ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
109


__ADS_3

"Mbak, nyetirnya pelan dikit," ingat Mita.


"Saya lagi khawatir ini Mit! nomor mas Aka nggak aktif dari tadi saya coba hubungin terus," kata Fathia resah mengemudi mobilnya.


Sesekali Fathia melihat ke arah kaca spion. Lalu menyalip mobil yang ada di depan.


"Ada asap Mbak," ujar Mita menunjuk ke arah asap itam yang mengepul.


"Itukan dekat RS nya keluarga mas Aka!"


Fathia semakin cemas, jalanan di depannya mulai macet. Ternyata benar, tak jauh dari posisinya berada Fathia dapat melihat bahwa gedung baru RS keluarga Aka di lalap si jago merah.


"Mit, kamu di sini jaga mobil! saya mau jalan ke sana, mau memastikan mas Aka," kata Fathia keluar dari mobil bergegas menerobos kemacetan dengan berjalan kaki.


"Mbak, tunggu mbak! panggil Mita tapi tak di hiraukan Fathia. " Duh, bisa nggak ya gue bawa ni mobil, mana baru belajar nyetir lagi," gumam Mita sendiri.


Fathia sudah tak dapat berpikir jernih lagi, yang menjadi fokusnya saat ini adalah Aka, sang suami. Tampak api berkobar begitu besar Fathia memperbesar langkahnya menjauhi mobil-mobil yang tersendat akibat kemacetan nan terjadi karena pengendara berhenti untuk menonton si jago merah yang sedang beraksi.


Beberapa orang menatap heran padanya. Mungkin mereka pada bertanya-tanya kenapa Alodie, sang artis ini berjalan kaki pagi-pagi buta begini malah hanya memakai piyama tidur saja lagi. Tapi Fathia tak peduli dengan tatapan itu, ia terus berjalan menuju RS.


Sampai di halaman RS beberapa suster tampak membantu mengevakuasi pasien ke tenda yang baru saja selesai di dirikan. Fathia semakin cemas mencari keberadaan suaminya.


"Sus, lihat dokter Aka?" tanya Fathia pada satu suster.


"Sepertinya beliau masih di dalam gedung bu, membantu pasien lain," kata suster itu.


Hatinya semakin gelisah. Fathia mendekati gedung yang sudah di tandai dengan garis police line.


"Alodie" panggil Beno.


"Mas Ben, tolong mas Aka! kata suster tadi dia masih di dalam," pinta Fathia menunjuk ke gedung yang hampir hangus itu.


"Kita tunggu aja di sini Al! Ada petugas Damkar yang akan masuk ke dalam. Kita nggak bisa main masuk aja, bahaya," kata Beno menariknya.

__ADS_1


"Tapi Mas, suami aku masih di dalam dan semua orang sudah di evakuasi. Aku khawatir sama mas Aka," raung Fathia.


"Ia sabar, kita tunggu di sini! berdoa Al, minta sama Allah untuk melindungi Aka." Beno sekuat tenaga menjauhkan Fathia dari sana.


Saat kebakaran terjadi Aka sempat menghubungi Beno dan tiba di sana Beno juga membantu mengevakuasi pasien bersama Aka dan petugas medis lainnya. Saking paniknya Beno pun tak menyadari kalau Aka masih tertinggal di dalam saat mengevakuasi pasien terakhir.


Beberapa petugas pemadam kebakaran sudah masuk kedalam gedung untuk menyelamatkan beberapa orang yang masih terjebak di dalam. Tak berselang lama, Aka dan beberapa suster lainnya berhasil di selamatkan.


"Masaka," teriak Fathia meraung melihat kondisi suaminya.


Aka di giring dengan tandu. Tim medis melarikan Aka ke gedung rumah sakit mereka yang lain untuk segera dilakukan tindakan. Fathia di dampingi Beno menunggu di ruang UGD. 30 menit dokter pun keluar untuk menemui keluarga Aka.


"Bagaimana kondisi suami saya dok?" tanya Fathia cemas berderai air mata.


Dokter laki-laki itu tersenyum "dokter Aka baik-baik saja, hanya mengalami luka bakar di bahu, lengan dan juga kakinya. Luka bakarnya juga tidak parah, sudah di olesi obat dan di balut perban. Tinggal nanti di bersihkan tiap hari, dua minggu juga sudah sembuh. Beliau juga sudah sadar, tapi bernafas masih mengunakan oksigen sebab beliau terlalu lama menghirup asap."


Fathia dan Beno dapat bernafas lega. "Terimakasih dokter," pinta Beno.


"Sama-sama Pak Ben, saya permisi ya mau cek korban lainnya," pamit dokter itu kembali ke dalam.


"Aku khawatir tau Mas,aku takut," kata Fathia menangis lagi.


Aka hanya tersenyum merasakan senang dan bahagia melihat sang istri begitu mencemaskan nya. "Aku baik-baik saja, nih buktinya aku bisa dudukan," kata Aka mengusap punggung istrinya.


Fathia melepas pelukannya lalu memeriksa tubuh suaminya. "Ya tapi aku khawatir!"


"Sssuutt udah nangisnya ya,aku nggak apa kok! malu di lihat orang banyak ini," kata Aka membujuk istrinya.


"Biarin, nggak peduli aku mau di lihat orang! aku tuh masih takut tau nggak, kaki aku aja masih gemetar ini," tutur Fathia.


"Mau masuk dia tadi, mau cari lo kedalam gedung yang kebakar," timpal Beno menyerahkan sebotol air mineral ke Aka untuk Alodie palsu.


"Minum dulu sayang," serah Aka.

__ADS_1


"Capek gue pegangin dia, kecil-kecil tenaganya besar," keluh Beno.


"Kenapa kamu bisa nyusul kesini sampai mau masuk cari aku kedalam gedung, bahaya tau nggak!"


"Perasaan aku tuh nggak enak sejak kamu pergi, tidur juga gelisah. Aku coba hubungin ponsel kamu nggak aktif ya udah aku susul kesini. Sampai sini aku lihat gedung kebakar dan kata suster kamu kejebak di dalam, ya aku mau selamatin kamu lah takut kehilangan kamu," ujar Fathia sedih kembali memeluk Aka.


"Cccciiiee... " sorak orang-orang yang ada di UGD itu.


"Yang jomblo minggir," sorak seorang perawat.


"Apa lah dayaku yang belum punya pasangan, sudah jadi korban malah miris melihat kemesraan pasangan itu," tambah perawat lain yang sedang terbaring di brankar.


"Peluk guling aja," timpal yang lainnya.


"Mbak sama dokter kalau mau mesra-mesraan mendingan di rumah aja ya, kasian kita di sini jomblo semua," pinta suster.


Fathia hanya tersenyum malu dan menyembunyikan muka merahnya di punggung Aka. Sedangkan Aka hanya menanggapi godaan temannya dengan senyuman bangga.


"Gimana Ben? apa ada korban dari pasien juga?" tanya Aka.


"Syukurnya kita semua berhasil mengevakuasi pasien jadi tidak ada pasien kita yang menjadi korban. Korban kebanyakan perawat dan beberapa suster," jelas Beno.


"Syukur lah. Saya ucapakan Terimakasih banyak pada kalian semua yang sudah bergerak cepat untuk menyelamatkan semua pasien bahkan kalian sampai harus mengorbankan nyawa, sekali lagi Terimakasih banyak," pinta Aka pada semua tim medisnya yang berada di sana.


"Sama-sama pak dokter, ini sudah tugas dan kewajiban kami semua."


"Apa ada yang terluka parah?"


"Nggak ada dok! hanya mengalami luka bakar ringan dan luka-luka kecil kena pecahan kaca," jelas suster yang mengobati rekan-rekannya.


"Ben, gue mau lo selidiki penyebab kebakaran RS!"


"Kan ada polisi Ka," malas Beno.

__ADS_1


"Pokoknya gue mau lo juga ikut investigasinya nanti!" kata Aka tegas.


Beno mengangguk setuju.


__ADS_2