti Aka pada saluran anak-anak tak lama Kina mulai menangis mulai merasa resah.
"Ia sebentar ya nak, Amy kamu masih lama deh," bujuk Aka mengendong sambil mengayun Kinan.
"Al, Kinan nangis nih," panggil Aka menahan suaranya agar tak terlalu keras takut Kinan akan kaget.
"Ia Mas," jawab Alodie bergegas turun.
"Itu Amy nya datang sayang," kata Aka lagi membujuk Kinan.
"Oh lah lah, kenapa nangis anak ganteng?" tanya Fathia mengambil Kinan dari gendongan Aka.
Fathia membaringkan Kinan di kasur dan mulai memeriksa pempersnya. "Oh ternyata anak Amy pup, Aby nya nggak tau ya sayang? maaf ya wajar Aby nya belum punya bayi," kata Fathia mengajak bayi itu bicara.
Aka hanya memasang wajah cemberut duduk di samping Kinan.
"Kita ganti dulu pempersnya ya," ajak Fathia lagi pada Kinan dan bayi itu mulai ikut mengoceh seolah ikut bicara pada Fathia.Fathia kembali mengajak Kinan bicara meski ocehan bayi itu tak di mengerti nya Fathia tetap asik berbicara pada Kinan sambil membersihkan pantat bayi itu dan memakaikan pempers baru.
__ADS_1
"Kamu kenapa ngelihatin aku terus sih Mas?" tanya Fathia merasa malu.
Aka tersenyum "Senang deh lihatnya, berasa kayak punya anak. Kamu udah pantas jadi ibu," puji Aka.