ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Dua satu


__ADS_3

"Obat ibu mana?" tanya Fathia membaringkan ibu nya di atas kasur.


"Obat i-ibu sudah ha-habis," jawab Julanar terbata menahan sakit.


"Kok bisa? ibu kan kontrol tiap bulan dan obatnya cukup untuk sebulan."


"Sudah la-lama i-bu nggak kontrol karena ibu nggak ada uang," jelas Julanar.


"Loh,kan ada BPJS bu!"


Julanar menggeleng "BPJS ibu sudah lama nggak dibayar oleh bibi kamu dan nggak aktif lagi, aaarrgghh," erang Julanar sudah tak tahan karena dadanya sudah semakin sakit.


"Kita kerumah sakit, ayok," ajak Fathia cemas dengan kondisi ibunya.


"Bibi, bibi," panggil Fathia membangunkan Bi Inas.


"Ada apa sih kamu malam-malam ganggu istirahat orang aja," sungut Inas kesal membuka pintu kamarnya.


"Aku mau pinjam motor paman, mau bawa ibu kerumah sakit."


"Kenapa lagi sih ibu kamu? bikin susah orang aja malam-malam gini."

__ADS_1


"Kalau Bibi nggak khawatir sama kondisi ibu nggak apa-apa, tapi sekarang kasih kunci motor paman sama aku," kesal Fathia dengan nada tinggi karena ia sangat takut kondisi ibunya semakin memburuk.


"Inih, ingat motornya balikin lagi jangan sampai lecet," Inas menggerutu tapi ditinggal pergi oleh ponakannya itu yang segera membawa sang ibunda menuju rumah sakit terdekat.


RS


"Gimana kondisi ibu saya dok?" tanya Fathia dengan sisa-sisa kecemasannya.


"Sekarang kondisi beliau sudah membaik karena sudah mendapatkan penanganan, tapi beliau harus di rawat dulu 2 atau 3 hari, saya sarankan besok pagi kamu temui dokter spesialis jantung biar lebih jelas lagi penanganan untuk ibu kamu kedepannya," jelas dokter pria yang bertugas jaga malam.


"Besok kan minggu dok, emangnya ada ya dokter spesialis jantung?"


"Biasanya kalau ada pasien yang membutuhkan pihak rumah sakit akan menghubungi dokter tersebut untuk memeriksa keadaan pasien, sebelum dilakukan tindak lanjut di hari kerja," tambah dokter itu lagi.


"Saya permisi, mau periksa pasien lain," pamit dokter itu.


Fathia menundukkan kepalanya seraya mengucapkan Terimakasih.Lalu ia mencoba menghubungi Ciara.


tut... tut... tut...


nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan jawab operator.

__ADS_1


Fathia pun ingat kalau Ciara pasti sedang melakukan siaran radio malam ini. Ia pun memutuskan untuk mengirim pesan lewat WA.


*Fathia


Ci, ibu masuk rumah sakit malam ini. habis lo siaran hubungi gue lagi, gue butuh bantuan lo*.


Itulah kira-kira bunyi pesan yang di kirim Fathia pada sahabatnya itu. Fathia pun kini sedang mengurus administrasi rumah sakit ibunya, terpaksa ia mengunakan jalur pasien umum dan membayar rumah sakit untuk 3 hari ke depan dengan uang tunai sejumlah 5 juta. Untungnya Fathia masih menyimpan sedikit uangnya untuk kebutuhan mendadak seperti ini. Selesai mengurus administrasi Fathia pun menitipkan ibunya pada suster karena ia harus kembali pulang untuk mengambil barang dan pakaian ganti untuk ibu dan dirinya.


Butuh waktu satu jam Fathia pun sudah berada di rumah sakit dan menemani ibunya di ruang rawat. Tampak layar ponselnya menyala dan Ciara yang di tunggu Fathia dari tadi ternyata menghubungi.


📱Hallo Ti, sorry gue lama bisa telpon balik. Gimana kondisi ibu...


📱Sekarang sih beliau udah baik-baik aja, tapi besok pagi gue harus tanya sama dokter spesialis jantung buat tau kondisi ibu sebenarnya...


📱Kok bisa sih sakit ibu kumat lagi?


📱Ibu dengar Ci, kalau gue harus bayar hutang sama rentenir...


📱Terus lo butuh bantuan apa sama gue?


📱Gue butuh uang Ci buat biaya ibu di rumah sakit..

__ADS_1


📱Kan ada BPJS...


📱Itu dia Ti, BPJS ibu nggak aktif lagi karena nggak dibayar sama bi Inas, kalaupun gue bayar tunggakannya sekarang butuh waktu lama biar bisa aktif lagi...


__ADS_2